Posted in Tentang aku dan pikirku

“Halah!”

Bukan buah-buahan aja yang ada musimnya. Ungkapan atau slogan juga. Belakangan ini sering sekali aku nemuin kata yang satu ini,baik di ruang chat dengan teman,atau langsung nyasar ke kupingku. “Halah!” Itulah dia…

Entah aku yang terlalu sok ‘alus’ atau gimana,tapi kata seru yang satu ini kurang nyaman terdengar di telingaku. Ini mengingatkanku pada kampung halamanku,dimana biasanya kata ini dipakai untuk mengungkapkan ketidaksetujuan,kejengkelan, kesuntukan,pengabaian, bahkan umpatan. Jadi bukan kata baru bagiku,sebenarnya…Dulu,nyaliku langsung ciut bila mamaku mulai kesal dan menyerukan,”Halah..halah!” bila ada yang tak berkenan di hatinya….

Barangkali sekarang tak sampai sekasar itu maksudnya,hanya kata seru biasa seperti “Aduh!”, “Oh” ,”Wow” dan sebagainya. Tapi tetap saja ada perasaan terganggu di hati ini,sama halnya bila ada orang yang memanggilku dengan sapaan “sampeyan”,padahal aku sudah hampir dua tahun menetap di Surabaya ini.

Apa telingaku terlalu tipis ya?

Barangkali hanya karena tidak terbiasa saja. Biasanya kalau aku sudah ‘berdamai’ dengan satu kata, lidahku yang tak bertulang ini akan latah dan mulai ikut-ikutan pula.

Halah,ga konsisten deh!

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

5 thoughts on ““Halah!”

  1. “Halah” atau “halun” uni,…🙂
    penggunaan bahasa tentunya berbeda, mungkin disaerah saya “halah” berarti bantahan, rasa cemooh atas ketidak setujuan,… (halah bahasa apa ini) eits jadi ikut2an juga neh
    ==========================================================================

    (madaff)”nah,nyang cemoohan itu maksudnya,kadang suka ga enak di kuping…tapi,ah, nanti juga saya biasa…halah!:P

  2. Mungkin kalau di padang or pdg panjang masih agak rada kasar ni Ade. Tapi kalau dijkt kayaknyo lah biaso, misalnyo halah, please deh or cape deh. So org yg dibantah pun paling cuma cengar2 .. intinya si ga marah .. hihihi ^_^ ( peace ni ade )

    (madaff)”peace juga Ce…hehehe.Tenang…niade gampang terbisasa kok, paling juga nanti ikut-ikutan,hahaha…Kan bentar lagi jadi orang jakarta lagi deh!”

  3. saya juga terkadang tersinggung, dengan kata “halahh” itu, tapi sometimes i also do it:mrgreen:

    “sarupo pepatah mah da cat….,’alah bisa karna biasa’…:D”

  4. Hehehe, awalnya juga re risih De, apalagi kalo nadanya agak “cimeeh”, kaya menyepelekan juga.

    Tapi lama-lama jadi biasa, ngeliat konteks obrolannya juga.

    Bergaul ama anak muda harus siap-siap tebalin telinga De. Re sering terkaget-kaget denger ekspresi bahasa gaul mereka. Hehehe..

    “jangan-jangan nyampe Jakarta,aku dah latah duluan nih pake ‘Halah’, gawat nih…:D “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s