Posted in Tentang Daffa

Kembali ke Awal…

Untuk bisa menerima sesuatu yang kita miliki kini, terkadang kita harus bercapek-capek dulu melihat ke luar diri…

Kemaren,aku bisa mengatakan banyak alasan kenapa kami harus pindah dari sini. Daffa yang belum ada teman bermain di sekitar rumah, aku yang hampir tak punya teman baru, merasa terisolir, rumah yang terlalu besar untuk kami bertiga,dan alasan terkuat: ingin menyekolahkan Daffa di sekolah alam.

Kami sudah mendaftar di sekolah alam ciganjur,bahkan sudah sampai tahap interview dengan orang tua. Memiliki harapan yang sangat besar untuk menyekolahkan Daffa di sana, kami pun berusaha untuk bisa mendapatkan tempat tinggal di sana bila Daffa di terima. Tidak ketemu di Ciganjur, hunting berlanjut ke wilayah Depok yang kira-kira masih ada akses ke Ciganjur…Dan singkat cerita, hasil ngubek2 dua wilayah itu selama berminggu-minggu,dari niat beli rumah sampai memutuskan mengontrak saja, tidak membawa hasil…Tak berjodoh dengan rumah manapun, dan kemudian tak berjodoh pula dengan Sekolah Alam Ciganjur…Kami tidak diterima, karena quota untuk anak Special Needs di kelas Play groups sudah penuh….

Cari sekolah alam yang lain….

Sasaran berikutnya adalah Sekolah Alam Depok di Sawangan dan School of Universe (SoU) di Parung….Mak, jauhnya….Tapi dasar pengen, kita jajal juga kemungkinan Daffa bersekolah di sana, dan lagi-lagi hunting rumah,bahkan sampai ke wilayah Serpong ! Tapi aku nyerah akhirnya,karena tidak punya keberanian untuk antar jemput Daffa sekolah menempuh perjalanan 20km (Serpong-Parung)….Too far, too much…Khawatir akan melelahkan Daffa….

Di Sekolah Alam Depok, kemungkinan besar Daffa bisa diterima, tapi kami belum mendaftarkan diri. Di School of Universe (SoU), belum ada kelas untuk anak seusia Daffa, jadi paling cepat Januari tahun 2009,itupun kalau quota untuk kelas TK A memadai. Maskudnya kalo murid yang diterima sampai 5 orang, bolehlah Daffa jadi ‘anak bawang’…Secara usia Daffa di bulan Januari belum genap 4 tahun…

Entah bagaimana,aku tetap merasa ingin lingkungan yang berbeda dari yang kami tempati kini. Meski sudah jenuh berkeliling di setiap akhir pekan (dan MENGORBANKAN hiking Daffa), kami tetap saja mencari wilayah yang kira-kira berada di antara Parung-Sawangan. Sampailah kami memutari Telaga Golf Sawangan,sembari bersilaturahmi ke rumah seorang teman di sana. Ternyata…di situ terkesan sepi…Kami tak tertarik untuk pindah ke sana. Buat apa kalau sama saja dengan di sini…

Hopeless,dan mulai bertanya-tanya ke dalam diri,”Apakah langkah kami ini sudah benar?” “Apakah ini pasti yang terbaik?” “Apakah sudah tak ada alternatif lain?” Di tengah segala gundah dan lelah (dan nyaris muntah! ), kami nyaris mengontrak di Perumahan Bukit Rivaria Sawangan, karena menurut pantauan mata saat itu, lingkungannya lumayan adem dan terpenting banyak anak-anaknya…Ukuran rumahnya pun cocoklah…Tidak kekecilan dan tidak terlampau besar….Tapi pertanyaan tadi, tak kunjung terpuaskan,…Ditambah lagi membayangkan betapa lelahnya suamiku menempuh perjalanan Sawangan-Jakarta untuk pulang pergi kantor setiap harinya…

Sambil menunggu jawaban seorang teman tentang kesediaannya untuk melanjutkan kontrak rumah kami, (Over kontrakan dengan tawaran cashflow yang menurut kami menguntungkan dia), aku tetap saja bertanya-tanya di dalam hati,”Apakah pindah rumah, menyekolahkan Daffa di sekolah Alam Depok adalah langkah terbaik saat ini yang tak akan kami sesali?” Apalagi,kami baru 4 bulan pindahan dari Surabaya, apakah itu tidak terlalu emosional?? Apakah tidak terlalu terburu-buru mengambil keputusan?”

Ketika suamiku memberitahu bahwa temannya tidak jadi mengambil alih rumah ini,dan kami harus mengiklankannya segera, aku berbicara kepada suamiku…

“Pa, Mama mulai berpikir…Apakah memang pindah ke Sawangan adalah yang terbaik?””Apakah dengan tinggal di situ dan menyekolahkan Daffa di Sekolah Alam adalah satu-satunya cara?”

