Posted in Terapi Sensori integrasi

Diet itu memang susyah!

Hari ini adalah kali kedua Daffa terapi SI lagi sesudah libur lebaran. Menurut terapisnya, hari ini lumayan bagus, kontrol tubuh dan interaksi sosial ada peningkatan.

Di sana, aku sempat ngobrol dengan orang tua lain yang anaknya juga terdiagnosis autism. Sambil mengamati anaknya bermain dengan terapis, si Ibu sempat share bahwa nafsu makan anaknya jauh membaik sejak di kasih vitamin oleh ahli gizi. Dia makan dengan lahap, selain nasi, cemilan juga dihantamnya….Sampai-sampai satu kaleng biskuit K****G***,dihabiskan sendiri olehnya.

Saat itu aku melihat, anak ini tak seperti biasanya.Dia punya jadual yang sama dengan Daffa dengan terapis yang berbeda,sehingga aku bisa juga iseng mengamati anak lainnya. Hari ini,anak ini,, tampak excited yang menjurus ke hiperaktif. Biasanya dia cenderung diam dan ogah-ogahan.

Keherananku terkonfirmasi ketika terapisnya bertanya pada si Ibu,

“Dia juga doyan biskuit,coklat dan sejenisnya,Bu?”

“Oh,iya, semua dimakannya…”timpal si Ibu.

“Wah, ini nih penyebabnya….Hari ini dia ga konsen,Bu…banyak geleng-geleng ,muter-muternya. Wah, sulit ini ngajarin dia ngomong,kalo bawaannyo mondar-mandir mulu” geleng-geleng kepala terapisnya.

Aku tercenung sendiri.

Refleksi ke dalam diri, betapa kami sekarang juga sudah sering lalai dalam mengontrol diet Daffa. Bukan hal yang mudah, semua orang tua yang anaknya harus diet ketat pasti merasakan susahnya. Sangat…sangat…butuh kebulatan tekad dan keteguhan hati….

Kami juga pernah jatuh bangun dalam mencanangkan diet ini.

Pertama,hantam kromo aja, diet CFGF (Casein Free Gluten Free) sesuai pesan dokter psikiatri anak di Surabaya. Jadilah aku hunting makanan dari tepung beras,dan hasilnya? Daffa semakin malesssss makan. Dan dia jadi rewel dan ngamuk setiap kali melihat makanan yang dia suka tapi dia tak boleh memakannya. Wah, perang deh! Akhirnya, karena dia mulai sosialisasi, main ke rumah orang, udah tau warung, sudah susah melarangnya…Kita pun mulai longgar dan bertanya-tanya seberapa efektif sih diet ini? Karena kenyataannya,Daffa tidak menjadi tambah hiper meski mengkonsumsi coklat dalam jumlah yang wajar alias sedikit.

Akhirnya, kami memutuskan untuk cek ke laboratorium. Sebenarnya pengen cek yang spesifik,kirim darah aja,trus ketahuan deh dia alergi apa saja. Tapi mahalnya….karena lab-nya ada di luar negeri, tau deh negara mana, lupa😛

Jadi kita coba pake test yang biasa aja yang disediakan oleh laboratorium salah satu Klinik Alergi di Surabaya. Daffa di cek darahnya untuk mengetahui IgE-nya, rontgen paru untuk mengetahui apakah alergi sudah berimplikasi ke paru dan pernafasan, dan skin-test untuk uji makanan yang allergen untuk Daffa.

Dan hasilnya?

Daffa hanya boleh makan: susu soya,daging sapi,makanan dari tepung beras,dan sayur-sayur….Segala sesuatu dari Unggas dan Ikan:terlarang! Huwaaa…..tambah pusing! Mau ku masakkan apa? Duh,Nak…kasian dikau….!!

Ku cobalah lagi ngasih dia bermacam menu dari daging dan sayur. Kadang dia mau, tapi lebih sering ogahhhh….alias dilepehin terus. Akupun sharing dengan beberapa teman, alhasil banyak yang berpendapat bahwa cara itu tidak terlalu akurat. Dan yang penting, akibatnya si anak bisa kurang gizi. Aku pun bingung lagiiiii….Dan kembali melonggar….dengan tetap mempertahankan snack Daffa dominan dari tepung beras. Coklat dan roti hampir tak pernah kuberikan.

