Dua bulan Kayyisa: tongue tie dan susu formula
Memasuki bulan kedua kehidupan Kayyisa…
Sejujurnya, di luar masalah ASI, segalanya indah dan baik-baik saja.
Kayyisa bayi yang anteng, cantik, easy to love..
Tapi ASI adalah hal terpenting dalam hidupnya, jadi bagaimanapun itu menjadi perhatian utama aku dan ayahnya…
Setelah 4 hari mendapatkan asi donor, dan masih tetap menyusu denganku tentu saja, minggu kelima usianya kita timbang berat badannya.
Alhamdulillah sudah 3300g sekarang, naik 100g di banding minggu lalu.
Waktu itu kita menimbang di markas sehat, sekalian aku konsul ulang dengan konselor laktasi ku, ikut pelatihan KLASI (Kelas ASI), dan janjian ketemu dengan Ibu susu Kayyisa, sekalian beliauĀ bawa tambahan ASIP (ASI perah)nya untuk Kayyisa.Alhamdulillah, bliau bekali Kayyisa 1,5 liter ASIP nya… Ku titipkan sesuatu juga untuk saudara susu Kayyisa, sebagai tanda terima kasihku…
Dalam seminggu itu, aku selalu catat intake dan output Kayyisa. Berapa kali aku menyusuinya, berapa lama, berapa banyak ASIP yang berhasil masuk dan berapa kali buang air kecil Kayyisa. Waktu itu masih ada ibunda tercinta yang menemani,bliau telateeeen banget menyendoki Kayyisa, namun yang jadi kesulitan adalah Kayyisanya tidurrrrrr terussss….sulit untuk dibangunkan. Tak sedikit ASI cuma meleleh-leleh saja di sudut bibir dan dagunya.
Sedih jadinya.
Tapi Alhamdulillah, usia 6 minggu berat badannya nambah sudah jadi 3500g. Horeeeee, alhamdulillah…
Sebenarnya selang waktu itu, ada banyak masukan yang aku terima dari teman-teman milis.
Salah satunya adalah untuk cek kondisi lidah Kayyisa, karena kalau di lihat dari ceritaku bahwa Kayyisa hisapannya lemah dan selalu jatuh tertidur setiap kali di susui, barangkali saja memang ada masalah dengan lidahnya.
Akhirnya tanggal 27 July 2011, usia kayyisa 1 bulan 15 hari, Kayyisa kami bawa konsultasi ke dokter AP di RSIA KMC.
Dia lihat cara aku menyusui, dan dia cek lidah Kayyisa, dan dengan yakin dia katakan bahwa Kayyisa punya Tongue Tie (apa ya bahasa indonesianya? ) dan perlu di insisi.
Sebelumnya aku sudah cari tau tentang tongue tie ini, dan sudah minta konselor laktasiku dan dokter di markas sehat untuk cek, apakah ada tongue tie nya Kayyisa isi? Mereka bilang sih tidak, jadi agak kaget juga ketika Dr.AP ini bilang Kayyisa ternyata tongue tie. (Tentang tongue tie sila baca di sini)
Intinya tongue tie ini sangat berpengaruh pada kemampuan anak menyusu,karena akan mengganggu perlekatannya. Menurut dokter AP, harusnya ketika ASI ku ga juga kunjung banyak, aku segera bawa ke sana, karena jika terlambat seperti ini, ASI ku akan semakin ngedrop produksinya karena hormon prolaktin y ang dihasilkan karena rangsangan hisapan bayi tidak kunjung terbentuk.
Jadi, lidah Kayyisa harus di insisi, dan aku harus relaktasi.
Barangkali karena merasa mendapat jawaban kenapa ASIku masih macet saja, dan si Tongue Tie inilah penyebabnya, aku dan ayahnya bersedia dilakukan insisi. Aku sempat bertanya, tipe berapa Tongue tie nya? Dokternya bilang,syukurnya tipe 3, tipe yang ringan, tapi tetap berpengaruh pada proses menyusui..
Insisi akhirnya dilakukan saat itu juga, prosesnya cepat, bawah lidah Kayyisa di gunting sedikit,jebret! dan dia langsung di susukan padaku. Tangisnya kencang sekali, sungguh mengiris hati….
Setelah itu memang kurasakan perbedaan hisapan Kayyisa saat menyusu, tapi tidak banyak…Dia menyusu tetap ogah-ogahan, masih banyak tidurnya…
Menyusui lanjut.
