Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa
Kopi paste dari page nya Daffa di fesbuk…
Ini lebih ke cerita tentang mamanya Daffa sih, tapi bolehlah share di sini…Ini kemaren aku dapet musibah,kepleset di tangga, sakitnya luar biasa,karena p*nt*t ku langsung kena pinggiran tangga, dan sempat merosot sampaii 2 anak tangga lagi…sesaat aku sempat tak bisa nafas, dan air mata mengalir tak tertahankan. Alhamdulillah, ada Putri di rumah, adik sepupuku. dan sedihnya Daffa melihat kejadian ini, dan dia tampak panik dan malah ikut menangis juga….Putri juga sempat panik karena aku sempat gelap pandangan,merebahkan diri di tempat itu juga. Maaf yah Put…
Setelah Putri nganterin tugasnya ke kampus,kita ke rumah sakit terdekat, kebetulan yang terdekat itu OMNI. Aku di rontgen, dan seperti yang ku duga, Daffa tidak mau pisah denganku -bahkan selama pemeriksaan dia tetap di sampingku, sesekali mengelus tanganku (makasi sayang….)-, dan dia menangis kenceng sekali pas aku di dorong masuk ke ruang radiologi. diam-diam di dalam hatiku ada kekhawatiran,Daffa itu anak yang sensitif, dia punya memori yang kuat, semoga ini bukan pengalaman buruk baginya….
Aku masih bisa nyetir saat itu. Meski harus menahan ngilu setiap kali naik dan turun kendaraan.Bergeser yang harusnya bisa di lakukan satu detik,ternyata sampai butuh waktu sampai satu menit untuk bisa berpindah posisi. Pulang dari RS, semakin tak karuan. Aku bahkan tak bisa bangkit dari kursi, aku harus cari pegangan yang kokoh, sedapat mungkin memindahkan beban di panggul ke tembok atau ke kursi atau kemana saja, yang penting tidak terlalu sakit. aku bahkan tak bisa balik ke OMNI untuk ambil hasil radiologi, jadi aku minta tolong Putri.
Alhamdulillah tak ada fraktur…Sepertinya cuma ototku yang cedera,dan ada osteofit di th12 dan L1 ku…Hm, aku masih bingung dengan osteofit ini…nantilah kalo konsul lagi ku tanyakan…Berhubung aku tak bisa membungkuk meski sedikit, aku tak bisa sholat seperti biasanya. Awalnya mau coba duduk di kasur, tapi karena kasur ada per nya, aku malah kesakitan setiap kali kasurnya bergoyang. jadi aku sholat sambil duduk di kursi, kakiku menjuntai ke bawah,agar aku bisa lebih mudah berdiri nanti….Ampuni sholatku yang jauh dari sempurna ya Allah…
Bagaimanapun sulit untuk menyembunyikan rasa sakit itu, aku harus menahan napas dan meringis setiap kali berpindah posisi meski itu cuma menggeser pant*t saja.Apalagi papanya Daffa sedang jauhhh di negeri orang, rasanya sedih sekali…Dan sepertinya itu tak luput dari perhatian Daffa. Ketika aku mengajaknya untuk bobo, dia mulai menangis meng iba…Daffa sebenarnya berulang kali ingin memelukku,mungkin dia ingin menghiburku, tapi dia belum bisa mengontrol tenaganya. Dia langsung menubruk aku yang membuat aku sontak merasa ngilu. Akhirnya, dia memilih untuk di peluk dan di gendong oleh Putri saja…
Tentu aku tak bisa tidur kalau Daffa tak ada di dekatku. Aku memanggilnya dan mencoba memposisikan dia di lenganku seperti biasanya. Tak lama dia langsung tertidur…
Pagi ini aku merasa sudah lebih baikan,meski mobilisasiku masih terbatas. Daffa sempat terbangun barusan, dan secepat yang aku bisa, aku menghampirinya ke kamar. Dia tertidur lagi…dan yang membuat aku begitu trenyuh, ada air mata yang merembes dari matanya yang terpejam…
Maafkan mama sayang…telah membuatmu begitu khawatir dan sedih…
Lama ga ke sini yak? Tau nih heran juga, nulis blog kok angot-angotan….Hm, begini, kompi sejujurnya lagi error, tapi anehnya cuma berlaku untuk FB dan MP. Nah lho, ada apa gerangan yak? Aku tetap bisa buka dua-duanya, tapi ga bisa berbuat apa-apa
Ga bisa ngomeng, apdet status (udah menikah apa belum hihi), atau mau aplod poto. Coba, garing banget ga tuh? Padahal kalo lagi baik hati, gatel juga komen di wall-nya orang atau di blog siapa gitu kek..tapi malah ngadaaaattt…..Padahal kan jarang lagi baik hati begitu (ah…masaaa??? haha, iya lagi!)
