Hm,maksudnya???*&^*;%#??!

Daffa lagi senang-senangnya nonton Beethoven, sebuah film tentang anjing yang masuk ke sebuah keluaraga trainer animal, dan mengalami petualangan seru di sana. Pagi ini, dia sudah selesai menonton satu kali, jadi ku minta dia mematikan TV dan DVD.

Daffa bergeming, tampak ragu dan lagi mikirThinking. Dia tampak sayang untuk mematikan TV dan melewatkan musik penutup film ini,yang memang dia gemari. Intronya nge-beat,gembira, dan Daffa sukaRaise The Roof.

Aku masih memintanya untuk mematikan TV.

Dia kemudian mengajakku keluar kamar,”Ma duduk” Loh, ini mama lagi duduk, di suruh duduk di mana?Question Mark

Daffa menarik tanganku ke luar,menggiringku ke meja setrikaanku. Menyuruhku duduk , seolah-olah itu singgasanaku saja :D “Duduk,ya” katanya sambil berlalu dan mengawasiku agar aku tak beranjak dari kursi itu.

Dia masuk ke kamar lagi, dan menyalakan Beethoven lagi.

Hah, sudah ku duga….Doofus

Bisa-bisanya dia meng-karantinakan aku….Maksudnya apa Naaakkk??

Ga jadi marah,ku geleng-geleng kepala ajah….No

To the Movie

Sewaktu masih di Surabaya, bila ada film bagus yang sesuai seleraku  dan Uda, kita akan menyelinap  ke bioskop pas jam tidur Daffa dan menitipkannya kepada si mba yang sudah di percaya. Tidak sering sih, paling Harry Potter dan apalagi ya?Film Ayat-ayat Cinta juga termasuk yang kami sempatkan untuk nonton berdua. Dan itu film Indonesia pertama yang kami minati. Baca Lanjutannya…

Lupa-lupa ingat

Jauhhhh…sebelum dia bisa memanggil mama dan papa,Daffa sudah bisa bersenandung. Tanpa lirik,dengan nada yang tepat. Jadi aku memang tidak heran bila mendengar suaranya menyanyikan entah apa.

Cuma nih…di rumah TV masih non-aktif, dan radio pun jarang bisa on air karena Daffa -entah kenapa- merasa terganggu mendengarkannya. Di mobil pun aku sering harus menahan diri untuk tidak mendengarkan musik karena Daffa jadi gelisah karenanya. Dan bila aku bernyanyi, dia akan membekap mulutku.Yang terakhir ini, mengingat kualitas suaraku,aku sih maklum saja hahahaha…. Baca Lanjutannya…

Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration

A. Proses Sensorik

1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)

  • Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
  • Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. Baca Lanjutannya…

I’ve done my best,Mom….

Salah satu hal yang harus kami ajarkan kepada Daffa adalah melatih rasa tanggung jawabnya. Hal-hal sederhana saja,seperti membuang sampah ke tong sampah, meletakkan pakaian kotor ke keranjang cucian, menaro piring atau gelas kotor ke wastafel, juga melap lantai bila dia menumpahkan sesuatu…Untuk perintah sederhana seperti ini,alhamdulillah Daffa sudah paham, meski belum begitu konsisten. Baca Lanjutannya…

Ke Sekolah Putik

Sudah bulan Mei,…..sudah dekat tahun ajaran baru. Dan merasa sudah saatnya untuk memikirkan sekolah Daffa (lagi). Sejujurnya agak gimana gitu yah dengan pengalaman kemaren ini. Tapi life must go on, tul ga? Mulailah kita ngelirik lagi sekolah-sekolah umum yang di rekomendasikan dari mailing list yang ku ikuti. Baca Lanjutannya…

Ternyata,Dunia penuh warna…

Hm,blog ini nyaris ga keurus yah? Hihi,maklum sekarang udah agak susah untuk berdiam lama di depan kompi. Dan sekalinya sempat,biasanya aku manfaatin untuk baca-baca email and ngintip kabar teman-teman di fesbuk. Itupun sering kebablasan deh,sampe pernah lagi masak….eh,gosong! Hati-hati, itu salah satu efek samping fesbuk yang layak di waspadai :P Baca Lanjutannya…

Sakitnya ditolak

Kemaren, akhirnya aku memantapkan hati untuk menemui pihak guru sekolah Daffa. Setelah maju mundur,mempertimbangkan baik  buruknya, aku dan Uda, di kuatkan oleh pendapat terapisnya,memutuskan bahwa Daffa tidak lagi melanjutkan untuk bersekolah di situ. Baca Lanjutannya…

Diproteksi: Our effort 4 the second: a journey…

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Kuis ga mutu di FB:How sucks!!

Ga sengaja nemu kuis ini: SEBERAPA AUTISNYA LO??

Merupakan beberapa test dari AHLI KEAUTISAN (???) untuk menentukan seberapa autisnya ato gilanya anda. Baca Lanjutannya…