Juni kemaren, berdasarkan rujukan dari psikolog Daffa, kita pun mampir ke Klinik Alergi yang di Bendungan Hilir. Yang ini lebih masuk akal, dengan eliminasi provokasi. Jadi tidak semua makanan langsung di stop begitu saja, tapi ada tahapan-tahapannya. Dan yang pentingkita harus buat catatan harian tentang makanan yang masuk ke perutnya dan reaksinya terhadap pola tidur, pencernaan,emosi, hiperkativitas dan sebagainya….

Ini kami lakukan. Yang paling berasa efeknya sih pada pencernaan Daffa. Sejak diet,buang air besarnya lebih teratur dan lebih lembek. Tapi pada prilaku dan konsentrasinya,tak banyak pengaruhnya…Diet ini bertahan sampai akhirnya kami pindah ke Jakarta.

Dan lagi-lagi, seiring berjalannya waktu, kami pun mulai kendor….Hal ini di picu oleh seringnya Daffa menunjukkan sikap yang agresif ketika dia menemukan makanan favoritnya (biasanya kalau di ajak jalan ke mini/supermarket),dan kemudian dia tidak diperbolehkan, dia menjadi sangat tidak kooperatif dan menentang. Bahkan nekat menyobek kemasan makanan dan langsung makan di tempat! Aku yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama dia, otomatis jadi lebih sering berkonfrontasi dengannya…..HHhhhh!Kadang capek rasanya. Pernah aku sampai menangis karena tidak tau harus bagaimana….

Akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk sementara ini lebih mementingkan efek psikologis Daffa. Karena seringnya cemilan yang sedang disantapnya kita minta (maksudnya supaya dia ga konsumsi terlalu banyak ),Daffa mulai defensif dan cenderung pelit. Setiap kali kita mendekatinya dan menadahkan tangan sambil bilang,”Minta…”, Daffa membalikkan punggungnya dan pasang muka siap perang. Padahal biasanya dia mau memberi meski cuma 1-2 biji.

Kami juga memakai makanan favoritnya sebagai alat negosiasi. Bila dia minta wafer misalnya,kita akan suruh dia ini-itu dulu. Seperti: tunjuk hidung, sun mama,buang sampah,dan sebagainya,sampai dia menunjukkan tanda-tanda mau marah baru deh makanannya di kasih😀 Lumayan, it worked, dia lebih kooperatif kalau ada maunya…:P

Usai terapi tadi,aku bertanya pada terapisnya apakah Daffa harus kembali diet. Aku menjelaskan sejauh ini tepung terigu tidak membuat Daffa tambah hiperkatif,tapi kami tetap mencoba menghindari makanan berbasis coklat dan mengandung MSG.Susu soya pun masih kami pertahankan karena tingkat konsumsinya tinggi. Terapisnya menjawab,bahwa pada dasarnya dokter Hardiono tidak mewajibkan diet. Anak seusia Daffa justru perlu asupan gizi yang memadai. Jadi intinya, orang tua yang mesti mempelajari makanan apa yang bereaksi buruk pada anaknya….

Ini tidak menjadikan referansi bagi orang tua lain atau siapapun yang care dengan special-needs children…Cara kami bisa jadi keliru, tapi sejauh ini baru segini yang mampu kami lakukan. Aku pribadi,teramat sangat salut dengan orang tua yang berhasil menjalan program diet untuk anaknya secara ketat.Karena banyak laporan juga bahwa anak yang menjalani diet CFGF secara konsisten mengalami kemajuan yang optimal dalam perkembangannya…

I Wish I could do…

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

5 thoughts on “Diet itu memang susyah!

  1. Mama Daffa, mampir… Kenapa yah kok template blog ini tiap dibuka dari tempat saya di sini sering melebar?…, jadi besar banget, terutama bagian kanan (sidebar)? Belum sempat baca semua…. Baru sempat intip2x. Kangen dengan cerita2xnya… Met malem😀

    Hah??Gitu ya mba’…..Pasti serem banget deeee…Gimana dong ya, kalo di ganti template klasik dari WP kok kurang acciiikkk….Apa ada virusnya ya? Sobatku yang laen, apa ada keluhan yang sama?

  2. UNie, BE TOUGH!
    Bersabarlah, dan terus berusaha!
    Yakin suatu saat semua akan tergantikan dengan kondisi yg lebih baik.
    Kalo aku jadi dirimu..mungkin aku takkan sekuat itu..
    Dan dari blog ini, saat Daffa besar nanti, ia akan semakin tahu betapa besarnya cinta Uni & Uda padanya…
    TETEP SEMANGAT YAAA….