Eh,..daku dah pernah cerita belon yak, kalo si Bujang itu punya riwayat sembelit dari bayi. Kalo dah mau pup, hadooohhh…kasian banget deh ngeliatnya…Dia ga nangis sih, dasar anaknya emang ga gampang mewek, tapi ekspresinya itu suka bikin nyeri hati. Nah, sampe kemaren-kemaren itu, dia masih pup di celana lho. Hah? Udah 4 tahun lebih masih betah ‘nabung’ di celana? Iyahhhh….bis mo gimana coba? Udah ku coba ajak dia ke kloset setiap kali dia menunjukkan muka khas “sedang dilanda mules”, tapi biasanya berakhir gagal, alias ga jadi pup, gara2 ga betah duduk diam nungguin sesuatu yang entah kapan nongolnya. Atau, dia malah asyik main air,sampe lupa dengan sakit perutnya. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: renang, sensori integrasi, vestibular
Tumben nih dalam semalam nulis double hehehe….
Pengen pamer lagi nih
,Daffa sekarang aktivitasnya udah nambah lho. Ya sekolah dari hari Senin sampe Jumat, Terapi wicara tiap Senin, Terapi Sensori Integrasi tiap Selasa,dan Terapi Okupasi tiap Kamis. Sibuk banget? Ah ga kok…..Terapi cuma satu jam-an,pa lagi anaknya hepi hepi aja. Doi justru jadi ga jelas karena energinya ga tersalurkan. Dan, sudah dua kali ini dia ikut les berenang…
Emang penting gitu? (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: hobby, milestone, sensori integrasi
Hm,…udah berapa minggu yah ga nulis? Emang moody nih maknya Daffa. Sejujurnya, saat ini juga lagi ga mood internetan,Nah lho…Tapi sayang juga melewatkan momen ini.
Daffa sudah sekolah lagi ,tau kan ya? *ge er amat kaya yang punya followers aja* Dia juga sudah menjalani Terapi Okupasi yang fokusnya lebih ke motorik halusnya dia selama beberapa bulan ini. Singkat cerita, buat megang pensil pun ternyata kudu belajar yak! Begitulah…Daffa masih kesulitan memang sampai hari ini untuk memegang pensil atau crayon dengan cara yang benar. Dia cenderung menggenggam daripada menjepit dengan tiga jarinya. Tapi latihan jalan terus dong…Dan yah slow but sure,alhamdulillah ada effect-nya, minimal dia ga ogah-ogah banget kalo di minta mewarna atau cuma sekedar corat coret saja. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa
Selalu menggetarkan hari setiap kali aku melihatnya memakai seragam sekolah….rasanya waktu menguap begitu cepat, tiba-tiba saja dia berdiri dihadapanku dengan senyum riangnya,tampak tinggi dan gagah *ehm, subjektif memang, emaknya pasti ngaku begitu hehe*
Sudah seminggu dia sekolah di TK Gading Asri Kelapa Gading. Menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari rumah (cukup jauh untuk usia play group), dari jam 7.30 sampai 9.30 setiap hari Senin sampai Jumat. Mau tak mau, dia harus bangun lebih pagi, dan alhamdulillah itu tidak sulit untuk dia
(lagi…)
Diarsipkan di bawah: think about...
Daffa lagi senang-senangnya nonton Beethoven, sebuah film tentang anjing yang masuk ke sebuah keluaraga trainer animal, dan mengalami petualangan seru di sana. Pagi ini, dia sudah selesai menonton satu kali, jadi ku minta dia mematikan TV dan DVD.
Daffa bergeming, tampak ragu dan lagi mikir
. Dia tampak sayang untuk mematikan TV dan melewatkan musik penutup film ini,yang memang dia gemari. Intronya nge-beat,gembira, dan Daffa suka
.
Aku masih memintanya untuk mematikan TV.
Dia kemudian mengajakku keluar kamar,”Ma duduk” Loh, ini mama lagi duduk, di suruh duduk di mana?
Daffa menarik tanganku ke luar,menggiringku ke meja setrikaanku. Menyuruhku duduk , seolah-olah itu singgasanaku saja
“Duduk,ya” katanya sambil berlalu dan mengawasiku agar aku tak beranjak dari kursi itu.
Dia masuk ke kamar lagi, dan menyalakan Beethoven lagi.
Bisa-bisanya dia meng-karantinakan aku….Maksudnya apa Naaakkk??
Sewaktu masih di Surabaya, bila ada film bagus yang sesuai seleraku dan Uda, kita akan menyelinap ke bioskop pas jam tidur Daffa dan menitipkannya kepada si mba yang sudah di percaya. Tidak sering sih, paling Harry Potter dan apalagi ya?Film Ayat-ayat Cinta juga termasuk yang kami sempatkan untuk nonton berdua. Dan itu film Indonesia pertama yang kami minati. (lagi…)
Jauhhhh…sebelum dia bisa memanggil mama dan papa,Daffa sudah bisa bersenandung. Tanpa lirik,dengan nada yang tepat. Jadi aku memang tidak heran bila mendengar suaranya menyanyikan entah apa.
Cuma nih…di rumah TV masih non-aktif, dan radio pun jarang bisa on air karena Daffa -entah kenapa- merasa terganggu mendengarkannya. Di mobil pun aku sering harus menahan diri untuk tidak mendengarkan musik karena Daffa jadi gelisah karenanya. Dan bila aku bernyanyi, dia akan membekap mulutku.Yang terakhir ini, mengingat kualitas suaraku,aku sih maklum saja hahahaha…. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)






