Posted in Terapi Sensori integrasi

Insyaallah kita bisa,Nak…Bismillah saja.

Tidak bermaksud berkeluh kesah,aku hanya sedang merasa gundah…

Sudah dua hari Daffa diet.

Masih makan beras biasa sih (beras organik pesananku belum diantar), tapi sudah tidak minum susu soya lagi. Kemaren alhamdulillah nemu juga alamatnya yang jual susu kambing dan deket rumah.Langsung pesan dan diantar. Dan seperti yang ku duga,Daffa menolaknya. Ga pake ngamuk,alhamdulillah. Hanya menolak saja. Ku masukkan ke dalam dot susunya, Daffa bergeming dengan asyik menggigit ujung dotnya.

Seperti biasa, bila hendak tidur dan sudah merasa mengantuk,Daffa akan bilang,”Tutu…” Tapi setelah dia cicipi dotnya, dia urung mengisapnya. Alhasil,malam itu dia sukses tidur tanpa kenyat-kenyot,seperti ritualnya yang biasa…Kasian sekali melihat dia bolak-balik gelisah,mengantuk tapi tak bisa bablas…Bagi Daffa, dot itu bukan masalah lapar atau haus,tapi pemenuhan rasa nyaman…Dan, kali ini dia harus belajar jatuh tidur tanpa bantuan ngenyot susu,cukup dengan usapanku di punggungnya saja,sampai lebih satu jam lamanya….

Pagi tadi Daffa terapi Integrasi Sensory (SI). Biasanya aku pulang pakai bajaj,tapi karena sebenarnya jarak dengan rumah tidak terlampau jauh (+/- 700m) aku mengajak Daffa jalan kaki. Yah, itung-itung ganti hiking,pikirku…Tapi aku lupa bahwa akan banyak tantangan yang kuhadapi selama perjalanan pulang, yaitu kebiasaan Daffa mampir di warung atau minimarket untuk jajan!

Warung pertama, aku kalah. Daffa sukses ngantongi permen Lollipop. Yah,sudahlah, pikirku membela diri, permen ini bisa jadi senjata kalau dia ketemu jajanan lagi.

Lewat Indomaret, Daffa memaksa masuk ke sana. Sanbil tetap memegangnya,aku jongkok sejajar dia dan menunjukkan permen di tangannya,” Ga usah ya Nak, Daffa punya permen” Sempat tarik-tarikan sampai diliatin orang, Daffa akhirnya ngalah dengan wajah nelongso…Berkali-kali dia menoleh ke belakang, ke Indomaret yang gagal dia kunjungi…

Ada warung lagi, Daffa langsung menunjuk-nunjuk,”MAUUUU” Pakai cara yang sama, Daffa akhirnya menurut denganku.

Capek juga tarik-tarikan sama Daffa,padahal masih ada satu minimarket lagi di depan sana. Akhirnya aku ajak Daffa belok,agak memutar memang,tapi yang penting ga lewat situ,karena kasian Daffa keinginannya ku tentang terus dari tadi. Tapi dasar Daffa si ‘penghapal jalan’, dia tak bisa di tipu…Setelah kita hampir sampai dekat rumah dan dia tau di mana posisi minimarket itu, dia meronta-ronta lagi ingin lari ke sana. Tarik-tarikan lagi… Alhamdulillh masih bisa sabar ga sampai ngebentak karena Daffa sampai nggelesot si aspal saking pengen lepasnya. Daffa akhirnya ngalah….(duh,anak baik kamu Nak…terima kasih).

Di warung yang terakhir,dia mampir. Ku temani saja,sambil melihat benda apa yang diingininya. Kali ini kerupuk putih kesukaannya. Aku yang sebenarnya udah pengen nyerah dari tadi,kali ini udah ga tega lagi melarang dia. Jadi, dengan BAHAGIA Daffa menggigit kerupuknya dan tersenyum yang sangat maniiiis padaku, membuat aku ingin menangis saja.

Bagaimana dengan permennya? Aku juga menyerah. Ku telpon papanya, ku ceritakan kejadian ini dan papanya bilang.” Lain kali kita harus selalu bawa snack yang boleh untuknya sebagai pengganti. Kalau kita sayang,kita harus tega.”

