DaY 6y d@Y w!T4 yOu…


Terapi Alergi: in progress

Kalau lagi ga mood nulis, emang agak garing kalo di paksain. Nah,ceritaku kali ini sebenarnya bukan berita baru seh, cuma belum ada saat yang tepat aja untuk share di sini…

Daffa sebenarnya udah ada dua bulanan ini terapi alergi di RS.OMNI. Jadi bukan di klinik tebet lagi seperti dalam ceritaku: Cek Alergi dengan Bioresonansi. Selain karena yang di OMNI lebih dekat dengan rumah, dokternya juga yang udah senior untuk teknik biofisika ini, dan…seperti yang disarankan banyak orang, barangkali kita memang harus cari second opinion,karena di KLinik Tebet, Daffa terdeteksi memiliki daftar alergen sampai 130 macam! Pusing kan? (lagi…)



Lagi mo nyampah aja…
Januari 8, 2009, 11:34 am
Diarsipkan di bawah: diet daffa, think about... | Tag: ,

Hampirrr tiap sebentar Daffa merengek,” Mam, enam…enam…”(catt: daffa punya tren baru, setiap kata diakhiri huruf ‘m’)* Maksudnya,”Ma, enak…enak…”, maksudnya lagi,” ma, minta snack!” (lagi…)



Insyaallah kita bisa,Nak…Bismillah saja.
November 19, 2008, 3:42 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Tidak bermaksud berkeluh kesah,aku hanya sedang merasa gundah…

Sudah dua hari Daffa diet.

Masih makan beras biasa sih (beras organik pesananku belum diantar), tapi sudah tidak minum susu soya lagi. Kemaren alhamdulillah nemu juga alamatnya yang jual susu kambing dan deket rumah.Langsung pesan dan diantar. Dan seperti yang ku duga,Daffa menolaknya. Ga pake ngamuk,alhamdulillah. Hanya menolak saja. Ku masukkan ke dalam dot susunya, Daffa bergeming dengan asyik menggigit ujung dotnya.

Seperti biasa, bila hendak tidur dan sudah merasa mengantuk,Daffa akan bilang,”Tutu…” Tapi setelah dia cicipi dotnya, dia urung mengisapnya. Alhasil,malam itu dia sukses tidur tanpa kenyat-kenyot,seperti ritualnya yang biasa…Kasian sekali melihat dia bolak-balik gelisah,mengantuk tapi tak bisa bablas…Bagi Daffa, dot itu bukan masalah lapar atau haus,tapi pemenuhan rasa nyaman…Dan, kali ini dia harus belajar jatuh tidur tanpa bantuan ngenyot susu,cukup dengan usapanku di punggungnya saja,sampai lebih satu jam lamanya…. (lagi…)



Cek Alergi dengan Bio-resonansi
November 17, 2008, 5:58 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , ,

Hari ini kita Klinik Alergi Tebet. Biasa,masih dalam rangka berusaha yang terbaik untuk Daffa.Sebenarnya terapi alergi dengan cara Biofisika dengan menggunakan resonansi ini sudah lama di rekomendasikan oleh piskolognya Daffa di Surabaya dulu. Alhamdulillah baru sekarang nemu nomor telpon kliniknya,dan di izinkan-Nya untuk berkunjung ke sana….

Teknik resonansi ini bener-bener tidak sakit sama sekali. Tidak menggunakan zat-zat kimia ataupun jarum suntik yang bisa bikin anak sakit dan trauma. Hanya menggunakan alat seperti bandul,plat (elektroda) dan preparat berbagai jenis alergen. Daffa saja selama pemeriksaan sampai sempat ketiduran segala…Jadi nyaman deh…Non invasif,tanpa obat,tanpa rasa sakit dan cocok uNtuk semua usia,bahkan bayi sekalipun.

Pemeriksaan dan konsultasi selama 3 jam,menghasilkan bahwa: ternyata Daffa alerginya BANYAAAKKK sekali…hiks! (lagi…)



Diet itu memang susyah!
November 5, 2008, 3:29 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Hari ini adalah kali kedua Daffa terapi SI lagi sesudah libur lebaran. Menurut terapisnya, hari ini lumayan bagus, kontrol tubuh dan interaksi sosial ada peningkatan.

Di sana, aku sempat ngobrol dengan orang tua lain yang anaknya juga terdiagnosis autism. Sambil mengamati anaknya bermain dengan terapis, si Ibu sempat share bahwa nafsu makan anaknya jauh membaik sejak di kasih vitamin oleh ahli gizi. Dia makan dengan lahap, selain nasi, cemilan juga dihantamnya….Sampai-sampai satu kaleng biskuit K****G***,dihabiskan sendiri olehnya.

Saat itu aku melihat, anak ini tak seperti biasanya.Dia punya jadual yang sama dengan Daffa dengan terapis yang berbeda,sehingga aku bisa juga iseng mengamati anak lainnya. Hari ini,anak ini,, tampak excited yang menjurus ke hiperaktif. Biasanya dia cenderung diam dan ogah-ogahan.

Keherananku terkonfirmasi ketika terapisnya bertanya pada si Ibu,

“Dia juga doyan biskuit,coklat dan sejenisnya,Bu?”

“Oh,iya, semua dimakannya…”timpal si Ibu.

“Wah, ini nih penyebabnya….Hari ini dia ga konsen,Bu…banyak geleng-geleng ,muter-muternya. Wah, sulit ini ngajarin dia ngomong,kalo bawaannyo mondar-mandir mulu” geleng-geleng kepala terapisnya.

Aku tercenung sendiri. (lagi…)