DaY 6y d@Y w!T4 yOu…


Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration

A. Proses Sensorik

1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)

  • Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
  • Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)


Sakitnya ditolak
April 7, 2009, 10:42 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , , ,

Kemaren, akhirnya aku memantapkan hati untuk menemui pihak guru sekolah Daffa. Setelah maju mundur,mempertimbangkan baikĀ  buruknya, aku dan Uda, di kuatkan oleh pendapat terapisnya,memutuskan bahwa Daffa tidak lagi melanjutkan untuk bersekolah di situ. (lagi…)



Terapi Alergi: in progress

Kalau lagi ga mood nulis, emang agak garing kalo di paksain. Nah,ceritaku kali ini sebenarnya bukan berita baru seh, cuma belum ada saat yang tepat aja untuk share di sini…

Daffa sebenarnya udah ada dua bulanan ini terapi alergi di RS.OMNI. Jadi bukan di klinik tebet lagi seperti dalam ceritaku: Cek Alergi dengan Bioresonansi. Selain karena yang di OMNI lebih dekat dengan rumah, dokternya juga yang udah senior untuk teknik biofisika ini, dan…seperti yang disarankan banyak orang, barangkali kita memang harus cari second opinion,karena di KLinik Tebet, Daffa terdeteksi memiliki daftar alergen sampai 130 macam! Pusing kan? (lagi…)



Daffa udah S3 lho…
Januari 15, 2009, 9:24 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , , , , ,

Daffa pertama kali bersekolah di daerah Rungkut Lor Surabaya, sebuah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya ke sini, cuma niat terapi. Tapi setelah secara halus di bujuk sama pihak sekolah, Daffa akhirnya tiap hari juga tuh masuk dari 8-12 siang. Gileee, umurnya aja belum genap 2 tahun kala itu. Mak-nya emang panik kali yah, pengen buru-buru anaknya “normal”, mau-mau ajah anaknya “sekolah” selama itu. Daffa mah hepi-hepi ajah, emang kegiatannya ga berat kok…Tapi Daffa di situ cuma 3 bulan! Singkat cerita,setelah di evaluasi ulang, sekolah ini kaga mutu (menurut standar maknya Daffa). Beberapa kali kedapetan pas jam terapi one to one, terapisnya baca koran, anaknya sibuk aja sama diri sendiri. Kita hengkang deh! Tapi Daffa sempat ngerayain ulang tahun ke dua lho di sana…. (lagi…)



Hiking ke Gunung Pancar, Sentul
Desember 31, 2008, 10:53 am
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: , , , , , ,

Jujur ajah, ini postingan yang tertunda… sayang bila di lewatkan.
Setelah 4 minggu berturut-turut hiking di perkebunan teh gunung mas, akhirnya kita bosan juga.Padahal setiap kali ke sana pasti dengan rute yang berbeda.Sesuai dengan yang di rekomendasikan oleh AyoMain akhirnya kita jalan deh ke Gunung Pancar,Sentul.

Ternyata di sini lebih OK! Medannya lebih seru. Tanjakan dan turunanannya menantang…Kita ke sini ga cuma bertiga, tapi ada tante,om dan anaknya Yudhis,yang SN juga.Semakin rame semakin asyik!
sarapan di atas batu
Karena belum pada sarapan,(dan memang di sengaja), kita cari deh tuh lokasi yang enak untuk makan.Jalan sebentar…..eh,nemu batu yang guedeee banget! Hm,kayanya bisa buat “meja makan” kita deh…Kita panjat, dan cari posisi yang enak tuk ngeganjel perut. Nikmaaatt…makan di tengah hutan pinus, nongkrong di atas batu. Subhanallah….

Abis makan,lanjut lagi dong jalannya….Ayo,semangat! Dan karena sepertinya habis di guyur hujan semalam, jalanan agak licin…tapi ternyata anak-anak tetep okeh,alhamdulillah…Yudhis yang baru 3 kali ikut kami hiking,tampak menikmati juga. Jago juga dia, kuat pula. Padahal badannya lebih kecil dari Daffa, tapi ga kalah dooong…*yang kalah emaknya Daffa: ketinggalan mulu!*

Ayo Yudhis...!! Kamu Bisa. Tenang,....ada ayah bunda kok. Lompat,hap!

Ayo Yudhis...!! Kamu Bisa. Tenang,....ada ayah bunda kok. Lompat,hap!