Sesampai di rumah, tau bahwa dia tidak mau minum susu pakai dot, ke sendokkan susu kambing itu sesendok demi sesendok. Alhamdulillah,abis juga 120ml,meski di selingi aksi nyaris muntah (padahal asli,GA AMIS! ) Untuk makan siangnya ku buatkan dia nasi goreng kambing (dah ga boleh daging sapi kan?) tanpa KECAP-karena dari kedele. Dan terima kasih ya Allah….dia memakannya,lebih banyak dari biasa.

Ngantuk,mau tidur siang,dia ucapkan passscode,”tutu…” Seperti semalam,ku beri dia susu kambing dalam dot dan kutambah sari kacang ijo (barangkali akan sedikit lebih enak?),tapi dia hanya mengisap satu detik saja. Botol susu di taroh dan dia gelisah bolak-balik sambil mendengarkan juz-amma dari HP ku. Akhirnya tertidur juga…

Aku tau dia tersiksa, dan bukan hal yang mudah bagiku menyaksikannya menjalani ini semua. Tapi ku coba ambil positifnya saja…

Satu, detoksifikasi memang berat,tapi itu baik untuknya

Dua, aku kan sudah lama ingin dia lepas dari dot. Barangkali inilah saatnya.

Tiga, 250ml susu dalam sehari,ku pikir cukup untuknya (biasanya soya sampai 1200ml/hari). Asal aku telaten aja nyekokin susunya,secara dia juga ogah minum/nyedot dari gelas.

Empat; Latihan untuk kami sebagai orang tua agar menjadi lebih sabar dan konsisten

Yah,….It’s a Long…Long journey….

Dan,selama kita bersandar pada-Nya, apapun pasti bisa.

P.S:

Judulnya yang ‘Not Easy for Us’ aku ganti sama yang diatas…Biar lebih positif ajah auranya… ;D


Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

12 thoughts on “Insyaallah kita bisa,Nak…Bismillah saja.

  1. Sabar ya Mama Daffa, pasti lama lama bisa. Mama Daffa sungguh luar biasa. Saya jadi banyak belajar dari pengalaman Mama Daffa. Daffa juga anak yang hebat dan pengertian. Kapan2 weekend kita kopdar yuks.

    Saya biasa aja kok,mama Dzaki…jatuh bangun,maju mundur dalam menjalani ini. Smg kita semua, para orang tua dari ABK di beri ekstra kekuatan ya? Kopdar? Hayuukkk…

  2. yang sabar ya uni….
    pasti ada hikmah nya dibalik itu.
    salam buat daffa ya.
    dari oom calta.. hehehe

    Iyah om calta..*ikutan cadel* Doakan yah Daffa bisa sgera menikmati makanan yang dia suka tanpa efek jahat pada tubuhnya…

  3. wah, sepertinya ada missing link, saya masuk di tengah-tengah cerita.
    ada apa dengan daffa, uni? kenapa ketat sekali memantau makanannya (terlepas dari kelayakan nilai gizi dsb)?

    tapi memang a long windy road to reach the panorama, uni. sabar adalah bahan bakar kendaraannya. hehe! (sok tau banget deh saya)

    Dokter pada bilang Daffa ASD(Autism Spectrum Disorder),tapi entahlah…saya ga peduli dengan label apapun…yang penting ada usaha menuju ke arah yang lebih baik…Bener itu Unie, sabar membuat kita tetap survive…tengkyuuu…:)

  4. teteh..tetep semangat!!!! CHAYO!
    g tau knapa pagi ini pgn bgt nengokin blog teteh….ternyata dah banyak banget curhatan2 teteh yg baru….
    wah bener2 hebat ini mama ma daffanya…
    tetep sabar n tetep konsisten ya teh…dl juga pas nyapih athar dari dot bener2 kasian banget.g tega…tp pelan2 pst bs ko teh…Smangat
    btw skr daffa nambah ya dietnya..
    klo daging sapi knapa teh g boleh?

    Lenyyyyyiiii…………dih,kangennya daku….Makasi dah mampir ke sini dan ninggalin jejak yang begitu banyak. Terharu dan tersanjung dotcom deh…Doakan ya jeng…Daging sapi ga boleh? Hasil test nya begitu say….keder deh koki!

  5. Duh, beruntung Daffa punya mama seperti mbak Ade yang sabar, baik hati dan tidak sombong, ehm… *aku nggak mau recehan yah, hehe :D*

    Saya salut dengan kesabaran mbak Ade, suerrr… Jejak2x perjalanan bersama Daffa di blog ini adalah pelajaran berharga tentang kehidupan. Saya belajar banyak dari dirimu mbak. Makasih ya. Keep the faith🙂

    duh,jadi takut riya nih…..recehan?saya malah mo nyogok pake mangga nih,lagi murah hehehe….Sama-sama mba fely…tulisan 2 saya sebenarnya lebih ditujukan untuk “mencambuk” saya,kalo sewaktu-waktu terasa langkah mulai berat diayunkan….apa sih?ga tau. hehehe..

