test test hehe
Alloowww…
Salammualaikuum…
Dah lama ga ngintip apalagi ngurusin blog inih *sapu sapu dulu ahhhh
Ini juga edisi iseng, sambi tiduran abis nyusuin si gadis cantikku *eh di larang protes, emaknya ini yang bilang
✽\(´▽`)/✽
Bentar lagi kayyisa MPASI loooohhh, yak, nunggu tanggal 12 teng. Seneng banget bisa gabung di maiiling list mpasirumahan, jadi meski tetep aja deg degan, mudah mudahan bisa lebih baiklah daripada jamannya si Abang.
Ngomong soal makannya si Abang, wuuuiihh masih punya utang banyak nih emaknya, meski sudah jauh lebih baik di banding dia belum sekolah dulu *terimakasih Al falah :*
Setiap anak itu tantangannya beda-beda yah…Alhamdulillah bisa bergabung di grup emak emak ‘sehat’, jd bisa saling share, saling nguatin, saling hibur,jadi bisa belajar juga dari kesulitan orang lain.
Kayyisa dah bisa apa sih?
Alhamdulillah dah bisa kontak dengan kita, banyak senyum dianya, kadang cekikikan juga, udah bisa ngejambak rambut abangnya hehe, teriak heboh sampe di kira suara anak laki,mulai belajar duduk juga, tapi tengkurap belum bisa. Ga betah dianya.
Sekian dulu deh pemanasan isi blog lagih, alhamdulillah ada gadget baru hikmah henpon kerendam kobokan cebok kayyisa, mudah2n bisa ambil manfaat sebanyak2nyaaa.
Ahh udah dulu yaaaa
Hmm pingin nyelipn poto anak2 pegimane caranya yak??
*ntar utak atik dulu
NAahh coba pajang yg ini dulu ahhh…
Eh kok ga bisa?
Sudahlah, masih bingung, hihihihiii *emakgaptektapinarsis
Eeeehh setelah di preview ternyata masuk fotonya, tapi guedeeee bangeeettt booo
*cari cara ngecilinnya dulu
*garuk garuk pala deh
Haiiisshhh sudahlahhhh…
Pasraaahh gueeee, abisin waktu buat ngedit mahhh
Harap maklum ye.
Dua bulan Kayyisa: tongue tie dan susu formula
Memasuki bulan kedua kehidupan Kayyisa…
Sejujurnya, di luar masalah ASI, segalanya indah dan baik-baik saja.
Kayyisa bayi yang anteng, cantik, easy to love..
Tapi ASI adalah hal terpenting dalam hidupnya, jadi bagaimanapun itu menjadi perhatian utama aku dan ayahnya…
Setelah 4 hari mendapatkan asi donor, dan masih tetap menyusu denganku tentu saja, minggu kelima usianya kita timbang berat badannya.
Alhamdulillah sudah 3300g sekarang, naik 100g di banding minggu lalu.
Waktu itu kita menimbang di markas sehat, sekalian aku konsul ulang dengan konselor laktasi ku, ikut pelatihan KLASI (Kelas ASI), dan janjian ketemu dengan Ibu susu Kayyisa, sekalian beliau bawa tambahan ASIP (ASI perah)nya untuk Kayyisa.Alhamdulillah, bliau bekali Kayyisa 1,5 liter ASIP nya… Ku titipkan sesuatu juga untuk saudara susu Kayyisa, sebagai tanda terima kasihku…
Dalam seminggu itu, aku selalu catat intake dan output Kayyisa. Berapa kali aku menyusuinya, berapa lama, berapa banyak ASIP yang berhasil masuk dan berapa kali buang air kecil Kayyisa. Waktu itu masih ada ibunda tercinta yang menemani,bliau telateeeen banget menyendoki Kayyisa, namun yang jadi kesulitan adalah Kayyisanya tidurrrrrr terussss….sulit untuk dibangunkan. Tak sedikit ASI cuma meleleh-leleh saja di sudut bibir dan dagunya.
Sedih jadinya.
