Diarsipkan di bawah: sensori integrasi, think about... | Tag: perkebunan teh gunung mas, proprioceptive, sensori integrasi, tactile, vestibular
Alhamdulillah,…minggu ini semua target makanan pokok Sensory integarasi Daffa tercapai. Berenang dua kali, berkuda satu kali, dan hiking (yang ga asal jalan-jalan ajah) juga tercapai!
Minggu pagi,jam 6.30 kita udah berangkat dari rumah.Meski Daffa masih pulas tidur,dan agak rewel ketika di bangunkan,di tega-tegain aja angkat Daffa dari peraduan untuk pipis, cuci muka di kamar mandi, dan langsung di gendong ke mobil. Ga mandi, masih setengah sadar…Maap ya Nak, biar kita ga kejebak macet di Puncak nanti karena tujuan kita kali ini adalah PERKEBUNAN TEH GUNUNG MAS,PTPN VIII.
Sampai di sana,pukul 8 pagi. Daffa di ganti bajunya,di cuci mukanya,dan didandanin sedikit biar ga keliatan kalo ga mandi hehehe…Sebenarnya ini udah perjalanan kedua ke sini, sebelum puasa kita kita sudah coba juga, trus sempat bolong hikingnya gara-gara sibuk cari sekolah dan rumah. Paling keliling sekitar Jakarta aja…
Sempat terjadi aksi ngambek sih,gara-gara Daffa ga dapat ijin untuk jajan chiki…Sampai akting pura-pura jatuhin badan ke jalanlah,dan menangis sejadi-jadinya! Aku sebenarnya udah ga tega ngeliatnya, untung aja si papa ‘keukeh’, Daffa pun akhirnya nurut tapi tak rela. Alias mau jalan lagi,tapi di gendong ! Yeee,maunya…Sudahlah, demi menghibur hatinya yang lara, sambil di gendong papanya dan nonton domba lagi ngegosip (alias mbak-mbek mulu ),kulanjutkan menyuapi dia sarapan pagi….
Subhanallah, meski bukan pertama kali ke sini, tetap saja terkagum-kagum dengan pemandangannya….Sayang melewatkan i
ndahnya panorama, foto-foto deh…
Daffa yang sudah lupa dengan kekecewaannya, langsung menunjukkan ‘asli’nya…Dengan riang dia lari-lari kecil di jalanan yang mulai menanjak diiringi papanya. Mamanya? hehehe….ga kuat lari,Nak…alhasil aku yang sering di tunggui Daffa. Tiba-tiba kepengen ngajak Daffa jalan diantara rimbunnya dedaunan teh, ngasih dia tantangan baru…Daffa asyik-asyik aja.
Setengah jam jalan, akhirnya dia nyerah juga….Jatuhin badan di rumput,atur nafas,santaiiii….Kalo Daffa sudah bisa ngerasain capek,ini sebuah kemajuan untuk dia.Berarti salah satu tujuan hiking terpenuhi,yaitu kemampuan regulasi diri! Jadi,selain hiking ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan otot (proprioceptive),keseimbangan (vestibular),sentuhan/peraba (tactile), juga agar anak bisa meningkatkan awareness terhadap bahaya,lingkungan,dan tubuhnya.
Tiga bulan yang lalu, Daffa kuat jalan sampai 2 jam lamanya,dan itu diselingi lari-lari kecil segala. Apakah dia capek? Tentu. Tapi tubuhnya belum ‘ngeh’ , dan dia tak tau bagaimana berhenti…Ketika jalannya mulai tersandung-sandung, tanpa dia minta, papanya menggendong Daffa. Alhamdulillah, sekarang kalau lelah dia akan duduk sendiri,dan kalau haus, dia inisiatif bilang,”Taduuu!”Bahasanya Daffa untuk ‘minum’ ![]()
Jam 9.30 kita sampai kembali ke parkiran,siap-siap untuk pulang…
Jadi,bagaimana sayangku?
Hiking asyik kan?