  6. Ni Ade,
    Barusan wie ikut workshop psikologi di Sydney. Ada satu pesan dari workshop tadi yang akan membuat ibu2 seperti kita akan merasa sangat bangga. Pesannya: “Anak2 yang spesial akan jatuh ke tangan orang tua yang spesial juga”. Jadi, janganlah menyerah. Allah Maha Tahu. Tadi juga ada sharing pengalaman ibu2 di Melbourne. Anaknya dulu waktu kecil menderita disleksia alias sulit membaca. Sekarang anaknya itu sudah bersekolah di Amerika dengan beasiswa. Sangat membanggakan bukan? So, jangan menyerah. Keep your spirit. Give your best to your children. I am also learning how to be a good mother for my daughter. It’s very hard balancing study and family. Without maid and far from my big family. However, I must cope with this situation. Kalau wie lagi sres di sini, wie sering nyari blog nya ni Ade. Reading your blog membuat wie sadar bahwa bekerja keras dan sabar itu penting. Thanks ya. Tetap rajin menulis.

    *peluk dewi*Wuih,ga nyangka dikau sampe nyasar juga ke sini…Yang di FS udah ga keurus dah pokoknya…Terharu, kalimat demi kalimat yang dewi untai maknanya dalam…terimakasih sudah sangat mensupport…Doakan ya Wie, terus terang semangat kadang seperti layang-layang. Mesti tarik ulur biar tetap mengudara….Salam untuk your angel…

  7. Madaff.. aku punya lagu bagus untukmu&Daffa..
    judulnya “MY MUM IS AMAZING”, coba deh, search di youtube.. subhanallah, kata2 dlm lagu itu very touchy.. semoga memberi inspirasi..

    “Daku udah cari di sono, eh kompi ku lemooott…..kaga bisa deh…but, thank u banget yak, dew….ada kasetnya ga ya?”

  8. Sabar ya mbak… insya Allah pasti bisa🙂 Kadang untuk mengajarkan kedisiplinan, kita harus TEGA😦 Btw Riza juga udah 3 tahun tapi kalo mo bobo… tidak mo lepas dari dotnya😛

    Gimana atuh??? Udah diajarin make gelas, katanya gak mo [diiringi suara rengekan manjanya😀 ]. Aku juga udah kesel tuh liat dot bayi-nya masih nangkring di atas meja😛 Tapi aku bersyukur dia udah gak bangun malam minta susu lagi😀 emaknya jadi bisa tidur dengan NYENYAK😛

    “Iya ya,kalo diingat masa2 bayinya dia, kita begadang mlulu bikinin dia susu. Sekarang dah sama-sama pules, dah ga ngompol lagi….bener2 kemudahan dari-Nya….keep fighting ya mba,Riza pasti bisa…..”

  9. Ass….
    lam kenal. boleh tau gejala Daffa sampe di diagnosa Autism itu apa yah Mba? thanks
    E lupa, yg sabar yah buw..pasti ada kemudahan dariNya

    “Kita ngeh-nya pas dia udah usia 18 bulan,mba’….Belum ngomong satu suku katapun yng bermakna, cuek bila dipanggil alias ga tau namanya sendiri, tak peduli orang sekitar, semaunya, cara bermain yang tak seperti anak biasa, hm…pokoknya membuat kita merasa dia seperti sedang berada entah dimana,padahal dia ada di depan kita, dia juga tak mengerti perintah sederhana seperti “sini”, “duduk”,”tidak”….gerakan2 berulang seperti muter dan flapping (mengepak2an tangan), terobsesi dengan benda bulat dan berputar….yah kira2 gitu deh….Di bawa ke dokter tumbuh kembang, diagnosanya Spectrum Autis. Dan mulailah kita terapi sampai hari ini.”

  10. Anakku Lalang (sekarang 10 th) dulu juga begitu, percis sama, usia 4 th juga belum bisa ngomong, tapi sekarang alhamdulillah baik-baik saja. Cuma ada masalah dengan alergi … sabar ya mbak mudah2 Daffa juga akan segera baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s