Posted in Terapi Sensori integrasi

Terapi Alergi: in progress

Kalau lagi ga mood nulis, emang agak garing kalo di paksain. Nah,ceritaku kali ini sebenarnya bukan berita baru seh, cuma belum ada saat yang tepat aja untuk share di sini…

Daffa sebenarnya udah ada dua bulanan ini terapi alergi di RS.OMNI. Jadi bukan di klinik tebet lagi seperti dalam ceritaku: Cek Alergi dengan Bioresonansi. Selain karena yang di OMNI lebih dekat dengan rumah, dokternya juga yang udah senior untuk teknik biofisika ini, dan…seperti yang disarankan banyak orang, barangkali kita memang harus cari second opinion,karena di KLinik Tebet, Daffa terdeteksi memiliki daftar alergen sampai 130 macam! Pusing kan?

Ternyata, dengan metoda yang sama, hasilnya bisa beda.

Di sini, pertama di cek logam berat dulu. Daffa kena 6 jenis logam berat, beda dengan hasil test di Tebet yang hampiiiirrr semua logam berat sensitif untuk Daffa. Bingung juga sebenarnya…Tapi karena dari hasil cek darah dan feses 2 tahun lalu, Daffa memang keracunan logam berat: Hg,Cd,dan Pb, jadi aku ikut dokter yang ini saja…Menurut hasil test beliau. selain yang 3 di atas,Daffa juga kena untuk Al,Vanadium,dan satu lagi apa yah? Kok lupa. Setelah di detoksifikasi dua kali, barulah Daffa menjalani terapi eliminasi untuk 6 logam ini. Sudah selesai beberapa minggu yang lalu.Terapinya juga santai kok, ga ada prosedur invasif (memasukkan alat ke dalam tubuh spt suntikan ),jadi ga traumatis untuk anak. Lihat saja aksinya Daffa…

duduk anteng di terapi sambil di suguhi "Tom & Jerry"
duduk anteng di terapi sambil di suguhi "Tom & Jerry"

Lanjut ke tahap berikutnya. Makanan.

Juga ‘cuma’ terdeteksi 6 item.

Beras,ketan,susu,terigu,msg dan gula.

Minggu ini tinggal msg dan ketan. Sesudah itu kita konsul ke dokter lagi untuk melihat hasilnya,apakah masih reaktif atau tidak untuk Daffa.

Bedanya lagi dengan yang di Tebet, dokter di sini tidak memaksakan diet. Menurutnya, anak yang sedang dalam masa pertumbuhan,jangan terlalu di pantang. Yang penting, alerginya di atasi,sehingga badannya bisa menerima makanan itu dengan baik,

Jadi, kami pun mulai longgar…

Sekarang Daffa mulai ku kasih roti, kemudian ku pantau reaksinya. Alhamdulillah,tak ada perubahan yang mengkhawatirkan. Tidurnya tidak terlalu larut,yah…masih diatas jam 10 malam sih, tapi tidak gelisah. Emosinya masih bisa terkendali, jarang ngamuk ga jelas seperti sebelumnya. Pokoknya, kalau aku sudah merasa ada sesuatu yang out of control dalam dirinya, makanan “enak” nya ku stop dulu deh…Tapi sampai hari ini,masih OK. Padahal udah 3 hari ini aku kasih dia es krim. Daffa bobotnya turun sampe hampir dua kilo nih, jadi aku lagi semangat-semangatnya ngasih dia makan apa saja. Asal bukan cemilan gurih yang cuma enak di lidah tapi ga ada gizinya, tetap tak ku izinkan.

Berarti susu Daffa udah susu sapi lagi dong?

Ga juga, aku masih belum berani,karena susu itu kan minumnya rutin.Khawatir jadi pemicu lagi.Pagi minum susu kedelai,malam minum susu kambing organik.Dan dari hasil browsing, susu kambing lebih unggul di banding susu sapi.Tapi sesekali bolehlah dia minum susu UHT. Buat variasi rasa aja.

Begitulah…

Aku tak bisa bilang bahwa terapi ini (kunjungi aja: http://bio-e.net )yang membuat Daffa bisa ‘survive’ untuk mengkonsumsi apa yang selama ini jadi makanan pengganggu dalam tubuhnya. Sejujurnya, terapi ini masih pro kontra. Banyak juga yang menganggap bahwa terapi ini NO EVIDENCE! Sama seperti halnya terapi Sensori Integrasi, aku pernah di kritik di sebuah mailing list kesehatan karena share tentang SI, katanya SI itu ga ada bukti. Sempat sakit hati dengan pendapatnya yang menyudutkan, tapi toh….yang MENJALANI adalah kami ,bukan?

Kalau setiap terapi untuk anak kebutuhan khusus (yang para ahli saja masih sering tak sepakat soal penegakan diagnosis dan penanganannya),harus menunggu justifikasi EBM (terbukti secara medis), apakah kami orang tua harus berpangku tangan sampai orang-orang yang berkompeten dalam hal ini menemukan FORMULA yang tepat bagaimana menanganinya?? Tidak,kan?

