Diposkan pada Tentang aku dan pikirku

One of my stress releaser

Duduk di teras
Memandang hujan
Hembusan angin
Sejuk dingin melenakan
Sayup sayup suara gemuruh menyeruak
Diantara gegap suara air…

Hujan
Selalu mengingatkan ku akan kampung halaman
Kota kecil, dingin berkabut….
Aku ingat jika hujan seperti ini
Jika aku tak sedang bergelung di dalam selimut
Aku akan duduk di ruang tamu
Dekat jendela
Menumpukan dagu ke lutut yang aku peluk
Memandang hujan
Menikmati suara deras airnya…
Berpikir entah tentang apa
Atau entah mengingat siapa
Aku hanya suka memandangnya saja,
Hujan deras bagai jarum-jarum berkejaran menerjang bumi
Kemudian aroma tanah yang khas menyeruak ke udara…
Sungguh kenangan yang menenangkan…

๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ

Ketika siang tadi aku sempat di serang panik ringan karena mengingat ada jadwal audit 2 hari lagi, untuk usaha bumbu kami mendapatkan izin edar MD dari BPOM,- dimana aku merasa belum siap dengan dokumen, SOP dan segala form2 nya itu, – sholat, kemudian 5 menit breath relaxation, dilanjut menikmati hujan seperti ini, Alhamdulillah sangat membantu melapangkan dada yang tiba-tiba sesak…

Laa haula wa laa quwwata illa billah…

Istighfar Ade…

This too will pass….

Diposkan pada Tentang aku dan pikirku

Menjelang magrib

Hujan dan sore hari adalah perpaduan yang indah utk melamun… Karena berpikir mendalam tentang segala apa, bukanlah keahlianku ๐Ÿ˜ƒ

Bengong is my style๐Ÿคญ

Fav place

Tau tidak, aku punya bbrp akun atau applikasi di hape untuk beberapa hal. Untuk menulis saja, aku punya 3 akun wordpress, 1 aplikasi jurnal, ada gnote, mi note dan entah apalagi.

Akupun bingung untuk apa semua itu jika akhirnya aku hanya menulis selama bbrp bulan sekali. Bahkan di laman ini sepertinya sudah setahun yang lalu aku menulis.

Banyak hal yang sebenarnya bisa kutuliskan, bisa kuceritakan, bisa ku renungkan. Tapi pada faktanya, waktuku berlalu dan aku tak menuliskan satupun cerita… Sayang sekali, padahal banyak kenangan, tawa dan sedih, lucu dan kesal yang mungkin setelah waktu berlalu, itu akan jadi cerita yang layak dikenang…

Numpang nyempil hasil gambar kayyisa : Batu Capeo

Ok sudah mau magrib. Sekian dulu ya.

Baru inget belum bikin teh utk yang lagi puasa.

Diposkan pada Uncategorized

Hampa tapi Lega

Rumah kembali sunyi….

Pagi ini Atuk dan Niniknya anak2 bertolak kembali ke Padang…

3 minggu lamanya mereka di sini, melanjutkan terapi untuk tumor recty yang dialami Mama….

Sebagai menantu, aku sungguh banyak kurangnya. Tapi Mama dan Papa selalu berhati lapang dan menerima.

Ya Allah semoga syukurku bertambah, semoga baktiku pada orang tuaku dan orang tua suamiku semakin baik dari waktu ke waktu…

Ketika berpamitan tadi, aku memeluk mama dan mengucapkan maaf tidak terlalu baik dalam mengurus Mama selama di sini. Mama malah menangis dan berkata, ” Mama hanya khawatir bahwa Mama tidak akan bisa menemani Hazza (dan kakak2nya) pas kalian naik haji nanti (karena umur ga sampai) ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Alhamdulillah meski di hati rasanya masih belum puas dan tiba2 merasa hampa melihat rumah yang kosong ( anak2 ke sekolah, ayahnya keluar kota), tapi bersyukur bahwa agenda mama ke sini insyaAllah terpenuhi dengan hasil yang diharapkan, dengan ijin Allah.

Mama menjalani ESD ( Endoscopy Submocosa Disection), untuk pengangkatan tumor recty yang kambuh padahal baru Bulan Oktober 2017 yang lalu di bersihkan. Dan waktunya sangat pas dengan kedatangan tim ahli gastro dari Jepang yang sedang kunjungan ke FKUI-RSCM, dan tindakan ESD kepada mama ini menjadi study kasus para residensi.

Sempat ada kegalauan ketika dijelaskan bahwa akan ada kemungkinan terjadi perforasi usus, dimana bila itu terjadi, mama akan di rujuk ke Bedah, usus nya akan terpaksa di potong di bagian yang terkena, dan mama akan memiliki colostomy permanen. Kenapa permanen? Karena otot anus yang dekat dengan lokasi tumor juga harus di angkat.

MasyaAllah, Allahuakbar, dengan bimbingan dan kekuatan hati dari Allah, mama menjalani ESD, sambil kami terus berdoa semoga berhasil dan tak ada komplikasi.

Dan Allah yang Maha Rahman dan Rahiim, mengabulkan doa kami. Alhamdulillahirabbil’aalamiin…

Semoga kedepannya penyakit mama ga kambuh lagi seperti yang dijelaskan oleh prof dari Jepang tersebut ( ga tau namanya, padahal dah tanya dokter residen).

Kata beliau, dengan cara ESD dengan alat yang baru ini (beliau bawa alatnya dari sana), jika berhasil, maka dia tidak akan kambuh. Dengan seijin Allah tentunya…

Btw, aku menulis di sini, dalam rangka memaksa diri untuk belajar menuangkan kembali isi pikir dan rasaku.

Entah sejak kapan, I just can’t write properly. Bahkan nulis status di facebook aja aku sering ga ada ide.

Padahal ada banyak peristiwa yang seyogyanya bisa diabadikan dalam tulisan.

Tak harus tulisan yang penuh hikmah membuat yang membaca termangu-mangu, mengangguk-angguk, merasa terinsipirasi.

Tulisanku masih jauh dari itu.

Aku menulis untuk diriku.

Untuk mengalirkan rasa yang barangkali bertumpuk dalam batinku.

That’s it.