Pompa dan perah di teruskan untuk merangssang ASI
ASI donor tetap ku berikan meski mulai kukurangi karena,pertama: stok nya menipis dan kami sungkan minta lagi, dan kedua,aku merasa ASI ku mulai banyak,meski mungkin itu hanya perasaanku saja.
Suatu hari, di saat ASI donor habis, ayahnya yang sedang tidak di rumah, sms akuĀ menyatakan bahwa dia keberatan untuk ambil ASI donor lagi. Usahakan saja dari ASI ku sendiri, atau dengan berat hati, mulai saja pemberian susu formula.
Untuk pertama kalinya sejak Kayyisa lahir dari rahimku, aku menangis sejadi-jadinya….
Aku sungguh merasa tak berdaya, aku merasa iba pada anakku, memiliki ibu yang tak bisa memberinya air susu…
Sakitnya di induksi saat melahirkan dia, rasanya tak seberapa di banding hancurnya hatiku ini….
ya Allah…. tolong hambaMu ini….
Ketika ayahnya sampai di rumah, kami bicara lagi dari hati ke hati.
Alasan kenapa dia tidak nyaman dengan ASI donor, dan alasan kenapa aku tetap bersikukuh untuk berikan ASI pada Kayyisa meski bukan ASI dariku…
Kesepakatan di buat:Tambahan ASI donor di berikan maksimal sampai Kayyisa usia 2 bulan, selama itu aku harus tetap ekstra usaha supaya ASI ku lancar. Kita berdua sama-sama berdoa, usia 2 bulan Kayyisa sudah bisa full ASI dariku…
Usia 2 bulan, kami berencana untuk konsultasi dengan dr.Endah yang banyak di rekomendasikan rekan milis karena pro ASI dan RUM (Rational of Use MEdicine). Kami mengejarnya sampai ke RSAB Harapan Kita, karena kalau di KMC antriannya panjaaaaang sekali. Tapi tidak berjodoh. Akhirnya ketemu dengan dokter anak lain, yang juga ahli gizi….
Di timbang, BB Kayyisa 3800 g.
Hanya bertambah 600 g saja dari berat lahirnya.
Tapi panjang badan sesuai usianya, sudah 55cm waktu itu…
Intinya Kayyisa ketinggalan jauh.
Programnya adalah harus di tambah suplemen ASI donor atau susu formula sebanyak 800 ml sehari. Program 80 mlx 10
Wuihhh kebayang banyaknya, Kayyisa di sendokin 50cc aja udah beleppotan kemana-mana.
So, hari itu berakhirlah ASI Ekslusif Kayyisa.
Tapi aku sudah rela…
Aku toh sudah berusaha dan berdoa.
Allah juga yang tentukan hasilnya.
Yang pasti, aku belum akan menyerah.
Aku akan tetap menyusuinya, meski hanya beberapa tetes yang bisa ku berikan, tetap akan ku lanjutkan.
Bismillah.
Posted on September 27, 2011, in Tentang aku dan pikirku. Bookmark the permalink. 5 Komentar.








jadi tongue tie itu kaya ada jaringan di bawah lidah yang agak ngeganjal gerakan lidah Kayyisa ya, De? hasil setelah inisiasi gimana De?
Bacanya sampe nyesek…
hmmm…baca perjuangan mb Ade ikutan sedih. perjuangannya luar biasa tuk bisa berikan ASI tuk Kayyisa. semangat ya Mbak Adee…..*hug
setelah dapet 2nd opinion dan skrg kayyisa campur sufor, mbak balik lg nggak ke dr.AP??soale kasus kita sama cuma bedanya ayub dah mau 3bln dan dah 3x insisi, tp beratnya jg nggak naik signifikan dan msh di bwh percentile 3
ibu tetap hebat,,setidaknya udah berusaha sebisanya,salut……
terimakasih utk semua yg dah mampir: raya,kak cut,mba prima dan mama syifa…
honestly,berat membicarakan ini, banyak impact di belakangnya yg mengikuti.
saya masih perlu berdamai dengan diri saya tentang “ketidakbisaan” saya memberikan ASI exclusif.
I am still wondering why…
utk mba prima,insyaallah saya japri ya…
saya kantongi dulu alamat emailnya