Posted in Tentang aku dan pikirku

Ternyata,Dunia penuh warna…

Hm,blog ini nyaris ga keurus yah? Hihi,maklum sekarang udah agak susah untuk berdiam lama di depan kompi. Dan sekalinya sempat,biasanya aku manfaatin untuk baca-baca email and ngintip kabar teman-teman di fesbuk. Itupun sering kebablasan deh,sampe pernah lagi masak….eh,gosong! Hati-hati, itu salah satu efek samping fesbuk yang layak di waspadai😛

Aku mau bercerita tentang… siapa lagi kalo bukan cahaya mataku Daffa Karimmayuvi. Alhamdulillah, Daffa sudah semakin ngonek *minjem istilah internet*. Dia memang maniak bola. Biasanya sudah tidak kukabulkan kalo dia merengek minta bola. Sudah kebanyakan di rumah! Sampe ku tumpuk di kardus yang luamyan besar aja penuh. Tapi yang ini…aku kabulkan. Kenapa? Bolanya cakep? Bukan….bagiku sih semua bola sama aja, bulet! Hihihi…Daffa aja yang mupeng tiap kali liat bola, padahal di rumah sudah ada dengan warna,ukuran dan corak yang sama. Aku beli bola ini mengingat dan menimbang Daffa sudah mulai ada perhatian untuk melabel benda. Bolanya kecil-kecil, aneka warna. Tidak bercorak.Polos. Cocok dengan misiku ingin mengajarjan Daffa warna. Yah,…bismillah aja….Walau dulu pernah di coba dan dia cuek saja,hanya tertarik dengan bolanya tanpa peduli warnanya, tak apalah ….di coba lagi saja. Mudah-mudahan mudeng ,

belajar-warna2

Dan, ALhamdulillah….Karena barangkali memang sudah waktunya,Daffa enjoy saja kuajak bermain warna dengan media bola. Prinsip pertama adalah MENYAMAKAN dulu. Jadi, karena ada 5 macam warna,kusediakan pula 5 wadah untuk warna merah,pink, hijau,biru dan kuning. Kutunjukkan cara mainnya. “Samakan merah dengan merah” Sambil di contohkan tentu saja. Daffa mengikuti,juga untuk warna lain. Ketika dia telah berhasil untuk mengelompokkan bola dalam warna yang sama, baru lanjut deh ketahap IDENTIFIKASI. “Daffa,ambil biru” Lagi-lagi di cintohkan dulu sambil tetap menjaga kontak mata dan pengucapan yang jelas. Tidak langsung bisa, kadang masih asal comot. Tapi itu bisa juga jadi media, missal dengan mengatakan,”Bukan hijau. Ambil BIRU” Alhamdulillah,beberapa kali dia mulai bisa.

Tahap selanjutnya mulai ke LABELING. “Daffa,warna apa ini?” Kalau dia tau dia akan langsung jawab. Mela untuk Merah. Hilu untuk Biru. Edo untuk Hijau. Uni untuk Kuning, Pi untuk Pink, Tidak selalu tepat juga sih…Kalau dia kumat bengongnya, atau ada yang lain yang lebih menarik perhatiannya,dia akan asal jawab saja. It’s OK, tinggal di koreksi saja pelan-pelan…

Pemahaman terhadap warna ini,sepertinya bagi Daffa merupakan hal yang luar biasa. Dunia tampak penuh warna baginya. Ketika mengajak dia berjalan-jalan, dia mulai mengenal dunia di sekitar dia. “Ma,Undi hitam” Ada mobil warna hitam yang melintas. “Haju Mela” Daffa memakai baju merah. “Awu Edo” Daun warnanya hijau. “Mama Utih” Bukan mamanya yang putih hehehe, tapi Mama make jilbab putih😀

Subhanallah…

Fabiayyi alaa irabbikuma tukazzibaan….

Maka ni’mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Arrahman:13)

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

10 thoughts on “Ternyata,Dunia penuh warna…

  1. Great job, Uni…
    Kalo Aslam sekarang lagi ngebet pengen sekolah. Dia suka cerita, kalo nanti sekolah ada Bu Guru, ada temen-temen, ada mainan…Tadi barusan aku ambil formulir pendaftarannya. Cari yg paling deket aja, biar aku gampang antar jemputnya

    1. Alhamdulillah Aslam udah pingin sekolah….Mudah2an semakin pintar dan banyak temannya….Masuk kapan? July ya Rul?

    1. Hihihi,kriwil lucu lagiiii…Kalo dipangkas ga takut jelek, orang kriwil ini!😀 Salam buat Zaza dan Syafiq ya San…

  2. Subhanallah. Alhamdulillah. Fakhri senangnya dengan huruf abjad. Dia sudah bisa menyusun kata-kata dengan huruf-huruf mainannya itu. Kalau lagi bosan dia menyusun hurufnya berdasarkan warna, tidak membentuk kata. Tapi masih belum mau menirukan kalau kita sebutin warnanya. Ya bertahaplah. Ya kan? Memang harus sabar dan telaten. Juga menjaga dietnya jangan sampai bocor. Untunglah rumah jauh dari warung. Dan kalau diajak ke supermarket atau minimarket, dia lebih tertarik sama botol2 kasmetik dan sampo daripada makanan.

    1. Betul Mia, setiap anak punya talenta masing-masing…..tugas kita untuk mengggali dan mengarahkannya….Alhamdulillah, Daffa dietnya sudah tidak ketat lagi,sejak di terapi dengan Bioresonansi…Jadi, sudah tidak terlalu khawatir dengan nutrisinya. Tetap semangat ya Mia! Fakhri pasti cepat pintar…Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s