DaY 6y d@Y w!T4 yOu…


Capek,Daff?? Jalan lagi yuuuk…

Alhamdulillah,…minggu ini semua target makanan pokok Sensory integarasi Daffa tercapai. Berenang dua kali, berkuda satu kali, dan hiking (yang ga asal jalan-jalan ajah) juga tercapai!
Minggu pagi,jam 6.30 kita udah berangkat dari rumah.Meski Daffa masih pulas tidur,dan agak rewel ketika di bangunkan,di tega-tegain aja angkat Daffa dari peraduan untuk pipis, cuci muka di kamar mandi, dan langsung di gendong ke mobil. Ga mandi, masih setengah sadar…Maap ya Nak, biar kita ga kejebak macet di Puncak nanti karena tujuan kita kali ini adalah PERKEBUNAN TEH GUNUNG MAS,PTPN VIII.

Sampai di sana,pukul 8 pagi. Daffa di ganti bajunya,di cuci mukanya,dan didandanin sedikit biar ga keliatan kalo ga mandi hehehe…Sebenarnya ini udah perjalanan kedua ke sini, sebelum puasa kita kita sudah coba juga, trus sempat bolong hikingnya gara-gara sibuk cari sekolah dan rumah. Paling keliling sekitar Jakarta aja…

Sempat terjadi aksi ngambek sih,gara-gara Daffa ga dapat ijin untuk jajan chiki…Sampai akting pura-pura jatuhin badan ke jalanlah,dan menangis sejadi-jadinya! Aku sebenarnya udah ga tega ngeliatnya, untung aja si papa ‘keukeh’, Daffa pun akhirnya nurut tapi tak rela. Alias mau jalan lagi,tapi di gendong ! Yeee,maunya…Sudahlah, demi menghibur hatinya yang lara, sambil di gendong papanya dan nonton domba lagi ngegosip (alias mbak-mbek mulu ),kulanjutkan menyuapi dia sarapan pagi….

Subhanallah, meski bukan pertama kali ke sini, tetap saja terkagum-kagum dengan pemandangannya….Sayang melewatkan ipemandangannya bagus,foto dulu ah...ndahnya panorama, foto-foto deh…

nyoba ah jalan diantara dedaunan...

Daffa yang sudah lupa dengan kekecewaannya, langsung menunjukkan ‘asli’nya…Dengan riang dia lari-lari kecil di jalanan yang mulai menanjak diiringi papanya. Mamanya? hehehe….ga kuat lari,Nak…alhasil aku yang sering di tunggui Daffa. Tiba-tiba kepengen ngajak Daffa jalan diantara rimbunnya dedaunan teh, ngasih dia tantangan baru…Daffa asyik-asyik aja.

mak....capeeekkk...Setengah jam jalan, akhirnya dia nyerah juga….Jatuhin badan di rumput,atur nafas,santaiiii….Kalo Daffa sudah bisa ngerasain capek,ini sebuah kemajuan untuk dia.Berarti salah satu tujuan hiking terpenuhi,yaitu kemampuan regulasi diri! Jadi,selain hiking ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan otot (proprioceptive),keseimbangan (vestibular),sentuhan/peraba (tactile), juga agar anak bisa meningkatkan awareness terhadap bahaya,lingkungan,dan tubuhnya.

Tiga bulan yang lalu, Daffa kuat jalan sampai 2 jam lamanya,dan itu diselingi lari-lari kecil segala. Apakah dia capek? Tentu. Tapi tubuhnya belum ‘ngeh’ , dan dia tak tau bagaimana berhenti…Ketika jalannya mulai tersandung-sandung, tanpa dia minta, papanya menggendong Daffa. Alhamdulillah, sekarang kalau lelah dia akan duduk sendiri,dan kalau haus, dia inisiatif bilang,”Taduuu!”Bahasanya Daffa untuk ‘minum’ :D

Jam 9.30 kita sampai kembali ke parkiran,siap-siap untuk pulang…

Jadi,bagaimana sayangku?

Hiking asyik kan?



Insyaallah kita bisa,Nak…Bismillah saja.
November 19, 2008, 3:42 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Tidak bermaksud berkeluh kesah,aku hanya sedang merasa gundah…

Sudah dua hari Daffa diet.

Masih makan beras biasa sih (beras organik pesananku belum diantar), tapi sudah tidak minum susu soya lagi. Kemaren alhamdulillah nemu juga alamatnya yang jual susu kambing dan deket rumah.Langsung pesan dan diantar. Dan seperti yang ku duga,Daffa menolaknya. Ga pake ngamuk,alhamdulillah. Hanya menolak saja. Ku masukkan ke dalam dot susunya, Daffa bergeming dengan asyik menggigit ujung dotnya.

Seperti biasa, bila hendak tidur dan sudah merasa mengantuk,Daffa akan bilang,”Tutu…” Tapi setelah dia cicipi dotnya, dia urung mengisapnya. Alhasil,malam itu dia sukses tidur tanpa kenyat-kenyot,seperti ritualnya yang biasa…Kasian sekali melihat dia bolak-balik gelisah,mengantuk tapi tak bisa bablas…Bagi Daffa, dot itu bukan masalah lapar atau haus,tapi pemenuhan rasa nyaman…Dan, kali ini dia harus belajar jatuh tidur tanpa bantuan ngenyot susu,cukup dengan usapanku di punggungnya saja,sampai lebih satu jam lamanya…. (lagi…)



Cek Alergi dengan Bio-resonansi
November 17, 2008, 5:58 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , ,

Hari ini kita Klinik Alergi Tebet. Biasa,masih dalam rangka berusaha yang terbaik untuk Daffa.Sebenarnya terapi alergi dengan cara Biofisika dengan menggunakan resonansi ini sudah lama di rekomendasikan oleh piskolognya Daffa di Surabaya dulu. Alhamdulillah baru sekarang nemu nomor telpon kliniknya,dan di izinkan-Nya untuk berkunjung ke sana….

