Posted in Tentang Daffa

Last day in Jakarta:”punya bahasa,tapi tak bisa komunikasi”

Sabtu,28 Juni 2008

Daffa baru bangun jam 9 pagi. Bener-bener cape dia! Tidurnya juga rada-rada gelisah,seperti mimpi buruk.Tapi ga lama,pulas lagi. Kita dapat jadual untuk konsultasi dengan terapis wicara,Bu Rika,di CMC Meruya jam 13.00. Jadi pagi lumayan santailah,aku bisa ngepak barang-barang,beres-beres dan diskusi dengan papanya Daffa tentang apa saja yang kami peroleh dari psikolog dan dokter ahli alergi. Papa membuatkan format khusus untuk lembar observasi dan evaluasi.

Daffa bangun,mandi,dan ku pakaikan baju. Tiba-tiba ingat bahwa Daffa kalau bisa disempatkan berenang sebentar. Alhamdulillah ada Anty Opie, -yang nginap semalam dan dah sedia baju renang-. Jadi ada yang nemenin Daffa,secara aku lagi ‘berhalangan’ untuk berenang dan papanya lagi kedatangan teman lama. Meski matahari dah panas,Daffa akhirnya berenang juga. Sambil nyuapin Daffa juga,soalnya belum sarapan. Menunya hari ini: gulai ikan! Ga pedes dan enak. Alhamdulillah Daffa suka…(dasar padang😀 ).

Alhamdulillah,persis jam 13.00 kita ketemu terapisnya. Orangnya asyik juga,komunikatif dan sabar. Satu jam kami bersama beliau banyak input yang kami terima. Antara lain:

  • Secara umum,kondisi Daffa bagus. Kontak mata ada,meski masih minim.

  • Sudah mulai bisa bicara, tapi echolalia, hanya sekedar mengulang-ulang kata tapi tak mengerti makna. Ini yang sulit,dan butuh waktu agak lama untuk memperbaikinya….

  • Untuk sekarang,artikulasi (cara pengucapan )belum penting. Yang harus kami kejar adalah pemahaman terhadap kata. Tapi,latihan oral motorik tetap dilanjutkan,seperti pemijatan di sekitar pipi, meniup,menyedot, berkumur-kumur,menjilat,katup mulut-buka mulut…

  • Kesimpulannya: Daffa ada masalah dalam sistem pemrosesan auditory( pendengaran). Bisa mendengar ,tapi sampai otak tak bisa diproses sebagai bahasa. Bisa bicara (mengeluarkan kata), tapi tak bisa berkomuniksi.

PR utama kami adalah meningkatkan interaksi dengannya. Bermain dan bermain….Bermain yang bertujuan. Di bantu dengan visual support,berbicara dengan menggunakan semua sensory-nya. Mengenalkan kata ‘bola’, misalnya. Bisa di lakukan sambil memegang bola,menendang, melempar,menggambar bola,memompa bola, dan sebagainya… Sepertinya sepele sekali ya?? Tapi untuk menjadi orang tua yang kreatif dalam bermain,apalagi bermain yang bertujuan, dan menjadi partner yang asyik dalam aktivitas anak,ternyata susah-susah gampang pula…

Begitulah lebih kurang yang disampaikan Bu Rika. Sayang di Surabaya ini titik berat terapi wicaranya masih ke perbaikan artikulasi, belum ke perbaikan komunikasi. Sebenarnya kami diharapkan untuk kontrol dan konsultasi dengan beliau 1x/minggu,tapi berhubung kami jauh, bolehlah 1x/sebulan asalkan kami melaporkan perkembangan Daffa setiap minggunya via sms atau email. Hm,…1x sebulan ke Jakarta?Kayanya berat di ongkos deh….hiks!

bye bye jakartaDari sana, kami pun bertolak ke Bandara Soekarno Hatta. Selesai sudah perjalanan-yang bukan semata jalan-jalan-,selama 4 hari. Lelah tapi Puas. Alhamdulillah Daffa sempat tidur sepanjang perjalanan ke bandara. Rencana sampai sana dia ku suapkan makan lagi. Biar tetap fit. Meski kelihatannya dia baik-baik saja, -masih sempat colekin anak orang,lari-larian,bongkar-bonghkar tas di ruang tunggu-, tapi matanya sudah mulai sayu….



Jam 18-an kita nyampe Bandara Juanda Surabaya. Alhamdulillah wa syukurillah….Terbayang sebentar lagi sampai di rumah,seperti mendapat udara segar ditengah kepengapan….

Alhamdulillah dititipi khadimat (aisten rumah tangga) yang amanah…Pulang-pulang di sambut rumah yang rapi dan wangi, membuat tak sabar untuk segera merebahkan diri.

Welcome home,….

Semoga Allah memperkenankan kami untuk bertemu hari esok yang lebih baik lagi…

Dan semoga perjalanan 4 hari kami tak sia-sia,sehingga kami bisa menjadi terapis dan teman bermain terbaik bagi anak kami, Daffa Karimmayuvi….

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

2 thoughts on “Last day in Jakarta:”punya bahasa,tapi tak bisa komunikasi”

  1. selamat gabung di Palanta Ni…
    jan lupo pasang banner palanta di blog yo Ni
    salam untuak keluarga

    “tarimo kasi da max…,mohon bimbingan tu mah, ambo blogger baru…thanks lah intip blog ambo”😀

  2. Uni, posting nya double aja. Di sana OK, di sini OK. Kalo di ‘sana’ aka Prenster kan ada pemberitahuannya tuh kalo blog nya udah di apdet, jadi ga ketinggalan. Kan tinggal di-copy paste aja say. Ga ada fotonya ga apalah, yang penting tulisannya. Gimana usulku?

    "sempat kepikir sih,...tapi kok ribet hehehe,dasar malas! Usulnya di pertimbangkan,tengkyu ya Umm...Hm, tapi ntar kalo ku kopi paste ga mampir-mampir lagi ke sini??Gimana tuh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s