So, depends on you,Parents….

Mencoba, selagi tidak berbahaya, tak ada salahnya.


Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

6 thoughts on “Terapi Alergi: in progress

  1. mbak, lakuin yang menurut hati dan pikiran mbak bener…karena pada akhirnya kita yg menentukan kok!! salut buat mbak ade!!!

    “iya mba ova, akhirnya berpulang pada mom’s instinct deh…kadang melelahkan juga kita ga tau apa yang benar-benar pas untuk dia. Jadinya maraba-raba saja, buka mata,buka telinga,lapangkan hati,postifkan pikiran.Dan terpenting adalah,….serahkan urusan HASIL pada Allah,Dia yang paling tau segalanya….duh,jadi serius gini reply-nya hehehe…”

  2. Mau sharing nih, anakku Lalang (10 th) juga punya cerita, umur 4 th baru bisa ngomong, sebelumnya hanya bisa menyebutkan satu kata saja misal mobil, maem, mamah, bapak dll tidak lebih dari 28 kata, dan tidak bisa merangkai kata misal “Lalang mau pipis”, bisanya ya “pipis” gitu aja. Suka jalan jinjit muter2 tanpa sebab, kami kuatir kena autis. Pernah ke tumbuh kembang anak … eh dokternya (apa co ass) bilang “harus bisa menerima kenyataan …. (lhadalah) apa pula ini tanpa diagnosa yg jelas. Umur 4 th kami ada rezeki dan mengadakan aqiqoh dengan 2 kambing besar, saya bilang “Le dipotongin kambing 2 nanti Lalang terus bisa ngomong ya … dia cuma bilang “ya”. Pas aqiqoh yg motong kambing baru pulang haji bawa air zam-zam, kami berdoa dan meminumkan air zam-zam ke Lalang. Seminggu setelah aqiqoh Lalang bisa bicara lancar begitu saja … (Subhanallah, ya Alloh anak kami sudah tidak tergadai lagi). Usia 5 th masuk TK kecil dan besar lancar … usia 6 th didiagnosa kena flek paru2, minum obat rutin 1 tahun dan dinyatakan sembuh. Masuk SD kelas 1 sampai sekarang kelas 4 masuk ranking terus (biasanya rangking 3 dikelas, Alhamdulillah). Saat ini Lalang ada masalah dengan alergi (sudah 1,5 th) tiap sore antara jam 16 – 18 batuk2 sampai muntah mengeluarkan lendir, setelah muntah batuknya otomatis hilang, jika kami beri Ceterizine 5mg maka seharian dia tidak ada masalah, tapi kasihan jg kalo tiap hari minum ceterizine, rencananya akan kami coba terapi Bio E Resonansi, sekarang sedang cari2 referensi …. mohon doanya. Salam

  3. terimakasih bunda Daffa sdh sharing tentang terapi alergi dengan bio-e
    90% pelaksana medis di bio-e indonesia adalah penderita alergi
    yang semuanya di diagnose dan di terapi oleh DR Dr Aris Wibudi, Sp PD yang di RS Omni Pulomas
    setelah kami mengalami kesembuhan dan belajar ilmunya, akhirnya kami meutuskan utk menyebarluaskannya di Indonesia dengan resiko di musuhi sejawat yang kontra dengan metode ini
    bila memang tidak ada efek yang membahayakan bagi kita atau anak kita, apakah kita harus menunggu untuk mendapatkan solusinya yang entah samapai kapan …

  4. Dua bulan lalu saya jg pernah menjalani trapi alergi Bio E di RS Bella Bekasi,saya adalah penderita eksim selama bertahun2,wktu deteksi s banyak sekali alergi saya, debu,termasuk semua makanan laut, ayam,dll. jd saya mesti terapi sebanyak 15 kali, saya tidak merasakan perubahan apa-apa padahal saya sudah terapi sebanyak krng lebih 14 kali , walau sdh diterapi semua makanan yang membuat saya alegi tetap saja bila saya makan ikan, ayam, dan seafood lainnya, eksim saya kambuh, dokter menyuruh saya untuk terapi ulang makanan yang mambuat alergi,tetapi pada terapi yang ke 14 saya berhenti, dan saya belum mengulang terapi makanan, karena terbentur biaya, oh ya setiap terapi dikenakan biaya 200rb dan saya terapi setiap seminggu sekali.
    maksud saya menulis ini adalah sebagai bahan pertimbangan bagi yang ingin terapi Bio E ini. karena setiap efek reaksi mungkin akan berbeda pada setiap orang, saya jg kalo ada rezeki lebih ingin sekali mengulang terapi ini, karena saya masih menaruh harapan pada terapi ini karena saya tidak mau minum obat seumur hidup karena menderita eksim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s