Teknik resonansi ini bener-bener tidak sakit sama sekali. Tidak menggunakan zat-zat kimia ataupun jarum suntik yang bisa bikin anak sakit dan trauma. Hanya menggunakan alat seperti bandul,plat (elektroda) dan preparat berbagai jenis alergen. Daffa saja selama pemeriksaan sampai sempat ketiduran segala…Jadi nyaman deh…Non invasif,tanpa obat,tanpa rasa sakit dan cocok uNtuk semua usia,bahkan bayi sekalipun.

Pemeriksaan dan konsultasi selama 3 jam,menghasilkan bahwa: ternyata Daffa alerginya BANYAAAKKK sekali…hiks! (lagi…)



Tak ada tipi untukmu….
November 14, 2008, 1:39 pm
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , , ,
Entah karena emang bingung mo ngerjain apa atau memang sudah candu, Daffa sukaaaa sekali nyalain TV. Bangun tidur,langsung TV. Kadang kita sengaja cabut stop kontaknya, tapi ternyata dia tau dan memaksa kita untuk colokin kembali…Sebenarnya dari awal, kita sudah tau bahwa TV itu lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya. Jangankan untuk anak special needs,untuk anak normal saja sebenarnya hanya diperbolehkan menonton TV sekitar 2 jam sehari, itu pun dengan pantauan orang tua…Dan Daffa sudah suka TV,khususnya iklan sejak dia masih bayi….Sungguh menghipnotis…Membuatnya tampak anteng,tapi sebenarnya menumpulkan otaknya dan merangsang prilaku asosial dan hiperaktif… (lagi…)


Kembali ke Awal…
November 11, 2008, 6:38 pm
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag:

Untuk bisa menerima sesuatu yang kita miliki kini, terkadang kita harus bercapek-capek dulu melihat ke luar diri…

Kemaren,aku bisa mengatakan banyak alasan kenapa kami harus pindah dari sini. Daffa yang belum ada teman bermain di sekitar rumah, aku yang hampir tak punya teman baru, merasa terisolir, rumah yang terlalu besar untuk kami bertiga,dan alasan terkuat: ingin menyekolahkan Daffa di sekolah alam.

Kami sudah mendaftar di sekolah alam ciganjur,bahkan sudah sampai tahap interview dengan orang tua. Memiliki harapan yang sangat besar untuk menyekolahkan Daffa di sana, kami pun berusaha untuk bisa mendapatkan tempat tinggal di sana bila Daffa di terima. Tidak ketemu di Ciganjur, hunting berlanjut ke wilayah Depok yang kira-kira masih ada akses ke Ciganjur…Dan singkat cerita, hasil ngubek2 dua wilayah itu selama berminggu-minggu,dari niat beli rumah sampai memutuskan mengontrak saja, tidak membawa hasil…Tak berjodoh dengan rumah manapun, dan kemudian tak berjodoh pula dengan Sekolah Alam Ciganjur…Kami tidak diterima, karena quota untuk anak Special Needs di kelas Play groups sudah penuh….

Cari sekolah alam yang lain….

Sasaran berikutnya adalah Sekolah Alam Depok di Sawangan dan School of Universe (SoU) di Parung….Mak, jauhnya…. (lagi…)



Diet itu memang susyah!
November 5, 2008, 3:29 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Hari ini adalah kali kedua Daffa terapi SI lagi sesudah libur lebaran. Menurut terapisnya, hari ini lumayan bagus, kontrol tubuh dan interaksi sosial ada peningkatan.

Di sana, aku sempat ngobrol dengan orang tua lain yang anaknya juga terdiagnosis autism. Sambil mengamati anaknya bermain dengan terapis, si Ibu sempat share bahwa nafsu makan anaknya jauh membaik sejak di kasih vitamin oleh ahli gizi. Dia makan dengan lahap, selain nasi, cemilan juga dihantamnya….Sampai-sampai satu kaleng biskuit K****G***,dihabiskan sendiri olehnya.

Saat itu aku melihat, anak ini tak seperti biasanya.Dia punya jadual yang sama dengan Daffa dengan terapis yang berbeda,sehingga aku bisa juga iseng mengamati anak lainnya. Hari ini,anak ini,, tampak excited yang menjurus ke hiperaktif. Biasanya dia cenderung diam dan ogah-ogahan.

Keherananku terkonfirmasi ketika terapisnya bertanya pada si Ibu,

“Dia juga doyan biskuit,coklat dan sejenisnya,Bu?”

“Oh,iya, semua dimakannya…”timpal si Ibu.

“Wah, ini nih penyebabnya….Hari ini dia ga konsen,Bu…banyak geleng-geleng ,muter-muternya. Wah, sulit ini ngajarin dia ngomong,kalo bawaannyo mondar-mandir mulu” geleng-geleng kepala terapisnya.

Aku tercenung sendiri. (lagi…)