Tapi Alhamdulillah, usia 6 minggu berat badannya nambah sudah jadi 3500g. Horeeeee, alhamdulillah…
Sebenarnya selang waktu itu, ada banyak masukan yang aku terima dari teman-teman milis.
Salah satunya adalah untuk cek kondisi lidah Kayyisa, karena kalau di lihat dari ceritaku bahwa Kayyisa hisapannya lemah dan selalu jatuh tertidur setiap kali di susui, barangkali saja memang ada masalah dengan lidahnya.
Akhirnya tanggal 27 July 2011, usia kayyisa 1 bulan 15 hari, Kayyisa kami bawa konsultasi ke dokter AP di RSIA KMC.
Dia lihat cara aku menyusui, dan dia cek lidah Kayyisa, dan dengan yakin dia katakan bahwa Kayyisa punya Tongue Tie (apa ya bahasa indonesianya? ) dan perlu di insisi.
Sebelumnya aku sudah cari tau tentang tongue tie ini, dan sudah minta konselor laktasiku dan dokter di markas sehat untuk cek, apakah ada tongue tie nya Kayyisa isi? Mereka bilang sih tidak, jadi agak kaget juga ketika Dr.AP ini bilang Kayyisa ternyata tongue tie. (Tentang tongue tie sila baca di sini)
Intinya tongue tie ini sangat berpengaruh pada kemampuan anak menyusu,karena akan mengganggu perlekatannya. Menurut dokter AP, harusnya ketika ASI ku ga juga kunjung banyak, aku segera bawa ke sana, karena jika terlambat seperti ini, ASI ku akan semakin ngedrop produksinya karena hormon prolaktin y ang dihasilkan karena rangsangan hisapan bayi tidak kunjung terbentuk.
Jadi, lidah Kayyisa harus di insisi, dan aku harus relaktasi.
Barangkali karena merasa mendapat jawaban kenapa ASIku masih macet saja, dan si Tongue Tie inilah penyebabnya, aku dan ayahnya bersedia dilakukan insisi. Aku sempat bertanya, tipe berapa Tongue tie nya? Dokternya bilang,syukurnya tipe 3, tipe yang ringan, tapi tetap berpengaruh pada proses menyusui..
Insisi akhirnya dilakukan saat itu juga, prosesnya cepat, bawah lidah Kayyisa di gunting sedikit,jebret! dan dia langsung di susukan padaku. Tangisnya kencang sekali, sungguh mengiris hati….
Setelah itu memang kurasakan perbedaan hisapan Kayyisa saat menyusu, tapi tidak banyak…Dia menyusu tetap ogah-ogahan, masih banyak tidurnya…
Menyusui lanjut.
Pompa dan perah di teruskan untuk merangssang ASI
ASI donor tetap ku berikan meski mulai kukurangi karena,pertama: stok nya menipis dan kami sungkan minta lagi, dan kedua,aku merasa ASI ku mulai banyak,meski mungkin itu hanya perasaanku saja.
Suatu hari, di saat ASI donor habis, ayahnya yang sedang tidak di rumah, sms aku menyatakan bahwa dia keberatan untuk ambil ASI donor lagi. Usahakan saja dari ASI ku sendiri, atau dengan berat hati, mulai saja pemberian susu formula.
Untuk pertama kalinya sejak Kayyisa lahir dari rahimku, aku menangis sejadi-jadinya….
Aku sungguh merasa tak berdaya, aku merasa iba pada anakku, memiliki ibu yang tak bisa memberinya air susu…
Sakitnya di induksi saat melahirkan dia, rasanya tak seberapa di banding hancurnya hatiku ini….
ya Allah…. tolong hambaMu ini….
Ketika ayahnya sampai di rumah, kami bicara lagi dari hati ke hati.