Daffa asyik lihat daun yang buesarrr....Jadinya papa aja nih yang sadar kamera! Hidup daun!

Daffa asyik lihat daun yang buesarrr....Jadinya papa aja nih yang sadar kamera! Hidup daun!

Ada kali yah….kita jalannya sampe 2 jam-an. Mayaannn…capek! Pa lagi tuh bocah berdua. Nah biar pada seger,kita sekalian deh mandi di sana. Ha?? Mandi di gunung? Hehehe, belom tau ya, Gunung Pancar itu, selain bisa untuk hiking ria, atau sepeda gunung, di sono adalah kawasan pemandian air panas lho! Banyak orang yang terapi atau sekedar rekreasi datang ke sana. Sayang nih, daku ga ambil fotonya…..

Tgl 25 kemaren,kita kembali hiking ke sana. Kali ini Yudhis ga ikut karena sakit *dah sembuh,sayang?*.Tapi ada adik iparku,sekalian kita ajak deh…Kita ambil rute yang lain dari yang sbelumnya, dan karena abis di guyur hujan juga,kali ini malah lebih licin lagi!

Becek dan licin...tetep harus dilewati....semangat!

Becek dan licin...tetep harus dilewati....semangat!

Daffa belajar banyak lho dari hiking ini.

Latihan keseimbangan, postur tubuh, juga ngasih makan sensory visual dan auditory-nya…Banyak hal yang bisa ditemukan di hutan: pohon, daun, tanah, batu, kupu-kupu,semut,capung,ulat,air yang mengalir,suara desau angin,aneka hewan,dan sebagainya…

Bawa anak hiking?

Layak kok di coba.

Recommended !

Recommended !



Boss cilik!
Desember 30, 2008, 10:04 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , ,

Pagi ini, Daffa sudah kumandikan dan sudah makan.

Aku menyalakan internet dan mulai membaca email yang masuk.

Tiba-tiba Daffa menghampiriku, menunjuk ke arah kakinya yang sudah dipakaikan sandal.

“Ma.iyu!” Ikut,kata Daffa. Maksudnya dia mengajakku pergi.

Aku menolak dengan halus.

“Mama belum Maaanndiii. Buuusuuukk” Aku mengernyitkan hidungku.

Daffa diam sesaat.

Kemudian menarik tanganku,memaksaku bangun dari kursi,dan aku turuti kemana dia membawaku.

Sampai di depan kamar mandi, dia mendorong badanku,menunjuk ke bak mandi,dan memerintahku.

“Ma, Adi!!” Mandi,suruhnya.

Aku bengong sesaat,lantas ku goda lagi dia.

“Ambil Han-duk! Tolong.”

Daffa celingak-celinguk.Thinking

Tak ada handuk di jemuran handuk di kamarku, adanya mukena.

Daffa menyerahkan mukena ke tanganku.

“Bukan. HAN-DUK”

Sekarang giliranku menuntun dia ke belakang, tempat handuk di jemur.

“Tolong,ambilkan handuk.” mencoba tidak menunjuk benda yang kumaksud. Aku hanya memandang saja.

Dan Daffa berhasil memilih HANDUK diantara berbagai jemuran. Alhamdulillah.Funny, Good, Happy, Emotion, Excited, Excite, Silly, Excitement, Hurray, Encouragement, Applause, Groovy, Fun, Great, Awesome, Teriffic, Good Job, Nice Job, Well Done, Best, Encouragement, Fan, Cheering, Success, Fantastic, Cheer

Aku duduk santai-santai lagi. Ingin tau apakah dia masih ingat dengan misi “memandikan” aku ataukah sudah teralih seperti biasanya?

Dia ambil mainan play-dough nya, mengiris-irisnya dengan pisau plastik.

Kemudian dia menoleh ke arahku.Heran.

“Ma,Adi!” Dia menunjuk tepat ke hidungku.

Hehehe, oke,Boss!You Are The Man

Jadi hari ini kemana kita?Question Mark

Terserah Boss aja deh….