“Tidak”jawab suamiku,”Tapi bila mama merasa tidak betah di sini, maka kewajiban papalah mencarikan tempat tinggal yang nyaman untuk mama dan Daffa”

Aku terdiam lama…Tak menyangka juga suamiku akan menjawab seperti itu…

“Bagaimana kalau begini saja,Pa?” aku mencoba mengekspresikan fikiranku..

“Kita teruskan saja tinggal di sini…Kita carikan saja Daffa sekolah Play Group umum, siapa tau Daffa sudah bisa mengikuti. Dia kan perlu teman bermain segera, tak dapat dari lingkungan rumah, barangkali bersekolah bisa membuatnya lebih berinteraksi….Semoga saja gurunya tidak cuekin dia, sabar menghadapinya,teman-temannya mau menerimanya…Sementara itu, kita lanjutkan saja rencana ngekosin kamar di atas, biar mama ada temannya….Nanti kalo Sekolah Alam Ciganjur buka pendaftaran lagi dan kita masih merasa cocok ke sana, kita daftar lagi aja Pa….Apalagi udah ada yang nolongin cuci setrika, kayanya rumah ini bisa ke handle kok Pa…Dan yang penting juga, mama ga tega Pa…Liat papa tiap hari menempuh perjalanan begitu jauh untuk ke kantor.Mana aksesnya macet lagi!” Uraiku.

Suamiku menarik nafas lega,” Papa juga pikir begitu. Memang sawangan effort-nya lumayan, tapi bila itu yang terbaik untuk Mama dan Daffa,akan Papa jalani…Namun, bila ternyata Mama bisa ‘berdamai’, bisa merasa happy di sini, dan Daffa pun bisa lebih baik interaksinya dan mendapatkan teman, tentu akan lebih mudah pula untuk Papa…Lebih baik untuk kita semua. Soal sekolah Daffa, kita tunggu saja hasil seminar ‘Sekolah Inklusi untuk Anak Special Needs’ tgl 15 nanti. Siapa tau dapat info sekolah- inklusi* yang bagus di sekitar sini.”

“Sepertinya sih Mama mulai enjoy kok Pa…Seperti yang selalu Papa nasehatkan : “Banyak bersyukur…” Barangkali itu yang sangat kurang belakangan ini…”

Jadi,kembali ke rencana semula…

Menetap di sini dulu,bersyukur dengan kelebihannya, bersabar dengan kekurangannya….Lupakan dulu Sekolah Alam untuk sementara. Dan lebih mengutamakan TERAPI Daffa dari kegiatan apapun juga…Secara belakangan ini, berenang ,hiking dan berkudanya mulai berantakan jadualnya….

Dan pe-er floortime-ku….Up grade dong…! Masa segitu aja cara bermain sama Daffa?? Lebih interaktif dan bertujuan dong…Kalo ngawur mah,sama aja BOHONG!






Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

13 thoughts on “Kembali ke Awal…

  1. selalu ada jalan keluar di tiap kebingungan. dah solusi demi solusi akan Allah tunjukkan untuk hamba yang dicintaiNya.

    Trims Pak Bram..eh, istrinya Pak Bram…hehehe…..

  2. ya ampun ni, kelupaan ga ganti nama. tadi itu masih pake nama suamiku-bram- qeqeqe. dasar ya.

    hehehe….sekalian promo web suami,….Btw, URL-nya diisi aja yang du multiply Rie…biar bisa kite klik ke sono…

  3. Bu, pernah mencari info High Scope atau Montessori? Di Kelapa Gading dekat kan? sy dengar ada kelas khususnya. Cikal atau Tiara Bangsa sy pernah baca ktnya jg ada. Sekolah2 spt ini juga banyak kegiatan extra spt renang, berkuda.Saya juga pernah survey di TK swasta umum di kelapa gading, bicara dgn kepala sekolahnya, dia mau menerima 1 dikelas biasa, dgn guru pengawas. Good luck ya bu, the couple next year saya juga akan spt mama Daffa mencarikan sekolah TK.

  4. Oh ya bu tambahan saja, di Tumbletots Sport mall Kelapa Gading jg bs dicoba. Dzaki saat ini sekolah disana, dgn memberikan keterangan kondisi anak pada pengelola sekolah,mrk bersedia. Saat Dzaki meronta2 di sekolah, teachernya mau memberikan waktu khusus diluar jam sekolah. Skrng Dzaki sdh mau masuk kelas bersama yg lain. Hari dan jam kita bebas memilih yg sesuai. Orangtua/pengasuh boleh mendampingi. Bhs pengantar bhs Inggris, namun untuk Dzaki, para teacher mau menyesuaikan berkomunikasi bhs Indonesia dulu.

