Terapi Alergi: in progress
Di sini, pertama di cek logam berat dulu. Daffa kena 6 jenis logam berat, beda dengan hasil test di Tebet yang hampiiiirrr semua logam berat sensitif untuk Daffa. Bingung juga sebenarnya…Tapi karena dari hasil cek darah dan feses 2 tahun lalu, Daffa memang keracunan logam berat: Hg,Cd,dan Pb, jadi aku ikut dokter yang ini saja…Menurut hasil test beliau. selain yang 3 di atas,Daffa juga kena untuk Al,Vanadium,dan satu lagi apa yah? Kok lupa. Setelah di detoksifikasi dua kali, barulah Daffa menjalani terapi eliminasi untuk 6 logam ini. Sudah selesai beberapa minggu yang lalu.Terapinya juga santai kok, ga ada prosedur invasif (memasukkan alat ke dalam tubuh spt suntikan ),jadi ga traumatis untuk anak. Lihat saja aksinya Daffa…
Mencoba, selagi tidak berbahaya, tak ada salahnya.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Januari 27, 2009, 11:21 am
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: alergi, anak special needs, biofisika, detoksifikasi, diet, hiperaktif, logam berat, sensori integrasi, susu kambing
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: alergi, anak special needs, biofisika, detoksifikasi, diet, hiperaktif, logam berat, sensori integrasi, susu kambing
Kalau lagi ga mood nulis, emang agak garing kalo di paksain. Nah,ceritaku kali ini sebenarnya bukan berita baru seh, cuma belum ada saat yang tepat aja untuk share di sini…
Daffa sebenarnya udah ada dua bulanan ini terapi alergi di RS.OMNI. Jadi bukan di klinik tebet lagi seperti dalam ceritaku: Cek Alergi dengan Bioresonansi. Selain karena yang di OMNI lebih dekat dengan rumah, dokternya juga yang udah senior untuk teknik biofisika ini, dan…seperti yang disarankan banyak orang, barangkali kita memang harus cari second opinion,karena di KLinik Tebet, Daffa terdeteksi memiliki daftar alergen sampai 130 macam! Pusing kan?
Ternyata, dengan metoda yang sama, hasilnya bisa beda.
Di sini, pertama di cek logam berat dulu. Daffa kena 6 jenis logam berat, beda dengan hasil test di Tebet yang hampiiiirrr semua logam berat sensitif untuk Daffa. Bingung juga sebenarnya…Tapi karena dari hasil cek darah dan feses 2 tahun lalu, Daffa memang keracunan logam berat: Hg,Cd,dan Pb, jadi aku ikut dokter yang ini saja…Menurut hasil test beliau. selain yang 3 di atas,Daffa juga kena untuk Al,Vanadium,dan satu lagi apa yah? Kok lupa. Setelah di detoksifikasi dua kali, barulah Daffa menjalani terapi eliminasi untuk 6 logam ini. Sudah selesai beberapa minggu yang lalu.Terapinya juga santai kok, ga ada prosedur invasif (memasukkan alat ke dalam tubuh spt suntikan ),jadi ga traumatis untuk anak. Lihat saja aksinya Daffa…

duduk anteng di terapi sambil di suguhi "Tom & Jerry"
Lanjut ke tahap berikutnya. Makanan.
Juga ‘cuma’ terdeteksi 6 item.
Beras,ketan,susu,terigu,msg dan gula.
Minggu ini tinggal msg dan ketan. Sesudah itu kita konsul ke dokter lagi untuk melihat hasilnya,apakah masih reaktif atau tidak untuk Daffa.
Bedanya lagi dengan yang di Tebet, dokter di sini tidak memaksakan diet. Menurutnya, anak yang sedang dalam masa pertumbuhan,jangan terlalu di pantang. Yang penting, alerginya di atasi,sehingga badannya bisa menerima makanan itu dengan baik,
Jadi, kami pun mulai longgar…
Sekarang Daffa mulai ku kasih roti, kemudian ku pantau reaksinya. Alhamdulillah,tak ada perubahan yang mengkhawatirkan. Tidurnya tidak terlalu larut,yah…masih diatas jam 10 malam sih, tapi tidak gelisah. Emosinya masih bisa terkendali, jarang ngamuk ga jelas seperti sebelumnya. Pokoknya, kalau aku sudah merasa ada sesuatu yang out of control dalam dirinya, makanan “enak” nya ku stop dulu deh…Tapi sampai hari ini,masih OK. Padahal udah 3 hari ini aku kasih dia es krim. Daffa bobotnya turun sampe hampir dua kilo nih, jadi aku lagi semangat-semangatnya ngasih dia makan apa saja. Asal bukan cemilan gurih yang cuma enak di lidah tapi ga ada gizinya, tetap tak ku izinkan.
Berarti susu Daffa udah susu sapi lagi dong?
