DaY 6y d@Y w!T4 yOu…


Sakitnya ditolak
April 7, 2009, 10:42 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: , , ,

Kemaren, akhirnya aku memantapkan hati untuk menemui pihak guru sekolah Daffa. Setelah maju mundur,mempertimbangkan baikĀ  buruknya, aku dan Uda, di kuatkan oleh pendapat terapisnya,memutuskan bahwa Daffa tidak lagi melanjutkan untuk bersekolah di situ. (lagi…)



New Milestone!
Desember 16, 2008, 10:47 am
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi, think about... | Tag: , ,


Woi,daku macet lagi!

Sayang banget sebenarnya melewatkan beberap moment tanpa mengabadikannya di blog ini…Yah,daku kan pelupa, sapa tau wordpress bertahan sampe daffa dewasa,dan dia bisa baca gimana masa kecilnya….Kalau ngarepin daku cerita ulang sih, ga janjiii….Banyakan lupa daripada ingatnya…

Jadi,ada apa saja belakangan ini?

Pertama,

Daffa sukses lepas dari DOT! Alhamdulillah… (lagi…)



Cek Alergi dengan Bio-resonansi
November 17, 2008, 5:58 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , ,

Hari ini kita Klinik Alergi Tebet. Biasa,masih dalam rangka berusaha yang terbaik untuk Daffa.Sebenarnya terapi alergi dengan cara Biofisika dengan menggunakan resonansi ini sudah lama di rekomendasikan oleh piskolognya Daffa di Surabaya dulu. Alhamdulillah baru sekarang nemu nomor telpon kliniknya,dan di izinkan-Nya untuk berkunjung ke sana….

Teknik resonansi ini bener-bener tidak sakit sama sekali. Tidak menggunakan zat-zat kimia ataupun jarum suntik yang bisa bikin anak sakit dan trauma. Hanya menggunakan alat seperti bandul,plat (elektroda) dan preparat berbagai jenis alergen. Daffa saja selama pemeriksaan sampai sempat ketiduran segala…Jadi nyaman deh…Non invasif,tanpa obat,tanpa rasa sakit dan cocok uNtuk semua usia,bahkan bayi sekalipun.

Pemeriksaan dan konsultasi selama 3 jam,menghasilkan bahwa: ternyata Daffa alerginya BANYAAAKKK sekali…hiks! (lagi…)



Diet itu memang susyah!
November 5, 2008, 3:29 pm
Diarsipkan di bawah: diet daffa | Tag: , , , , , ,

Hari ini adalah kali kedua Daffa terapi SI lagi sesudah libur lebaran. Menurut terapisnya, hari ini lumayan bagus, kontrol tubuh dan interaksi sosial ada peningkatan.

Di sana, aku sempat ngobrol dengan orang tua lain yang anaknya juga terdiagnosis autism. Sambil mengamati anaknya bermain dengan terapis, si Ibu sempat share bahwa nafsu makan anaknya jauh membaik sejak di kasih vitamin oleh ahli gizi. Dia makan dengan lahap, selain nasi, cemilan juga dihantamnya….Sampai-sampai satu kaleng biskuit K****G***,dihabiskan sendiri olehnya.

Saat itu aku melihat, anak ini tak seperti biasanya.Dia punya jadual yang sama dengan Daffa dengan terapis yang berbeda,sehingga aku bisa juga iseng mengamati anak lainnya. Hari ini,anak ini,, tampak excited yang menjurus ke hiperaktif. Biasanya dia cenderung diam dan ogah-ogahan.

Keherananku terkonfirmasi ketika terapisnya bertanya pada si Ibu,

“Dia juga doyan biskuit,coklat dan sejenisnya,Bu?”

“Oh,iya, semua dimakannya…”timpal si Ibu.

“Wah, ini nih penyebabnya….Hari ini dia ga konsen,Bu…banyak geleng-geleng ,muter-muternya. Wah, sulit ini ngajarin dia ngomong,kalo bawaannyo mondar-mandir mulu” geleng-geleng kepala terapisnya.

Aku tercenung sendiri. (lagi…)



Ben:”Label yang menyesatkan”
Juli 8, 2008, 5:09 pm
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: ,

Ben yang berusia dua tahun baru saja mendapat diagnosa Pervasive Developmental Disorder (PDD),dapat dipahami kedua orangtuanya,Sarah dan Mark,merasa bingung. Mereka membawa Ben untuk evaluasi lebih lanjut. Mula-mula Ben duduk dipangkuan ibunya,dengan punggung menghadap terapis,berpegang erat-erat kepada ibunya. Namun setelah lebih dari 15 menit,sedikit demi sedikit ia berpaling dan sembunyi-sembunyi memperhatikan terapis itu. Ia akan memutar kepalanya dengan cepat sewaktu terapis memandangnya.

Begitu Ben memandangnya lebih lama,terapis itu mulai berbicara dengan lembut,memanggil namanya dan dengan menunjukkan ekspresi wajah lucu. Ben pun balik tersenyum dengan ragu-ragu. Beberapa menit kemudian,Ben terkekeh-kekeh melihat wajah lucu terapis dan dengan malu-malu berpaling kepada Sarah dan merangkulnya disertai senyuman paling menggembirakan yang dapat diberikan seorang anak berusia dua tahun. Mark dan Sarah serta terapis masih berbicara selama beberapa menit,sementara Ben mengedarkan pandangannya seputar ruangan dengan rasa ingin tahu.

Setelah pertemuan itu berlangsung setengah jam,Ben turun dari pangkuan ibunya,meraih tangan ibunya dan menariknya. Sarah mengikuti Ben yang berjalan tertatih-tatih dan belum stabil ke arah pintu,memukuli pintu bertubi-tubi seraya menggeram-geram seakan menuntut. Ia ingin keluar! Dengan sabar,Sarah menjelaskan bahwa mereka harus menunggu sebentar lagi. Mendengar ini,Ben membanting tubuhnya ke lantai dan meninju lantai berulang-ulang. Ketika Mark mencoba mengangkatnya,ia meluapkan kemarahan yang hebat,menendang dan berteriak dengan frustasi. Sepuluh menit dalam bujukan dan dekapan orangtuanya,membantu menbuatnya diam. Ben menghabiskan sisa waktu pertemuan itu dengan bergelung diatas pangkuan ibuya,menolak menatap mata siapapun. (lagi…)