Alasan kenapa dia tidak nyaman dengan ASI donor, dan alasan kenapa aku tetap bersikukuh untuk berikan ASI pada Kayyisa meski bukan ASI dariku…
Kesepakatan di buat:Tambahan ASI donor di berikan maksimal sampai Kayyisa usia 2 bulan, selama itu aku harus tetap ekstra usaha supaya ASI ku lancar. Kita berdua sama-sama berdoa, usia 2 bulan Kayyisa sudah bisa full ASI dariku…
Usia 2 bulan, kami berencana untuk konsultasi dengan dr.Endah yang banyak di rekomendasikan rekan milis karena pro ASI dan RUM (Rational of Use MEdicine). Kami mengejarnya sampai ke RSAB Harapan Kita, karena kalau di KMC antriannya panjaaaaang sekali. Tapi tidak berjodoh. Akhirnya ketemu dengan dokter anak lain, yang juga ahli gizi….
Di timbang, BB Kayyisa 3800 g.
Hanya bertambah 600 g saja dari berat lahirnya.
Tapi panjang badan sesuai usianya, sudah 55cm waktu itu…
Intinya Kayyisa ketinggalan jauh.
Programnya adalah harus di tambah suplemen ASI donor atau susu formula sebanyak 800 ml sehari. Program 80 mlx 10
Wuihhh kebayang banyaknya, Kayyisa di sendokin 50cc aja udah beleppotan kemana-mana.
So, hari itu berakhirlah ASI Ekslusif Kayyisa.
Tapi aku sudah rela…
Aku toh sudah berusaha dan berdoa.
Allah juga yang tentukan hasilnya.
Yang pasti, aku belum akan menyerah.
Aku akan tetap menyusuinya, meski hanya beberapa tetes yang bisa ku berikan, tetap akan ku lanjutkan.
Bismillah.
Satu bulan Kayyisa: struggling with breastfeeding
Lama ya,aku tak apdet blog ini…
Bukannya tak pernah mencoba, tapi selalu berakhir blank dan gagal terbit…padahal anak gadisku,Kayyisa Rahmayuvi Syakira,sudah menambah banyak sekali warna dalam keseharianku….
Lahir di 12 Juni 2011, hari ini berarti usia Kayyisa sudah 3 bulan 2 minggu 1 hari…
Mengingat sejarah Abangnya Daffa yang tidak langsung mendapatkan ASI semenjak lahir, dan tidak berhasil mendapatkan ASI ekslusif dariku, maka sejak dari dalam perutku, aku sudah berjanji pada Kayyisa untuk berusaha sebaik mungkin untuk memberikan ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama hidupnya,lanjut menyusui sampai minimal usianya 2 tahun nanti…
Menyusui adalah hal yang alami.
Tapi pengalamanku dengan Abang Daffa membuatku bersiap diri, karena mungkin akan ada kendala yang harus kuhadapi…
Aku memulai dengan basmalah, berniat karena Allah,akan menyusui bayiku seperti termaktub dalam QS.Al Baqaroh :233
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan
Kemudian aku tambahkan pengetahuanku tentang breast feeding, lewat buku, internet, dan sharing dengan teman.
Usia kandungan 34w, berkunjung ke Klinik Laktasi St. Carolus
Berusaha setiap hari melakukan breatscare seperti yang di ajarkan di Klinik Laktasi
Saat persalinan, agak ‘maksa’ ke perawat untuk membiarkan kami menuntaskan proses IMD sampai tuntassss, alhamdulillah bisa IMD selama 1,5 jam pertama hidupnya .
That’s really a precious time , memeluk bayi mungilku di atas dadaku, melihatnya merambat dan menjilat mencari sumber cairan emas kehidupannya…
Berpisah satu jam dengannya untuk di bersihkan, Kayyisa kembali dalam pelukku, bukan rooming-in lagi, tapi bedding-in. Dia tidur dalam pelukku…
Bahkan setelah berjuang selama 12 jam untuk bisa bertemu dengannya, aku bahkan belum merasa lelah untuk berkali-kali terbangun menyusuinya,sampai pagi…
Aku juga tak khawatir ketika 2 hari pertama,ASI ku hanya keluar beberapa tetes saja. Aku ingatkan diriku, Allah sudah siapkan untuknya cadangan makanan yang di bawanya sejak dalam kandungan untuk 72 jam pertama. Yang dia dan aku butuhkan saat itu adalah belajar bagaimana menyusu dengan benar.
