Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration
Juni 12, 2009, 11:27 am
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
Diarsipkan di bawah: sensori integrasi | Tag: anak special needs, komunikasi, konsisten, milestone, sensori integrasi, tactile, terapi wicara, vestibular
A. Proses Sensorik
1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)
- Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
- Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain. (lagi…)
& Komentar
Last day in Jakarta:”punya bahasa,tapi tak bisa komunikasi”
Sabtu,28 Juni 2008
Daffa baru bangun jam 9 pagi. Bener-bener cape dia! Tidurnya juga rada-rada gelisah,seperti mimpi buruk.Tapi ga lama,pulas lagi. Kita dapat jadual untuk konsultasi dengan terapis wicara,Bu Rika,di CMC Meruya jam 13.00. Jadi pagi lumayan santailah,aku bisa ngepak barang-barang,beres-beres dan diskusi dengan papanya Daffa tentang apa saja yang kami peroleh dari psikolog dan dokter ahli alergi. Papa membuatkan format khusus untuk lembar observasi dan evaluasi.
Daffa bangun,mandi,dan ku pakaikan baju. Tiba-tiba ingat bahwa Daffa kalau bisa disempatkan berenang sebentar. Alhamdulillah ada Anty Opie, -yang nginap semalam dan dah sedia baju renang-. Jadi ada yang nemenin Daffa,secara aku lagi ‘berhalangan’ untuk berenang dan papanya lagi kedatangan teman lama. Meski matahari dah panas,Daffa akhirnya berenang juga. Sambil nyuapin Daffa juga,soalnya belum sarapan. Menunya hari ini: gulai ikan! Ga pedes dan enak. Alhamdulillah Daffa suka…(dasar padang
).
3rd day trip2jakarta:what a full friday!
Sambil tanya ini itu dan menganalisa,Daffa dibiarkan bermain.
Juni 30, 2008, 11:41 am
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: komunikasi, terapi wicara, speech delay
Diarsipkan di bawah: Tentang Daffa | Tag: komunikasi, terapi wicara, speech delay
CMC MERUYA
Setelah sempat nyasar-nyasar lumayan jauh,alhamdulillah nyampe juga di CMC Meruya tepat jam 10.00 pagi. Ga lama,kita ketemu Bu Linda. Aku dan Daffa masuk ke ruang konsultasi,ditanyakan perkembangan Daffa tiga bulan terakhir ini. Sebelumnya sudah pernah observasi selama 3,5 jam dengan beliau,tapi di Surabaya. Berhubung beliau sudah boyongan pindah sekeluarga ke Jakarta,kami yang harus ‘nguber’ beliau agar dapat kesempatan konsultasi.
Sambil tanya ini itu dan menganalisa,Daffa dibiarkan bermain.
Bermain sambil diobservasi oleh beliau. Hasil pertemuan 2 jam dengan beliau,antara lain menghasilkan penilaian bahwa:
-
Hiporesponsif proprioseptif masih ada
-
Hipersensitif vestibular masih ada
-
Kecendrungan “tenggelam” dalam permainan masih kuat



