Posted in Tentang aku dan pikirku

sebulan ga posting

Satu bulan ga posting,serasa ada yang mengganjal…Banyak cerita terlewat,banyak moment yang terabaikan,banyak perasaan dan pikiran yang tak tersampaikan.

Tapi giliran udah di depan kompi,tiba-tiba ide menguap, kemudian termangu menatap layar dan akhirnya malah klik sana-sini,ya blogwalking,ya YM-an,tapi lebih sering beranjak dari meja,melanjutkan aktivitas rumah tangga ,-yang herannya-, ga kelar-kelar dari pagi sampai sore.

Memang enak bila punya khadimat, itu ku akui…

Kerjaan rumah ada yang handle,ada orang untuk di suruh-suruh,bisa beraktivitas di luar rumah tanpa bawa-bawa si kecil,bisa Ym-an tanpa berkali-kali mohon pamit, bisa santailah pokoknya… Tapi ada yang kurang dengan itu semua. Rasanya ga puas saja,tidak sesuai dengan definisiku tentang sosok seorang ibu rumah tangga ideal.Alias,punya pembokat bikin aku malas! Yah,sejauh ini rasanya not my way of life ajah…Be a supermom,kurasa impian setiap wanita…

Jadi ketika khadimatku ternyata tidak bisa ikut aku merantau ke Jakarta,aku tidak terlampau panik.Aku hanya sedih berpisah dengannya,secara dialah sehari-hari yang paling dekat denganku sesudah suamiku. Aku siap menghadapi hari-hari baru di Jakarta tanpa bantuan siapa-siapa.

Dan ternyata?

Menyenangkan memegang pel lantai lagi, melap kaca lagi,mencuci piring lagi, menyetrika lagi,menyiram tanaman lagi,dan bangun jauh lebih pagi dari sebelumnya. Dan tugasku sebagai sopirnya Daffa ke tempat terapi,berenang dan berkudanya juga tetap kulakoni. Alhamdulillah,migrain-ku malah ga pernah kambuh lagi dan menurut suamiku, aku jadi lebih gesit dan memancarkan aura positif dan bahagia.Tapi ga kurus-kurus juga.(kataku dalam hati)😀 Bisa-bisanya Uda aja kali tuh muji.Hehehe,…tetapi,bahwa aku lebih sehat dan bahagia,memang itu yang kurasakan…Amin,alhamdulillah…

Namun saking semangatnya dengan kerjaan rumah, kadang Daffa jadi terabaikan. Tiba-tiba dia sampai ke lantai atas,dan mengintipku dari balkon atas sambil teriak,”Mamaaaa!” Bikin aku panik saja. Dan ketika kusuruh turun dia langsung jawab dengan kata favoritnya,”MaaUu!!” Ga mau,maksudnya.

Aku juga sering terpaksa menyetelkan DVD favoritnya agar supaya dia tidak bosan dan rewel,dan aku bisa bekerja dengan tenang. Tapi itu kan tidak baik untuknya? Bukankah yang dibutuhkannya adalah interaksi yang intens dengan aku,satu-satunya temannya saat ini di siang hari? Daffa pasti kesepian sekali. Jadi kadang ku ajak dia mencuci (meski hobinya cuma buangin air ke wastafel atau ke kloset), atau bantuin aku cuci piring (tugasnya narok piring/gelas bersih ke rak piring),dan kalau aku nyiram jalan depan rumah,bolehlah dia bisa main air sebentar.

Karena belum mau tugas rumahtanggaku diambil alih oleh pembantu baru, suamiku mempertimbangkan untuk mencarikan aku orang yang khusus nyetrika dan ngepel rumah aja (secara ini yang paling keteteran). Tapi mo nanya kemana ya? Aku baru kenal Pak RT dan tetangga sebelah kananku aja. Itu juga ga pernah papasan muka lagi sejak kami menyambangi rumahnya. Tetangga yang lain belum sempat kami ketok pintu rumahnya, jadi belum kenal juga. Hiks, kesepian deh…Bener-bener cuma aku dan Daffa plus papanya di malam hari…

Hari ini bisa posting blog,karena aku minta ijin ‘santai’ pada Uda untuk hari ini. Ga tau nih,badanku pegel semua sepulang ajak Daffa hiking ke kebun teh di kawasan Puncak. 3 jam jalan kaki,Bo! Pake nyasar soalnya😀

Dan,aku harus berhenti,karena Daffa ternyata sudah mendarat lagi di lantai atas. Mengkhawatirkan deh kamu.Nak! Turun !



Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

5 thoughts on “sebulan ga posting

  1. Rumahmu luas banget sih ya, pasti capek urusan nyapu ngepelnya. Difoto donk, biar aku bisa ngebayangin. Jadi dikosin?
    Emang deh kerjaan ibu-ibu ga habis-habis.
    Khodimat emang rejeki2an. Ayu gimana kbrnya? Udah kerja lagi belum ya, di tempat lain?

  2. Mama Daffa, minta ijin meng-add blog ini di blog saya yah. Isi blog ini buat saya sangat informatif dan penting, khususnya bagi mereka yang bergelut dengan anak2x yang memiliki special needs. Semoga perjuangan dan pengalaman tentang Daffa bisa menjadi inspirasi dan pengetahuan bagi orang tua lain. Salam hangat🙂
    ============================================================================

    wah,saya tidak pe-de sebenarnya cerita saya bisa jadi referensi.Masih jauh dari optimal rasanya. Tapi gpp.thanks yah mba fely….Semoga ini jadi penyemangat buat saya untuk berusaha lebih keras dan berdoa lebih khusyuk untuk daffa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s