    Wah, boleh juga tuh Bu jadi bahan pertimbangan…Makasih infonya mama Zaki…send mmuach buat zaki ya…

  5. Sama sama bu, yang penting disekolah tuntutannya kita jgn tll tinggi dulu, yg utama anak mau sosialisasi, terbiasa dgn orng banyak (sukur2 klo mau ngikutin), dan teacher di Tumbletots Kelapa Gading cukup mau mengerti kondisi tsb, shg tdk tll memaksa si anak mengikuti program2 di kelas.Setelah 6 bulan disana, Dzaki br mulai mau masuk kelas, duduk dan ikut perintah (wlo kdng msh suka kabur juga hehe).But it’s okay as long as he feels okay and happy

    Setuju!! Baik terapi maupun sekolah harus menyenangkan untuk anak…Kecil-kecil udah stress,kan kasian ya Bu?

  6. Moga Allah memberikan yang terbaik yah ni, kadang hidup ini memang banyak pilihan2 namun semua sulit…..tapi disinilah letak usaha yg dinilai oleh-NYA itu.

    btw, berarti uni nggak di Padang lagi dong ??

    Amin,…Allah memang selalu memberikan yang terbaik,hanya terkadang kita terlambat menyadarinya…Thx da Alex, kemaren cuma mudik 2 minggu….

  7. hikshiks…baca curhatan teteh meni kena banget ama le…g tau knapa pindah ke jkt teh jd penyesalan bgt😦..tp tetep dijalani jg…tetep sabar n bersyukur…mdh2an Allah ksh yg terbaik bwt qt ya teh…
    btw, teteh jgn ngerasa sendirian yah…klo aada apa2 sms ato telp le aja…le pengen bgt k rmh teteh..suka takut ngerepotin teteh aja hehe…

    dih,…leny gitu deh….datang ajah lagi, aku ga pernah ngerasa repot kok….Kalo ga gitu,gmn bisa silturahmi,ya ga? di tunggu ya kunjungan balasannya😉

  8. salam kenal

    banyak berdoa semoga 4JJ1 memudahkan & memberi yang terbaik utk ‘dedek’ Daffa.

    hunting utk sekolah yg terbaik memang butuh keseriusan, konsisten & pantang menyerah (persistence).

    Alhamduli4JJ1 2 anak kami, putra (7,8) sekrg sdh di kelas SD2 Pattimura & putri (4,3) di TKB Sakura SA Ciganjur. kami baru gabung di SA Ciganjur per-Des’07, menyusul kakaknya sempat waiting list per-April (baru Juli’08 dpt kuota).

    kami ikut berdoa, smoga ‘dedek’ dapat sekolah terbaik. salam dr Abg Muharry & Kakak Amanda.

    btw, siapa yg urang Minang ?

    kami ada darah Sunur – Pariaman

    Salamkenal Pak…kebetulan kita berdua asli nih Minangnya. Duh, alhamdulillah ya Pak..anaknya bisa di sekolah alam…
    Btw, multiply nya masih aktif ga Pak?

  9. ASSALAMUALIKUM…………
    MAAF YA SONY, ERA HANYA MENANYAKAN KABAR TEMAN-TEMAN SEMASA SMA SAJA. KALAU SONY MASIH DI SURABAYA MUNGKIN ANAK SONY BISA ERA REKOMENDASIKAN KE SEKOLAH MONTESSORI SURABAYA KARENA DULU ERA JUGA TERMASUK SALAH SATU TERAPIS(GURU) UNTUK ANAK ISTIMEWA SEPERTI ITU DI SEKOLAH MONTESSORI. SEKARANG ERA JADI IBU RUMAH TANGGA BIASA KARENA ANAK-ANAK BUTUH LEBIH PERHATIAN BUNDANYA. DI JAKARTA ADA JUGA LHO SEKOLAH MONTESSORI. UNTUK SONY DAN KELUARGA HENDAKNYA SELALU BERSYUKUR KARENA MEMPUNYAI ANAK YANG ISTIMEWA. DULU ANAK ERA YANG PERTAMA JUGA ADA GEJALA SEPERTI ITU TAPI CEPAT ERA BERIKAN TERAPIS DAN ALHAMDULLILAH ANAK ERA HANYA MAU ASI TIDAK MAU SUSU LAINNYA JADI CEPAT PENYEMBUHANNYA, SEKARANG DIA SUDAH SEKOLAH DI SEKOLAH BIASA TAPI YANG LEBIH DITEKANKAN NILAI AGAMANYA, JADI LEBIH SERING BERSYUKUR.
    INSYA ALLAH, ALLAH AKAN TETAP MEMBANTU.
    WASSALLAM.

    “Terimakasih Unie sharingnya…Btw, gimana ceritanya bisa nyasar ke blog ini?Oh,ya saya sudah kirimkan via email, e-address suami saya, barangkali bisa menghubungi ke sana…
    Btw, lupa matiin capslock ya Unie?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s