Tak ada tipi untukmu….
November 14, 2008, 1:39 pm
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , , ,
Entah karena emang bingung mo ngerjain apa atau memang sudah candu, Daffa sukaaaa sekali nyalain TV. Bangun tidur,langsung TV. Kadang kita sengaja cabut stop kontaknya, tapi ternyata dia tau dan memaksa kita untuk colokin kembali…Sebenarnya dari awal, kita sudah tau bahwa TV itu lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya. Jangankan untuk anak special needs,untuk anak normal saja sebenarnya hanya diperbolehkan menonton TV sekitar 2 jam sehari, itu pun dengan pantauan orang tua…Dan Daffa sudah suka TV,khususnya iklan sejak dia masih bayi….Sungguh menghipnotis…Membuatnya tampak anteng,tapi sebenarnya menumpulkan otaknya dan merangsang prilaku asosial dan hiperaktif… (lagi…)


Diet itu memang susyah!
November 5, 2008, 3:29 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Hari ini adalah kali kedua Daffa terapi SI lagi sesudah libur lebaran. Menurut terapisnya, hari ini lumayan bagus, kontrol tubuh dan interaksi sosial ada peningkatan.

Di sana, aku sempat ngobrol dengan orang tua lain yang anaknya juga terdiagnosis autism. Sambil mengamati anaknya bermain dengan terapis, si Ibu sempat share bahwa nafsu makan anaknya jauh membaik sejak di kasih vitamin oleh ahli gizi. Dia makan dengan lahap, selain nasi, cemilan juga dihantamnya….Sampai-sampai satu kaleng biskuit K****G***,dihabiskan sendiri olehnya.

Saat itu aku melihat, anak ini tak seperti biasanya.Dia punya jadual yang sama dengan Daffa dengan terapis yang berbeda,sehingga aku bisa juga iseng mengamati anak lainnya. Hari ini,anak ini,, tampak excited yang menjurus ke hiperaktif. Biasanya dia cenderung diam dan ogah-ogahan.

Keherananku terkonfirmasi ketika terapisnya bertanya pada si Ibu,

“Dia juga doyan biskuit,coklat dan sejenisnya,Bu?”

“Oh,iya, semua dimakannya…”timpal si Ibu.

“Wah, ini nih penyebabnya….Hari ini dia ga konsen,Bu…banyak geleng-geleng ,muter-muternya. Wah, sulit ini ngajarin dia ngomong,kalo bawaannyo mondar-mandir mulu” geleng-geleng kepala terapisnya.

Aku tercenung sendiri. (lagi…)



Ben:”Label yang menyesatkan”
Juli 8, 2008, 5:09 pm
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: ,

Ben yang berusia dua tahun baru saja mendapat diagnosa Pervasive Developmental Disorder (PDD),dapat dipahami kedua orangtuanya,Sarah dan Mark,merasa bingung. Mereka membawa Ben untuk evaluasi lebih lanjut. Mula-mula Ben duduk dipangkuan ibunya,dengan punggung menghadap terapis,berpegang erat-erat kepada ibunya. Namun setelah lebih dari 15 menit,sedikit demi sedikit ia berpaling dan sembunyi-sembunyi memperhatikan terapis itu. Ia akan memutar kepalanya dengan cepat sewaktu terapis memandangnya.

Begitu Ben memandangnya lebih lama,terapis itu mulai berbicara dengan lembut,memanggil namanya dan dengan menunjukkan ekspresi wajah lucu. Ben pun balik tersenyum dengan ragu-ragu. Beberapa menit kemudian,Ben terkekeh-kekeh melihat wajah lucu terapis dan dengan malu-malu berpaling kepada Sarah dan merangkulnya disertai senyuman paling menggembirakan yang dapat diberikan seorang anak berusia dua tahun. Mark dan Sarah serta terapis masih berbicara selama beberapa menit,sementara Ben mengedarkan pandangannya seputar ruangan dengan rasa ingin tahu.

Setelah pertemuan itu berlangsung setengah jam,Ben turun dari pangkuan ibunya,meraih tangan ibunya dan menariknya. Sarah mengikuti Ben yang berjalan tertatih-tatih dan belum stabil ke arah pintu,memukuli pintu bertubi-tubi seraya menggeram-geram seakan menuntut. Ia ingin keluar! Dengan sabar,Sarah menjelaskan bahwa mereka harus menunggu sebentar lagi. Mendengar ini,Ben membanting tubuhnya ke lantai dan meninju lantai berulang-ulang. Ketika Mark mencoba mengangkatnya,ia meluapkan kemarahan yang hebat,menendang dan berteriak dengan frustasi. Sepuluh menit dalam bujukan dan dekapan orangtuanya,membantu menbuatnya diam. Ben menghabiskan sisa waktu pertemuan itu dengan bergelung diatas pangkuan ibuya,menolak menatap mata siapapun. (lagi…)