Posted in Tentang aku dan pikirku

Sepi di sini

Bahwa tidak setiap keinginan harus terpenuhi,setiap harapan harus termiliki, itu sangat kusadari…

Aku hanya mencoba untuk lebih realistis saja.

Pindah ke Jakarta adalah suatu kemudahan dari Allah untuk kami dan terutama Daffa. Dan lihatlah lokasi tempat tinggal kami kini; Cuma 3-5 menit nyetir ke tempat terapi Sensory Integrasi,berkuda juga berenang Daffa, di kawasan bebas banjir (katanya) dan strategis kemana-mana…Aku bisa ke pasar tradisional yang tidak terlalu jorok dan becek hanya dengan berjalan kaki, aku bisa pilih supermarket mana saja yang aku ingin kunjungi, Arion, Carrefour,ITC,Mall Kelapa Gading, semua dalam waktu tempuh yang relatif dekat. Rumah (kontrakan) kami ini juga lebih luas dari kediaman di Surabaya dulu, dan lebih nyaman,lebih leluasa bagi Daffa untuk berlari-lari menyalurkan energinya….

But, I’m Lonely…

Terbiasa di Surabaya memiliki tetangga yang ramah dan peduli, menghadapi kenyataan sampai saat ini -nyaris- aku tidak punya kenalan baru, membuat hatiku dihinggapi sepi…

Bisa kuhitung lima jari warga yang kami kenali : Pak RT,Sekeretaris RT,tetangga sebelah kiri dan kananku. Empat keluarga dalam satu bulan! Bagiku yang mantan bendahara RT di Pondok Candra dulu,-dimana aku hampir hapal semua nama kepala keluarga di RT-ku,hanya dalam bbrp bulan,-, ini fakta yang tragis!

Barangkali ini kelalaian dari pihak kami juga…Sejak pindah ke Jakarta, Sabtu dan Minggu di sibukkan oleh jadual hiking Daffa ke berbagai tempat, sekaligus bersilaturahmi mengunjungi sanak saudara,om dan tante yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya. Kapan mau mampir menyambangi tetangga? Di Hari kerja, suamiku pulang sudah sore sekali,dan biasanya sudah lelah atau ada kegiatan lain yang harus dirampungkan…Dan rasanya sungkan juga mampir di hari kerja, tentu karena kami khawatir mengganggu waktu istirahat mereka yang sudah juga lelah setelah pulang bekerja….

Jadi, Aku dan Daffa, bila tidak ada kegiatan terapi, berdiam diri saja di rumah. Aku kadang di sibukkan dengan pekerjaan rumahku, dan Daffa sering asyik dengan kegiatannya sendiri…Terkadang aku mengintip keluar rumah, berharap melihat seseorang yang bisa kuajak bertegur sapa. Tapi tembok dan pagar rumah mereka yang tinggi, sepertinya menghalangi mereka (dan barangkali kami juga) untuk bersosialisasi, berhaha-hihi...

Tadi pagi ada kejadian yang cukup “menggelikan”

Antara pagar rumahku dan pagar tetangga sebelah kananku,posisinya bersebelahan. Aku sedang menutup pagar (mau mengantar Daffa terapi), ketika pagar sebelah juga terbuka. Seorang wanita muda keluar, aku berasumsi dia adalah anak Ibu S,dimana kami pernah berkunjung ke sana untuk berkenalan, tapi tidak bertemu wanita ini. Usianya sekitar….20-an lah…Sudah cukup dewasa untuk say hello bukan?

Aku yang sudah siap2 memberikan senyum terbaikku,sambil berharap dia menoleh juga kepadaku, hanya bisa mengendurkan kembali pipiku. Dia belagak tidak tau bahwa tetangga (baru)sebelah rumahnya sedang di sebelah dia. Lucunya. dia sebenarnya searah denganku, tapi dia mau repot-repot memutar badan supaya tidak bertemu pandang denganku. Hahhh,…aku cuma geleng-geleng kepala, aku urung mengeluarkan suaraku untuk menyapanya….

Alangkah mahal tegur dan sapa…

Aku tidak mau berkata,” Begitulah Jakarta!”

Aku bukanlah orang baru di kota ini.

Satu tahun menghabiskan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi UMPTN,empat tahun setengah jungkir balik di bangku kuliah,menghabiskan hampir 3 tahun pertama pernikahanku, semuanya di kota Jakarta ini. Dan sepanjang masa itu, aku bertemu teman-teman,sahabat-sahabat yang luar biasa baik, juga tetangga yang masih ringan lidah dan hatinya untuk bertegur sapa.

Jadi kalau sekarang : “I’m so lonely….”, yah, nikmati sajalah perasaan itu. Aku coba counter perasaan sentimentilku ini dengan mengingat begitu banyak kemudahan yang kudapatkan di sini, beberapanya sudah kusebutkan di atas…

Tak ada yang sempurna…

Dan lagian, aku masih baru di sini. Dan sejauh informasi yang kudapat, tetangga-tetanggaku memang rata-rata orang sibuk semua. Dokter,pemegang saham property, mantan jaksa, pejabat ini itu, yahhh….maklum sajalah…Anggap saja lagi salah masuk kalangan.

Aku dan suamiku ber’azzam,…Karena insyaallah kami akan berlebaran di sini tahun ini, kami merencanakan untuk melangkahkan kaki,nenangga, mencoba menguntai silaturahmi….

Seperti kata pepatah,”Tak kenal Maka Tak Sayang”

Jadi, kenalan dulu lah……

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

4 thoughts on “Sepi di sini

  1. Uni,.. itu biasa dalam kehidupan bermasyarakat,.. saya juga baru pindah dan dihadapkan pada persoalan yg sama,.. tapi sering perkembangan waktu akan kembali normal lagi,… klu uni kesepian,.. main-main kerumah saya aja di http://avartara.com atau cuap-cuap di http://forum.palanta.org

    “Bener,Da…sabar aja kali yah…sambil tetap cari celah untuk bisa akrab…Btw, telamat,rumah barunya kereeeennn”

  2. Mama Daffa… Tenang aja. Perasaan sepi (dan terasing) pasti dialami setiap orang yang baru pindah ke tempat baru. Beruntunglah masih berada di lingkungan yang kurang-lebih tidak jauh berbeda (bahasa, budaya dsb).

    Di sini meski sudah 6 bulan di Oslo, memiliki kawan2x Norwegian, tetap saja ada rasa sepi, sendiri dan terasing…(namanya juga bukan negeri sendiri, bahasa, budaya, cuaca semua berbeda)… Sewaktu dinas di daerah konflik Sri Lanka, pengalaman saya justru lebih parah lagi (sepi, sendiri, plus ketegangan suara artileri siang-malam).

    Namun, hidup adalah pilihan… Life is full of choices, once you choose, you have to live the consequences…

    BTW, masyarakat Jakarta terkadang memang individualistis. Tetapi masih ada ruang tersisa untuk keramahan dan anjang sana antar tetangga. Seiring berjalannya waktu, Mama Daffa pasti akan menemukan wajah2x yang bersahabat. Wish you luck and all d best๐Ÿ˜€

    “tararengkyu yo mba, suntikan semangatnya….mesti ingat yang positif ajah,…ada kemudahan di balik kesulitan…Ga kebayang merantau sejauh mba Fely, saya bisa merengek minta pulang terus nanti๐Ÿ˜› “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s