Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: renang, sensori integrasi, vestibular
Tumben nih dalam semalam nulis double hehehe….
Pengen pamer lagi nih
,Daffa sekarang aktivitasnya udah nambah lho. Ya sekolah dari hari Senin sampe Jumat, Terapi wicara tiap Senin, Terapi Sensori Integrasi tiap Selasa,dan Terapi Okupasi tiap Kamis. Sibuk banget? Ah ga kok…..Terapi cuma satu jam-an,pa lagi anaknya hepi hepi aja. Doi justru jadi ga jelas karena energinya ga tersalurkan. Dan, sudah dua kali ini dia ikut les berenang…
Emang penting gitu? (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, gunung pancar, hiking, proprioceptive, sensori integrasi, tactile, vestibular
Jujur ajah, ini postingan yang tertunda… sayang bila di lewatkan.
Setelah 4 minggu berturut-turut hiking di perkebunan teh gunung mas, akhirnya kita bosan juga.Padahal setiap kali ke sana pasti dengan rute yang berbeda.Sesuai dengan yang di rekomendasikan oleh AyoMain akhirnya kita jalan deh ke Gunung Pancar,Sentul.
Ternyata di sini lebih OK! Medannya lebih seru. Tanjakan dan turunanannya menantang…Kita ke sini ga cuma bertiga, tapi ada tante,om dan anaknya Yudhis,yang SN juga.Semakin rame semakin asyik!
Karena belum pada sarapan,(dan memang di sengaja), kita cari deh tuh lokasi yang enak untuk makan.Jalan sebentar…..eh,nemu batu yang guedeee banget! Hm,kayanya bisa buat “meja makan” kita deh…Kita panjat, dan cari posisi yang enak tuk ngeganjel perut. Nikmaaatt…makan di tengah hutan pinus, nongkrong di atas batu. Subhanallah….
Abis makan,lanjut lagi dong jalannya….Ayo,semangat! Dan karena sepertinya habis di guyur hujan semalam, jalanan agak licin…tapi ternyata anak-anak tetep okeh,alhamdulillah…Yudhis yang baru 3 kali ikut kami hiking,tampak menikmati juga. Jago juga dia, kuat pula. Padahal badannya lebih kecil dari Daffa, tapi ga kalah dooong…*yang kalah emaknya Daffa: ketinggalan mulu!*

Ayo Yudhis...!! Kamu Bisa. Tenang,....ada ayah bunda kok. Lompat,hap!

Daffa asyik lihat daun yang buesarrr....Jadinya papa aja nih yang sadar kamera! Hidup daun!
Ada kali yah….kita jalannya sampe 2 jam-an. Mayaannn…capek! Pa lagi tuh bocah berdua. Nah biar pada seger,kita sekalian deh mandi di sana. Ha?? Mandi di gunung? Hehehe, belom tau ya, Gunung Pancar itu, selain bisa untuk hiking ria, atau sepeda gunung, di sono adalah kawasan pemandian air panas lho! Banyak orang yang terapi atau sekedar rekreasi datang ke sana. Sayang nih, daku ga ambil fotonya…..
Tgl 25 kemaren,kita kembali hiking ke sana. Kali ini Yudhis ga ikut karena sakit *dah sembuh,sayang?*.Tapi ada adik iparku,sekalian kita ajak deh…Kita ambil rute yang lain dari yang sbelumnya, dan karena abis di guyur hujan juga,kali ini malah lebih licin lagi!

