Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: alergi, anak special needs, biofisika, detoksifikasi, diet, hiperaktif, logam berat, sensori integrasi, susu kambing
Kalau lagi ga mood nulis, emang agak garing kalo di paksain. Nah,ceritaku kali ini sebenarnya bukan berita baru seh, cuma belum ada saat yang tepat aja untuk share di sini…
Daffa sebenarnya udah ada dua bulanan ini terapi alergi di RS.OMNI. Jadi bukan di klinik tebet lagi seperti dalam ceritaku: Cek Alergi dengan Bioresonansi. Selain karena yang di OMNI lebih dekat dengan rumah, dokternya juga yang udah senior untuk teknik biofisika ini, dan…seperti yang disarankan banyak orang, barangkali kita memang harus cari second opinion,karena di KLinik Tebet, Daffa terdeteksi memiliki daftar alergen sampai 130 macam! Pusing kan? (lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone, renang, Sekolah, surabaya
Daffa pertama kali bersekolah di daerah Rungkut Lor Surabaya, sebuah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya ke sini, cuma niat terapi. Tapi setelah secara halus di bujuk sama pihak sekolah, Daffa akhirnya tiap hari juga tuh masuk dari 8-12 siang. Gileee, umurnya aja belum genap 2 tahun kala itu. Mak-nya emang panik kali yah, pengen buru-buru anaknya “normal”, mau-mau ajah anaknya “sekolah” selama itu. Daffa mah hepi-hepi ajah, emang kegiatannya ga berat kok…Tapi Daffa di situ cuma 3 bulan! Singkat cerita,setelah di evaluasi ulang, sekolah ini kaga mutu (menurut standar maknya Daffa). Beberapa kali kedapetan pas jam terapi one to one, terapisnya baca koran, anaknya sibuk aja sama diri sendiri. Kita hengkang deh! Tapi Daffa sempat ngerayain ulang tahun ke dua lho di sana…. (lagi…)
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, gunung pancar, hiking, proprioceptive, sensori integrasi, tactile, vestibular
Jujur ajah, ini postingan yang tertunda… sayang bila di lewatkan.
Setelah 4 minggu berturut-turut hiking di perkebunan teh gunung mas, akhirnya kita bosan juga.Padahal setiap kali ke sana pasti dengan rute yang berbeda.Sesuai dengan yang di rekomendasikan oleh AyoMain akhirnya kita jalan deh ke Gunung Pancar,Sentul.
Ternyata di sini lebih OK! Medannya lebih seru. Tanjakan dan turunanannya menantang…Kita ke sini ga cuma bertiga, tapi ada tante,om dan anaknya Yudhis,yang SN juga.Semakin rame semakin asyik!
Karena belum pada sarapan,(dan memang di sengaja), kita cari deh tuh lokasi yang enak untuk makan.Jalan sebentar…..eh,nemu batu yang guedeee banget! Hm,kayanya bisa buat “meja makan” kita deh…Kita panjat, dan cari posisi yang enak tuk ngeganjel perut. Nikmaaatt…makan di tengah hutan pinus, nongkrong di atas batu. Subhanallah….
Abis makan,lanjut lagi dong jalannya….Ayo,semangat! Dan karena sepertinya habis di guyur hujan semalam, jalanan agak licin…tapi ternyata anak-anak tetep okeh,alhamdulillah…Yudhis yang baru 3 kali ikut kami hiking,tampak menikmati juga. Jago juga dia, kuat pula. Padahal badannya lebih kecil dari Daffa, tapi ga kalah dooong…*yang kalah emaknya Daffa: ketinggalan mulu!*

Ayo Yudhis...!! Kamu Bisa. Tenang,....ada ayah bunda kok. Lompat,hap!

Daffa asyik lihat daun yang buesarrr....Jadinya papa aja nih yang sadar kamera! Hidup daun!
Ada kali yah….kita jalannya sampe 2 jam-an. Mayaannn…capek! Pa lagi tuh bocah berdua. Nah biar pada seger,kita sekalian deh mandi di sana. Ha?? Mandi di gunung? Hehehe, belom tau ya, Gunung Pancar itu, selain bisa untuk hiking ria, atau sepeda gunung, di sono adalah kawasan pemandian air panas lho! Banyak orang yang terapi atau sekedar rekreasi datang ke sana. Sayang nih, daku ga ambil fotonya…..
Tgl 25 kemaren,kita kembali hiking ke sana. Kali ini Yudhis ga ikut karena sakit *dah sembuh,sayang?*.Tapi ada adik iparku,sekalian kita ajak deh…Kita ambil rute yang lain dari yang sbelumnya, dan karena abis di guyur hujan juga,kali ini malah lebih licin lagi!

Becek dan licin...tetep harus dilewati....semangat!
Daffa belajar banyak lho dari hiking ini.
Latihan keseimbangan, postur tubuh, juga ngasih makan sensory visual dan auditory-nya…Banyak hal yang bisa ditemukan di hutan: pohon, daun, tanah, batu, kupu-kupu,semut,capung,ulat,air yang mengalir,suara desau angin,aneka hewan,dan sebagainya…
Bawa anak hiking?
Layak kok di coba.
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone
Pagi ini, Daffa sudah kumandikan dan sudah makan.
Aku menyalakan internet dan mulai membaca email yang masuk.
Tiba-tiba Daffa menghampiriku, menunjuk ke arah kakinya yang sudah dipakaikan sandal.
“Ma.iyu!” Ikut,kata Daffa. Maksudnya dia mengajakku pergi.
Aku menolak dengan halus.
“Mama belum Maaanndiii. Buuusuuukk” Aku mengernyitkan hidungku.
Daffa diam sesaat.
Kemudian menarik tanganku,memaksaku bangun dari kursi,dan aku turuti kemana dia membawaku.
Sampai di depan kamar mandi, dia mendorong badanku,menunjuk ke bak mandi,dan memerintahku.
“Ma, Adi!!” Mandi,suruhnya.
Aku bengong sesaat,lantas ku goda lagi dia.
“Ambil Han-duk! Tolong.”
Daffa celingak-celinguk.
Tak ada handuk di jemuran handuk di kamarku, adanya mukena.
Daffa menyerahkan mukena ke tanganku.
“Bukan. HAN-DUK”
Sekarang giliranku menuntun dia ke belakang, tempat handuk di jemur.
“Tolong,ambilkan handuk.” mencoba tidak menunjuk benda yang kumaksud. Aku hanya memandang saja.
Dan Daffa berhasil memilih HANDUK diantara berbagai jemuran. Alhamdulillah.
Aku duduk santai-santai lagi. Ingin tau apakah dia masih ingat dengan misi “memandikan” aku ataukah sudah teralih seperti biasanya?
Dia ambil mainan play-dough nya, mengiris-irisnya dengan pisau plastik.
Kemudian dia menoleh ke arahku.Heran.
“Ma,Adi!” Dia menunjuk tepat ke hidungku.
Hehehe, oke,Boss!
Jadi hari ini kemana kita?
Terserah Boss aja deh….
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, hiperaktif, iklan, TV
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: anak special needs, autism, diet, eliminasi provokasi, hiperaktif, konsisten, prick test allergic





