Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration
Juni 12, 2009, 11:27 am
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)
& Komentar
I’ve done my best,Mom….
Salah satu hal yang harus kami ajarkan kepada Daffa adalah melatih rasa tanggung jawabnya. Hal-hal sederhana saja,seperti membuang sampah ke tong sampah, meletakkan pakaian kotor ke keranjang cucian, menaro piring atau gelas kotor ke wastafel, juga melap lantai bila dia menumpahkan sesuatu…Untuk perintah sederhana seperti ini,alhamdulillah Daffa sudah paham, meski belum begitu konsisten. (lagi…)
Daffa udah S3 lho…
Januari 15, 2009, 9:24 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone, renang, Sekolah, surabaya
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone, renang, Sekolah, surabaya
Daffa pertama kali bersekolah di daerah Rungkut Lor Surabaya, sebuah sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya ke sini, cuma niat terapi. Tapi setelah secara halus di bujuk sama pihak sekolah, Daffa akhirnya tiap hari juga tuh masuk dari 8-12 siang. Gileee, umurnya aja belum genap 2 tahun kala itu. Mak-nya emang panik kali yah, pengen buru-buru anaknya “normal”, mau-mau ajah anaknya “sekolah” selama itu. Daffa mah hepi-hepi ajah, emang kegiatannya ga berat kok…Tapi Daffa di situ cuma 3 bulan! Singkat cerita,setelah di evaluasi ulang, sekolah ini kaga mutu (menurut standar maknya Daffa). Beberapa kali kedapetan pas jam terapi one to one, terapisnya baca koran, anaknya sibuk aja sama diri sendiri. Kita hengkang deh! Tapi Daffa sempat ngerayain ulang tahun ke dua lho di sana…. (lagi…)
Boss cilik!
Daffa celingak-celinguk.
Dan Daffa berhasil memilih HANDUK diantara berbagai jemuran. Alhamdulillah.
Hehehe, oke,Boss!
Jadi hari ini kemana kita?
Terserah Boss aja deh….
Desember 30, 2008, 10:04 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: anak special needs, komunikasi, milestone
Pagi ini, Daffa sudah kumandikan dan sudah makan.
Aku menyalakan internet dan mulai membaca email yang masuk.
Tiba-tiba Daffa menghampiriku, menunjuk ke arah kakinya yang sudah dipakaikan sandal.
“Ma.iyu!” Ikut,kata Daffa. Maksudnya dia mengajakku pergi.
Aku menolak dengan halus.
“Mama belum Maaanndiii. Buuusuuukk” Aku mengernyitkan hidungku.
Daffa diam sesaat.
Kemudian menarik tanganku,memaksaku bangun dari kursi,dan aku turuti kemana dia membawaku.
Sampai di depan kamar mandi, dia mendorong badanku,menunjuk ke bak mandi,dan memerintahku.
“Ma, Adi!!” Mandi,suruhnya.
Aku bengong sesaat,lantas ku goda lagi dia.
“Ambil Han-duk! Tolong.”
Daffa celingak-celinguk.
Tak ada handuk di jemuran handuk di kamarku, adanya mukena.
Daffa menyerahkan mukena ke tanganku.
“Bukan. HAN-DUK”
Sekarang giliranku menuntun dia ke belakang, tempat handuk di jemur.
“Tolong,ambilkan handuk.” mencoba tidak menunjuk benda yang kumaksud. Aku hanya memandang saja.
Dan Daffa berhasil memilih HANDUK diantara berbagai jemuran. Alhamdulillah.
Aku duduk santai-santai lagi. Ingin tau apakah dia masih ingat dengan misi “memandikan” aku ataukah sudah teralih seperti biasanya?
Dia ambil mainan play-dough nya, mengiris-irisnya dengan pisau plastik.
Kemudian dia menoleh ke arahku.Heran.
“Ma,Adi!” Dia menunjuk tepat ke hidungku.
Hehehe, oke,Boss!
Jadi hari ini kemana kita?
Terserah Boss aja deh….
3rd day trip2jakarta:what a full friday!
Sambil tanya ini itu dan menganalisa,Daffa dibiarkan bermain.
Juni 30, 2008, 11:41 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: komunikasi, terapi wicara, speech delay
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: komunikasi, terapi wicara, speech delay
CMC MERUYA
Setelah sempat nyasar-nyasar lumayan jauh,alhamdulillah nyampe juga di CMC Meruya tepat jam 10.00 pagi. Ga lama,kita ketemu Bu Linda. Aku dan Daffa masuk ke ruang konsultasi,ditanyakan perkembangan Daffa tiga bulan terakhir ini. Sebelumnya sudah pernah observasi selama 3,5 jam dengan beliau,tapi di Surabaya. Berhubung beliau sudah boyongan pindah sekeluarga ke Jakarta,kami yang harus ‘nguber’ beliau agar dapat kesempatan konsultasi.
Sambil tanya ini itu dan menganalisa,Daffa dibiarkan bermain.
Bermain sambil diobservasi oleh beliau. Hasil pertemuan 2 jam dengan beliau,antara lain menghasilkan penilaian bahwa:
-
Hiporesponsif proprioseptif masih ada
-
Hipersensitif vestibular masih ada
-
Kecendrungan “tenggelam” dalam permainan masih kuat



