Posted in Tentang Daffa

3rd day trip2jakarta:what a full friday!

CMC MERUYA

Setelah sempat nyasar-nyasar lumayan jauh,alhamdulillah nyampe juga di CMC Meruya tepat jam 10.00 pagi. Ga lama,kita ketemu Bu Linda. Aku dan Daffa masuk ke ruang konsultasi,ditanyakan perkembangan Daffa tiga bulan terakhir ini. Sebelumnya sudah pernah observasi selama 3,5 jam dengan beliau,tapi di Surabaya. Berhubung beliau sudah boyongan pindah sekeluarga ke Jakarta,kami yang harus ‘nguber’ beliau agar dapat kesempatan konsultasi.

Sambil tanya ini itu dan menganalisa,Daffa dibiarkan bermain. perosotan Bermain sambil diobservasi oleh beliau. Hasil pertemuan 2 jam dengan beliau,antara lain menghasilkan penilaian bahwa:

  1. Hiporesponsif proprioseptif masih ada

  2. Hipersensitif vestibular masih ada

  3. Kecendrungan “tenggelam” dalam permainan masih kuat

Daffa pun dianjurkan untuk melanjutkan aktifitas terapi seperti yang sudah di lakukan,seperti :hiking,berkuda,berenang,jalan pagi dan sore,mengayuh sepeda,serta tetap terapi sensory integrasi 1x/minggu.

Ada tambahan PR memang, terutama untukku. Aku harus mulai mengguanakan visual support , membuat limit setting, intimacy,dan permainan repetitif….dan,Aku sampe di wanti-wanti untuk membaca kembali buku CWSN-ku. “Harus selesai dan paham sampai Floortime I”,nasehat bu Linda. Aku mesem-mesem aja,malu dalam hati. Itu buku udah di tanganku dari bulan Januari,coba! Ngapain aja sih?? Heran.

Pokoknya pulang dari sana aku udah mulai ‘tuing-tuing’….Homework-ku buanyaaakk buangettss,…..tapi tak apa-apa. Memang itu tujuanku ke sini kan? Karena aku ingin dapat program terapi yang bisa kulakukan secara mandiri di rumah. Jadi mikir, sebenarnya yang di terapi bukan cuma Daffa,tapi mamanya juga nih….Banyak sekali yang harus ku revisi dan implementasikan….

BERJUMPA RAYA

Karena kita selesainya pas jam makan siang di hari Jumat,nyari taxi susyyahh…banget! Bluebird aja baru kosong 1,5 jam kemudian. Terpaksalah kakakku keluar untuk nyari taxi yang di jalanan aja. Apapunlah,yang penting bisa langsung cabut,secara Daffa udah tampak lelah dan mulai rewel. Alhamdulillah dapet,tapi taxi ‘preman’ gitu deh…Supirnya ga asyik banget! Weslah, sabar aja…Yang penting nyampe dengan selamat. Kepalaku mulai cenut-cenut, lelah aja rasanya mondar mandir begini bawa anak (yang lagi mogok makan) dan koper segede gaban! Untung di dampingi kakakku, benar-benar terbantuuuu….banget. Thx ya ,Kak…!

Daffa sempat tertidur 10 menit di taxi. Tapi nyampe hotel dia udah energik lagi. Kaya yang abis di recharge! Aku coba suapin dia lagi,masih….aja di lepehin! Apa sup tahu buatanku kurang enak? Ku cicipi,…ok-ok aja tuh! Duh,jadi bingung, takut dia sakit…

Hah,sudah jam 2 kita belum makan siang…waktu cepat sekali berlalu. Untung di basement ada warung padang.Lumayan enak,…jadi lumayan bertenaga lagi hehehe.Kakakku pulang jam 4 sore,beliau juga ga sempat istirahat,ada kerjaan yang harus dia selesaikan. Dan Daffa masih belum tidur juga. Badannya mulai hangat,tapi dia masih sibuk mondar-mandir aja.

Aku bawa saja Daffa mandi,sebentar lagi Raya-sahabat lamaku waktu SMTI- bakal datang. Aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan seperti apa pertemuan kami…

Sebelas tahun tak bersua,tak banyak mengubah Raya,….Senyumnya masih tetap sehangat dulu,cengar-cengirnya masih ada,tapi itulah daya tariknya dia. Hm, ku amat-amati…Raya tampak lebih mature, lebih dewasa,dan lebih feminin….Jadi terbayang waktu sekolah dulu,banyak sekali kenanganku bersama dia. Ada ketawa,ada air mata juga…Dan ketika dia ada di depan mataku kini, aku malah tidak dapat berkata apa-apa selain memeluknya haru…

Duh,Ray…sangat senang berjumpa denganmu…!