Kayyisa sempat kuning, aku juga tidak panik.
Kupelajari lagi tentang jaundice, adalah fisiologis untuk mengalami kuning sesudah 24 jam pertama, memuncak pada hari ke 3-5, nanti akan hilang pada 1-2 minggu usianya. Dokter menganjurkan untuk langsung cek bilirubin sebelum jadwal kontrol di hari ke 4 tapi tidak kulakukan. Tidak ada indikasi dia harus di tusuk-tusuk seperti itu. Aku ke DSA lain, dianjurkan bila kuning masih berlanjut sampai seminggu, maka cek bilirubin. Nah, ini rasional, tapi juga tidak kulakukan karena kuningnya tidak memburuk. Kayyisa hanya butuh ASI,ASI,dan ASI.
Nah, si ASI inilah yang sedihnya tidak mancur seperti kebanyakan ibu yang lain. Aku sempat worried gara-gara frekuensi BAK nya jaraaaang sekali. Indikasi dia tak cukup cairan kan? alhamdulillah dapat pencerahan dari milis sehat. Bahwa untuk bayi usia 1 hari, BAK nya minimal 1x, usia 2 hari minimal 2 kali, sampai usia 6 hari dan seterusnya BAK minimalnya 6x dalam 24 jam.
Namun Kayyisa BAK nya jarang bisa sampai 6x dalam sehari.
Berat badan lahirnya yang 3240g sempat turun pada hari ketiga menjadi 3000 g. Aku masih tenang, penurunan Berat badan bisa terjadi pada hari2 pertama kehidupan sampai 10% berat lahir.
Tapi ketika usia 14 hari, berat badannya masih 3000 gram juga, di mana semestinya dia sudah kembali ke berat badan lahir, aku mulai ketar-ketir.
Setiap hari ku catat berapa kali pipisnya, baru bisa lega jika popok basah mencapai 6 kali, tapi itu kadang tidak tercapai…
Aku berusaha tidak panik, aku coba susui dia terus,namun ,yang menjadi kendalaku adalah Kayyisa terlalu anteng, tidurnya pulaaasss sekali, tak terganggu dengan kebrisikan seperti apapun di sekitarnya. Waktu aqiqah,dia nyaris tidur sepanjang hari,padahal suasana rumah sudah seperti orang kenduri *yah,lebih kurang begitulah….:P* Tapi tetap kucoba untuk membangunkan dan menyusui dia.
Malam barangkali dia bangun? Jarang sekali… Dia baru nangis kejer kalo popoknya di buka untuk di bersihkan dan di ganti, bahkan kuyup karena pipis tak jadi soal baginya…
Usia 3 minggu, berat badannya 3100 gram. Naik sedikit, tapi jauh dari harapan.
Aku mulai bolak-balik baca tentang kecukupan ASI, sharing di mailing list, belajar latch-on dan memperbaiki nya, rajin stimulasi produksi ASI dengan cara sering memerah, sebisa mungkin langsung setelah menyusui Kayyisa, tak peduli berapa hasilnya. Toh, cuma kasih sinyal ke otak,” Oiii…aku butuh lebih nih, produksi lagi dooongg…” Secara hukum ASI itu kan Supply on demand. Semakin sering di susui, diperas atau di pompa, maka akan semakin banyak produksinya….Seharusnya begitu kan? tapi ASI ku jika di perah kadang basahin pantat botol saja tidak
Ibu menyusui tidak boleh stress, tapi bagaimana caranya supaya tidak kepikiran?
Meski baca di kellymom.com, bahwa tidak ada pengaruhnya makanan tertentu terhadap produksi ASI, itu hanya sugesti, aku tetap saja coba makan yang di sarankan banyak orang. Sayur bayam,katuk, banyak minum air, kacang-kacangan,sari kurma, habbatusauda,dan sebagainya ku libas saja. Tapi si ASI tak jua kunjung membanjir. Oh, aku tak butuh dia membanjir, aku hanya butuh dia CUKUP untuk anakku. Tapi sepertinya tidak, jika di lihat dari kenaikan berat badan dan frekuensi Buang air kecilnya…
Usia 4 minggu, meski mungkin terlambat sebenarnya, aku konsultasi ke konselor Laktasi.