Ga juga, aku masih belum berani,karena susu itu kan minumnya rutin.Khawatir jadi pemicu lagi.Pagi minum susu kedelai,malam minum susu kambing organik.Dan dari hasil browsing, susu kambing lebih unggul di banding susu sapi.Tapi sesekali bolehlah dia minum susu UHT. Buat variasi rasa aja.
Begitulah…
Aku tak bisa bilang bahwa terapi ini (kunjungi aja: http://bio-e.net )yang membuat Daffa bisa ’survive’ untuk mengkonsumsi apa yang selama ini jadi makanan pengganggu dalam tubuhnya. Sejujurnya, terapi ini masih pro kontra. Banyak juga yang menganggap bahwa terapi ini NO EVIDENCE! Sama seperti halnya terapi Sensori Integrasi, aku pernah di kritik di sebuah mailing list kesehatan karena share tentang SI, katanya SI itu ga ada bukti. Sempat sakit hati dengan pendapatnya yang menyudutkan, tapi toh….yang MENJALANI adalah kami ,bukan?
Kalau setiap terapi untuk anak kebutuhan khusus (yang para ahli saja masih sering tak sepakat soal penegakan diagnosis dan penanganannya),harus menunggu justifikasi EBM (terbukti secara medis), apakah kami orang tua harus berpangku tangan sampai orang-orang yang berkompeten dalam hal ini menemukan FORMULA yang tepat bagaimana menanganinya?? Tidak,kan?
So, depends on you,Parents….
Mencoba, selagi tidak berbahaya, tak ada salahnya.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>





mbak, lakuin yang menurut hati dan pikiran mbak bener…karena pada akhirnya kita yg menentukan kok!! salut buat mbak ade!!!
Komentar oleh nova, bundakay Januari 29, 2009 @ 9:25 amMau sharing nih, anakku Lalang (10 th) juga punya cerita, umur 4 th baru bisa ngomong, sebelumnya hanya bisa menyebutkan satu kata saja misal mobil, maem, mamah, bapak dll tidak lebih dari 28 kata, dan tidak bisa merangkai kata misal “Lalang mau pipis”, bisanya ya “pipis” gitu aja. Suka jalan jinjit muter2 tanpa sebab, kami kuatir kena autis. Pernah ke tumbuh kembang anak … eh dokternya (apa co ass) bilang “harus bisa menerima kenyataan …. (lhadalah) apa pula ini tanpa diagnosa yg jelas. Umur 4 th kami ada rezeki dan mengadakan aqiqoh dengan 2 kambing besar, saya bilang “Le dipotongin kambing 2 nanti Lalang terus bisa ngomong ya … dia cuma bilang “ya”. Pas aqiqoh yg motong kambing baru pulang haji bawa air zam-zam, kami berdoa dan meminumkan air zam-zam ke Lalang. Seminggu setelah aqiqoh Lalang bisa bicara lancar begitu saja … (Subhanallah, ya Alloh anak kami sudah tidak tergadai lagi). Usia 5 th masuk TK kecil dan besar lancar … usia 6 th didiagnosa kena flek paru2, minum obat rutin 1 tahun dan dinyatakan sembuh. Masuk SD kelas 1 sampai sekarang kelas 4 masuk ranking terus (biasanya rangking 3 dikelas, Alhamdulillah). Saat ini Lalang ada masalah dengan alergi (sudah 1,5 th) tiap sore antara jam 16 – 18 batuk2 sampai muntah mengeluarkan lendir, setelah muntah batuknya otomatis hilang, jika kami beri Ceterizine 5mg maka seharian dia tidak ada masalah, tapi kasihan jg kalo tiap hari minum ceterizine, rencananya akan kami coba terapi Bio E Resonansi, sekarang sedang cari2 referensi …. mohon doanya. Salam
Komentar oleh Benie Roedjito Maret 18, 2009 @ 10:51 amSetelah cari2 dan baca2 referensi terapi Bio E Resonansi salah satu yang saya temukan adalah http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/10/bioresonansi-biocom-vega-biotensorbio-e-tidak-direkomendasikan/
Komentar oleh Benie Roedjito Mei 4, 2009 @ 8:46 amterimakasih bunda Daffa sdh sharing tentang terapi alergi dengan bio-e
Komentar oleh Dr Ali Senjaya Mei 13, 2009 @ 9:24 am90% pelaksana medis di bio-e indonesia adalah penderita alergi
yang semuanya di diagnose dan di terapi oleh DR Dr Aris Wibudi, Sp PD yang di RS Omni Pulomas
setelah kami mengalami kesembuhan dan belajar ilmunya, akhirnya kami meutuskan utk menyebarluaskannya di Indonesia dengan resiko di musuhi sejawat yang kontra dengan metode ini
bila memang tidak ada efek yang membahayakan bagi kita atau anak kita, apakah kita harus menunggu untuk mendapatkan solusinya yang entah samapai kapan …