    Suntikan semangat seperti ini memang menguatkan hati…..Thanks yah sohibku, dah susah2 mampir ke sini hanya untuk ‘negokin’ kabarnya Daffa. It means so much to me….

  3. duh speechless..salut bgt ma teteh…tetep sabar ya teh..
    semangat!
    jd inget kt2 temen : still believe that after every storm eventually a rainbow appears
    keep fight mama daffa!
    titip salam ya buat daffa yg cakep

    muhun pisan,Len…ungkapan kata mutiaranya ngena bangeettt..bikin adem di hati…terimakasih banget nih sampe kasih semangat begitu besarnya. Luv balik dari Daffa untuk Athar si kasep

  4. (Pa kabar Daffa…? pasti kamu sekarang tambah pinter ya… Kabar mama dan papa gimana? pasti deh Daffa bangga punya mama dan papa kayak mama Daffa… dan mama Daffa juga bangga punya anak cakep kayak kamu…)

    Mama Daffa, ga sengaja saya nyasar ke blog sampeyan.. mula-mula saya cari info tentang beras merah katanya beras ini sumber gizi yang luar biasa… O ya saya salut dengan kesabaran dan ketabahan anda mudah-mudahan perjuangan anda dan Daffa akan berhasil.

    nggg, apa anda sudah mencoba kaldu murini untuk Daffa? Kaldu ini bagusbanget untuk tambah asupan karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Caranya ambil 1/4 daging tanpa lemak (pilih daging bagus), iris kasar atau di cacah, masukkan ke dalam mangkok, beri garam sedikit dan kukus dalam dandang selama lk. 30 menit. nanti daging tersebut akan mengeluarkan air, kira-kira cuma beberapa sendok saja. Nah, kaldu ini yang dinamakan kaldu murni, minumkan ke Daffa selagi hangat dengan disendoki. Rasanya enak, gurih. Info dari teman saya salah seorang prof di ITS, malah dianjurkan diminumkan sebelum jam 10 pagi.

    Teman saya yang sakit DBD ketika mengkonsumsi ini langsung naik trombositnya, begitu juga yang sakit tyhpus juga cepat sembuhnya.

    Saya dulu mencoba mengenalkan bahan bacaan (gambar-gambar yang besar dan mencolok) kepada anak saya sejak mereka balita. Dan juga mendongeng. KAdang ketika mendongeng saya juga menggambar untuk memperjelas dongengan itu.

    Ok salam mama Daffa…

    maturnuwun buangeeeett….resep kaldunya te-o-pe deh! SAYA PASTI COBAIN!Daffa emang suka kaldu mba, selama ini sih bikinnya masih di rebus, airnya dipake buat pengganti MSG…ternyata ada cara yang lebih bergizi ya? Otreh deh….besok langsung ke TKP eh ke dapur….Setelah saya ingat2, saya mulai jarang bacain Daffa dongeng karena dicuekin terus…Sepertinya saya harus mencoba lagi….Thanks yah mba atas kesasarnya….hehehe…

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb..

    Salam kenal Mba.
    Anakku Alif (21bln) didiagnosa Pdd Nos, saat ini kondisi interaksi nya masih lemah dan belum bicara.
    Sudah diikutkan terapi SI 2x seminggu selama 5bln.

    Saya membaca ttg terapi perilaku unt autisme. Apakah Daffa mengikuti terapi perilaku?

    Mohon tips2 mba dlm membimbing dan mendampingi Daffa shg bisa bhasil menunjukkan kemajuan.

    waalaikumsalam…bunda Alif… semoga selalu dikuatkan ya untuk melewati long journey ini,insyaallah pasti bisa…kalau tidak,Allah tidak akan memilih kita🙂 Kalau tips, hm…bingung juga…saya dan papanya Daffa bisa di bilang trial and error… Seperti mencoba ABA 2 tahun, ternyata utk Daffa tdk ada perkembangan yg berarti…SI justru lebih cocok, di combine dgn pemaham kita ttg tahap tumbuh kembang anak… yg paling penting itu, bermain yg berkualitas dan membahagiakan bersama anak..Melalui bermain, dia akan belajar banyak hal… Bermain itu sendiri ada ilmunya, ada tahapan mainnya. Insyaallah kapan2 saya share… Ibu sudah punya bulu The Child with Special Needs? Itu membantu buanyaaaakkk utk bisa memahami apa yg sdg terjadi dg anak kita 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s