Becek dan licin...tetep harus dilewati....semangat!
Daffa belajar banyak lho dari hiking ini.
Latihan keseimbangan, postur tubuh, juga ngasih makan sensory visual dan auditory-nya…Banyak hal yang bisa ditemukan di hutan: pohon, daun, tanah, batu, kupu-kupu,semut,capung,ulat,air yang mengalir,suara desau angin,aneka hewan,dan sebagainya…
Bawa anak hiking?
Layak kok di coba.
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi, think about... | Tag: autism, diet, milestone
Woi,daku macet lagi!
Sayang banget sebenarnya melewatkan beberap moment tanpa mengabadikannya di blog ini…Yah,daku kan pelupa, sapa tau wordpress bertahan sampe daffa dewasa,dan dia bisa baca gimana masa kecilnya….Kalau ngarepin daku cerita ulang sih, ga janjiii….Banyakan lupa daripada ingatnya…
Jadi,ada apa saja belakangan ini?
Pertama,
Daffa sukses lepas dari DOT! Alhamdulillah… (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi, think about... | Tag: perkebunan teh gunung mas, proprioceptive, sensori integrasi, tactile, vestibular
Alhamdulillah,…minggu ini semua target makanan pokok Sensory integarasi Daffa tercapai. Berenang dua kali, berkuda satu kali, dan hiking (yang ga asal jalan-jalan ajah) juga tercapai!
Minggu pagi,jam 6.30 kita udah berangkat dari rumah.Meski Daffa masih pulas tidur,dan agak rewel ketika di bangunkan,di tega-tegain aja angkat Daffa dari peraduan untuk pipis, cuci muka di kamar mandi, dan langsung di gendong ke mobil. Ga mandi, masih setengah sadar…Maap ya Nak, biar kita ga kejebak macet di Puncak nanti karena tujuan kita kali ini adalah PERKEBUNAN TEH GUNUNG MAS,PTPN VIII.
Sampai di sana,pukul 8 pagi. Daffa di ganti bajunya,di cuci mukanya,dan didandanin sedikit biar ga keliatan kalo ga mandi hehehe…Sebenarnya ini udah perjalanan kedua ke sini, sebelum puasa kita kita sudah coba juga, trus sempat bolong hikingnya gara-gara sibuk cari sekolah dan rumah. Paling keliling sekitar Jakarta aja…
Sempat terjadi aksi ngambek sih,gara-gara Daffa ga dapat ijin untuk jajan chiki…Sampai akting pura-pura jatuhin badan ke jalanlah,dan menangis sejadi-jadinya! Aku sebenarnya udah ga tega ngeliatnya, untung aja si papa ‘keukeh’, Daffa pun akhirnya nurut tapi tak rela. Alias mau jalan lagi,tapi di gendong ! Yeee,maunya…Sudahlah, demi menghibur hatinya yang lara, sambil di gendong papanya dan nonton domba lagi ngegosip (alias mbak-mbek mulu ),kulanjutkan menyuapi dia sarapan pagi….
Subhanallah, meski bukan pertama kali ke sini, tetap saja terkagum-kagum dengan pemandangannya….Sayang melewatkan i
ndahnya panorama, foto-foto deh…
Daffa yang sudah lupa dengan kekecewaannya, langsung menunjukkan ‘asli’nya…Dengan riang dia lari-lari kecil di jalanan yang mulai menanjak diiringi papanya. Mamanya? hehehe….ga kuat lari,Nak…alhasil aku yang sering di tunggui Daffa. Tiba-tiba kepengen ngajak Daffa jalan diantara rimbunnya dedaunan teh, ngasih dia tantangan baru…Daffa asyik-asyik aja.
Setengah jam jalan, akhirnya dia nyerah juga….Jatuhin badan di rumput,atur nafas,santaiiii….Kalo Daffa sudah bisa ngerasain capek,ini sebuah kemajuan untuk dia.Berarti salah satu tujuan hiking terpenuhi,yaitu kemampuan regulasi diri! Jadi,selain hiking ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan otot (proprioceptive),keseimbangan (vestibular),sentuhan/peraba (tactile), juga agar anak bisa meningkatkan awareness terhadap bahaya,lingkungan,dan tubuhnya.
Tiga bulan yang lalu, Daffa kuat jalan sampai 2 jam lamanya,dan itu diselingi lari-lari kecil segala. Apakah dia capek? Tentu. Tapi tubuhnya belum ‘ngeh’ , dan dia tak tau bagaimana berhenti…Ketika jalannya mulai tersandung-sandung, tanpa dia minta, papanya menggendong Daffa. Alhamdulillah, sekarang kalau lelah dia akan duduk sendiri,dan kalau haus, dia inisiatif bilang,”Taduuu!”Bahasanya Daffa untuk ‘minum’ ![]()
Jam 9.30 kita sampai kembali ke parkiran,siap-siap untuk pulang…
Jadi,bagaimana sayangku?
Hiking asyik kan?