Di lihat caraku menyusui, di bantu untuk memperbaiki latch-on nya.
Berat badan Kayyisa saat itu sudah 3200 gram, sama dengan berat badan lahirnya.
Dan untuk pertamakalinya aku sadar apa artinya itu : Kayyisa gagal tumbuh !
Dan jika di plot di Growth Chart WHO, posisi Kayyisa sudah hampir berada di percentil 3. Padahal berat badan lahir di percentil50.
Terjun bebaaass!
ingin menangis sejadi-jadinya, tapi masih bisa ditahan, bersama ayahnya kami pikirkan langkaj selanjutnya…
Terpikir susu formula?
Tidak, aku tidak akan menyerah secepat itu.
Apalagi jika kita mengacu pada WHO, ada tahapan pemberian makanan pada bayi di bawah 6 bulan:
- Menyusu langsung pada ibu
- Minum ASI perah ibu
- Menyusu pada ibu lain, atau minum ASI donor
- Susu formula
Aku sudah lakukan yang pertama dan kedua, dan sepertinya melihat keadaan Kayyisa sekarang, meski belum lazim, option berikutnya adalah mencari ASI donor,minimal untuk catch up berat badan Kayyisa yang jauh dari standar.
Tentang ASI donor ini, aku tak ingin membahas panjang lebar… Dalam Al Quran, surah yang sama, Allah juga sudah berikan lampu hijau:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan
Di Rumah Sehat tempat aku konsultasi laktasi itu, sudah tersedia ASI donor yang siap di gunakan berupa ASI perah yang dibekukan didalam freezer. Konselorku memilihkan ibu susu untuk Kayyisa, seorang muslimah, punya satu anak perempuan berusia 7 bulan, dan sudah di tes kesehatannya, semua OK. Sebenarnya hari itu juga mau langsung bertemu dengan si ibu susu, tapi ternyata beliau kena macet di jalan, sedang kami harus pulang. Jadi dengan ijinnya ASI perahnya di bawa pulang dulu. Berhubungannya lewat sms dan telpon dulu.
Programnya, aku perbaiki latch on selama 3 hari ini, sering di susui,perah ASi dan banyak minum air putih,lalu di pantau lagi berat badan Kayyisa.Setelah itu baru mulai di kasih suplemen ASI donor. Namun barangkali karena si Ayah belum merasa mantap, dia meminta kami untuk menunggu sampai 1 minggu, baru mulai ASI donor.
Bertahan sampai hari ketiga, aku timbang Kayyisa,belum ada kemajuan. Ku email ayahnya,-karena kalau bicara langsung aku khawatir aku akan menangis sehingga bahasaku kacau-, aku mengajaknya mempertimbangkan untuk segera kasih tambahan ASI donor untuk Kayyisa, karena aku merasa sudah bukan waktunya lagi menunggu, atau kita akan menjadi terlambat sekali menolong Kayyisa. Aku juga ungkapkan, bagaimana mungkin oksitosinku,-hormon menyusui yang akan release jika si ibu relax-, bisa bekerja dengan baik jika perasaanku galau, merasa sudah membuang-buang waktu anakku, merasa gagal sebagai ibu dan segala rasa yang mungkin hanya aku dan Allah yang tau…
Akhirnya si Ayah setuju untuk memulai pemberian suplementasi di hari itu juga. ASI perah pun di cairkan,di hangatkan dan di sendokkan ke mulut Kayyisa. Air mataku menetes. Antara syukur dan sedih.
Bersyukur karena akhirnya Kayyisa mendapatkan nutrisi tambahan ASI.
Sedih, karena itu bukan ASI dariku…
Maafkan Bunda,sayang….
tidak sempurna untukmu…..
hanya inginkan yang terbaik untukmu…
39w already: counting down…
Awal-awal kehamilan rasanya lamaaaaa untuk bisa sampai di titik ini. Read the rest of this entry
Pingsan ??
