Sewaktu masih di Surabaya, bila ada film bagus yang sesuai seleraku dan Uda, kita akan menyelinap ke bioskop pas jam tidur Daffa dan menitipkannya kepada si mba yang sudah di percaya. Tidak sering sih, paling Harry Potter dan apalagi ya?Film Ayat-ayat Cinta juga termasuk yang kami sempatkan untuk nonton berdua. Dan itu film Indonesia pertama yang kami minati. (lagi…)
Jauhhhh…sebelum dia bisa memanggil mama dan papa,Daffa sudah bisa bersenandung. Tanpa lirik,dengan nada yang tepat. Jadi aku memang tidak heran bila mendengar suaranya menyanyikan entah apa.
Cuma nih…di rumah TV masih non-aktif, dan radio pun jarang bisa on air karena Daffa -entah kenapa- merasa terganggu mendengarkannya. Di mobil pun aku sering harus menahan diri untuk tidak mendengarkan musik karena Daffa jadi gelisah karenanya. Dan bila aku bernyanyi, dia akan membekap mulutku.Yang terakhir ini, mengingat kualitas suaraku,aku sih maklum saja hahahaha…. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)