KLINIK ALERGI ANAK

Bersama Raya kami berangkat ke daerah Bendungan Hilir ,menemui dr.Widodo ,dokter ahli alergi anak. Aku dapat antrian lumayan panjang,sampe 6 orang antrian. Di situ banyak mainan. Jadi sambil aku ngobrol dengan Raya, Daffa pun mulai pecicilan nyobain ini itu. Lumayan tenang sih menurutku,tidak terlalu hilir mudik. Dia asyik main mobil-mobilan,sampe tengkurap di lantai segala sakin seriusnya lihat jalur mobilnya. Raya berinisiatif mengambilkan Daffa bangku dan meja yang kecil untuk Daffa.

Sejujurnya kondisiku sedang tidak bagus. Badanku mulai melayang rasanya. Beberapa hari ini tidurku memang tidak pulas,dan pindah-pindah tempat, naik turun taxi, membuat aku stress secara fisik. Belum pikiran tentang makannya Daffa, istirahatnya Daffa,barang-barang bawaan,input dari para ahli yang kutemui,membuat aku lelah juga secara emosional…Jadi aku ngobrol dengan Raya,dalam kondisi otak sama mulut yang tidak kompromi. Raya pun lagi-lagi berinisiatif mencarikan aku roti dan air mineral,sampe naik ojek segala…Sahabatku benar-benar perhatian,…dia responsif sekali. Aku menyimpan haruku di dalam hati.

Akhirnya datang juga giliran kami.

Dokternya baik,komunikatif,dan tidak terburu-buru. Aku konsultasi selama hampir setengah jam. Cukup lama bukan? Beliau menjelaskan tetntang efek makanan yang tidak cocok di pencernaan terhadap kesehatan. Bagaimana caranya memutus makanan pengganggu penyebab alergi, bagaimana menjalani terapi eliminasi provokasi,bagaimana caranya memantau efek diet terhadap anak. Karena ternyata,alergi itu sangat berpengaruh terhadap sistem saraf pusat. Bila ingin tau lebih jauh beliau punya situsnya di:
Berhubung aku berada di Surabaya, dan tidak bisa sering-sering bertemu beliau,beliau mengizinkan aku untuk berkonsultasi via email. Jadi,aku harus buat catatan harian makanan Daffa sesuai yang dia anjurkan, termasuk pola BAB-nya, pola aktifitas hariannya dan di laporkan kepadanya setiap 1-3minggu. Alhamdulillah,ada kemudahan lagi….Aku tak perlu sering-sering bolak-balik ke Jakarta. Thanks internet!

Sementara aku mencoba fokus pada penjelasan dokter,Daffa seperti biasa pegang sana sini. Raya jadi babysitter deh,hehehe….Thx ya Ray,it means a lot! Sudah jam 8.30pm…., Raya pun cari taxi keluar,kita pun pulang….

Papanya Daffa baru sampai dari Cisarua,dan dengan bangga aku memperkenalkan Raya padanya. Sambil makan malam yang sudah sangat telat,kami ngalor ngidul kian kemari…Sempat berfoto sih,tapi di HP-nya Raya. Secara HP ku ternyata ketinggalan di CMC Meruya. Pikun banget,nenek-nenek!

Jam 10 Raya pun pulang…Meninggalkan bekas mendalam di hatiku. Secara khusus suamiku menyampaikan terimakasihnya karena telah mendampingi kami selama dia tak ada. Sampai saat itu,Daffa masih ‘beraktifitas’ saja. Bahkan tambah heboh! Raya yang lesehan di lantai bersama kami,terkejut ketika tiba-tiba Daffa terbang di atas kepalanya. Wah,….Daffa overload! Papanya buru-buru memberi rangkulan bear-hug,untuk menenangkannya. Daffa cekikikan saja… Aku hanya bisa menarik nafas, lelah…Dan Daffa yang pasti lebih lelah,tidak tau bagaimana caranya berhenti bergerak,sungguh kasihan dia….

Ku ganti bajunya,ku matikan lampu dan kukasih susu. Daffa terlelap pukul 11 malam. Mumpung dia tidur,aku pun mengambil minyak telon, sepenuh cinta kuusapkan ke badannya….Sambil mimijit kakinya yang pasti lelah,aku berdoa dalam hati semoga Daffa segera membaik dari hari ke hari…

Aku bertekad untuk menjadi lebih baik pula…

Malam semakin larut,aku merebahkan tubuhku,bersyukur kepada-Nya karena dipertemukan dengan para ahli yang kompeten di bidangnya, dipertemukan dengan kakak dan adikku,dan dipertemukan dengan sahabatku Raya….

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s