Daffa punya akuarium baru.
Di isi sama 3 ikan mas koki sama beberapa ikan kecil-kecil.
Baru hari kedua, satu ekor ikan kecil bintik-bintik hitam tampak diam di dasar akuarium.
Daffa langsung teriak,” ikannya mati!!” Read the rest of this entry
Breastcare untuk persiapan menyusui
Time flies so fast…
Ini ungkapan yang ga asing, sudah klise, tapi tetep saja selalu pas, terutama untuk orang yang senang berleha-leha seperti diriku….Tau-tau udah seminggu aja dari kunjungan ke RS.St.Carolus, dan utang untuk posting tentang cara perawatan payudara, belum juga kesampean sampai akhirnya mesti maksain jari-jari buat nampang lagi ngisi blog ini… Read the rest of this entry
Konsultasi ke Klinik Laktasi Sint Carolus
Senin, hari kejepit nasional, si Ayahpapa ambil cuti, dan dede’ sudah 36 minggu usia gestasinya, bener-bener waktu yang tepat untuk mengunjungi klinik laktasi RS.St.carolus. Abis nge drop abang Daffa di sekolah, kita sarapan dulu trus melaju deh ke Salemba. Alhamdulillah jalanan lancar Bo,…banyak yang cuti juga nih orang kantoran, kaya si Ayah hehe.
Kenapa sih jauh-jauh amat mesti ke Carolus? Read the rest of this entry
Ih, si Abang udeh launching aje :P
Belakangan emang udah jarang antar jemput Daffa. Pagi biasanya papa yang antar pake motor sebelum papa akhirnya melesat ke stasiun ngejar kereta ke arah Sudirman. Pulang sekolah,mestinya aku yang jemput. Cuma belakangan karena sering kontraksi pas nyetir, mulai di kurangi juga. Akhirnya si Abang Daffa ngojek deh ditemani tantenya atau si Mba’. Read the rest of this entry
Mama papa yang ga laku :P
Duluuuu ya, nungguin Daffa untuk bisa panggil aku ‘mama’ aja rasanya seabaaaaddd deh… malah duluan dia bisa panggil papa kayanya *hiks, cemburu*. Kalo kata terapisnya dulu, Daffa itu bingung dengan panggilanku yang banyak. Papanya panggil aku ‘Adin’, walau akhirnya demi Daffa ngebiasain diri juga panggil ‘mama’. Trus tetangga di surabaya manggil aku ‘bu Sony’, si mba manggilnya ‘ibuk’ dan adik-adikku manggil ‘Niade’. Kalo papanya rata-rata orang lebih konsisten dengan ‘Pak’ dan aku juga ngebiasain diri kalo di depan Daffa panggilnya ‘Pa’… nah, mungkin karena itu deh dia lebih duluan panggil papa daripada mama… Read the rest of this entry
34w already :)
Kopi paste dari babycenter nih….tapi ku translete asal2n dulu yak
How your baby’s growing:
Berat baby K sekarang sekitar 4 3/4 pounds, (kalo aslinya sih pas 33w4d udah 2075gram ) (like your average cantaloupe) dan panjangnya hampir 18 inci (hayooo..kira2 berapa cm itu yah? ). Lapisan lemaknya — yang akan membantu dia meregulasikan temperatur tubuhnya ketika dia lahir — are filling her out, making her rounder. Kulitnya juga lebih halus dari sebelumnya.Sistem syaraf pusat nya mulai matang dan paru-parunya juga terus semakin matang.. .Kalo khawatir bakalan lahir prematur, perlu tau bahwa bayi yang lahir di antara 34-37 minggu ga punya masalah kesehatan,secara umum oke lah…Lega kan? Mungkin dia akan butuh waktu bbrp lama di runag rawat neonatus dan akan ada bberapa issu short-term health, tapi untuk selanjutnya sih, biasanya akan sebaik bayi yang lahir cukup bulan ((tapi tetep,maunya sesuai usia ya De’..).
Read the rest of this entry












