Posted in Milestone, okupasi dan speech therapy, Tentang Daffa, Terapi Sensori integrasi

Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration

A. Proses Sensorik

1. Proprioseptif-vestibular (gerak dan keseimbangan)

  • Sensory seeking to Proprioceptif-Vestibular Input (Prilaku mencari input pada aspek kerja otot dan keseimbangan) : Kebutuhan Daffa terhadap input proprioceptif masih terlihat tinggi. Hal ini terlihat dari prilaku Daffa yang cenderung berlari dan terburu-buru saat melakukan aktifitas di ruangan, senang sekali melompat ke bantal dan masih kesulitan untuk duduk lama tanpa instruksi dari terapis. Akan tetapi Daffa juga terkesan mudah overload jika sedang mendapatkan input tersebut dengan tertawa-tawa dan berteriak berlebihan.
  • Sensory Avoidance to vestibular input (prilaku menghindari input keseimbangan) sudah tidak terlihat. Daffa mau bermain dengan permainan vestibular seperti ayunan tanpa harus dialihkan dengan aktivitas lain.

2. Tactile (Peraba)

  • Defensive Tactile: Daffa terlihat menunjukkan respon tidak nyaman saat bermain pasir di Outdoor (cenderung di bersihkan dan saat celananya basah terkena pasir pola jalan terlihat berubah dan ekspresi terlihat risi). Selain itu Daffa juga masih berteriak ketika ditenangkan diantara bantal (sandwich) saat Daffa mulai overload. Untuk input tactile lainnya seperti foam,bedak,atau rumput, respon Daffa terlihat adaptif.

3. Auditory (Pendengaran)

  • Kesan defensive auditory sudah tidak terlihat, bahkan Daffa mulai senang bersenandung dan bernyanyi.
  • Selective response to auditory belum berkembang optimal. Terkadang Daffa masih meniru semua kata-kata yang di dengar olehnya.

4. Olfactory (Penghidu)

  • Daffa tidak memperlihatkan prilaku mencari atau menghindar terhadap input penghidu saat bermain foam atau bedak

5. Visual (Penglihatan)

  • Sensory seeking to visual Vestibular Input dengan melihat celah-celah mainan,sudah tidak terlihat
  • Visual distraction: perhatian daffa masih mudah teralih oleh input visual seperti mainan atau gerakan teman.

6. Oral motor dan respiratory (mulut dan pernafasan)

  • Kemampuan mengunyah belum maksimal, daffa belum dapat merotasi makanan dalam mulut.Ngeces saat aktifitas yang membutuhkan konsentrasi dan terlihat berkurang jika Daffa nelakukan aktifitas oral seperti meniup dan mengunyah. Mulai mau makan yuppi namun belum mau makan jelly

B. Kemampuan Motorok

1. Motorik Kasar

  • Kemampuan mengontrol tubuh saat melakukan aktifitas semakin berkembang. Daffa dapat mengontrol tubuhnya saat aktifitas seperti meluncur
  • Kemampuan menjaga keseimbangan tubuh saat aktifitas seperti berjalan diatas papan titian terlihat berkembang. Daffa sudah bisa melakukannya tanpa mencari pegangan.
  • Kemampuan motor planning belum berkembang optimal. Terkadang Daffa masih kesulitan saat melakukan aktifitas baru (terutama saat pertama melakukan katifitas tersebut) yang kompleks atau aktifitas lama seperti memanjat tangga vertikal.
  • Postural stability saat melompat di trampolion terlihat berkembang
  • Awareness terhadap lingkungan terlihat tidak optimal terutama saat Daffa mulai banyak mendapatkan input (overload)

2. Motorik Halus

  • Manipulasi jari untuk merobek bungkus makanan masih dibantu,namun merobek kertas Daffa mandiri. Gerak pergelangan tangan secara berlawanan cukup baik.
  • Manipulasi jari untuk memutar benda kecil belum maksimal,Daffa belum dapat memutar dengan menggunakan ujung jari,ia menempelkan ke badan untuk membantu memposisikan benda tersebut.
  • Koordinasi dua tangan untuk beraktifitas belum konsisten,dan masih perlu diingatkan.
  • Pegangan pensil terkesan belum stabil sehingga masih berubah-ubah posisinya,namun tekanan pensil sudah terlihat lebih tebal

3. Komunikasi dan Interaksi sosial

  • Perbendaharaan kata berkembang,daffa tidak lagi mengulang-ulang kata namun artikulasi ada yang belum jelas sehingga kata menjadi belum bermakna
  • Komunikasi dua arah belum maksimal,daffa terkadang masih bicara sendiri. Kemampuan untuk menjawab pertanyaan sederhana seperti “punya siapa?ini apa?” masih di bantu.
  • Self defense (membela diri) ketika diganggu teman mulai berkembang,daffa juga mulai dapat mempertahankan mainan kepunyaannya dan merebut kembali dari teman jika di ambil

4. Perhatian dan Prilaku

  • Atensi dan konsentrasi masih mudah teralih sehingga Daffa membutuhkan waktu lama untuk menyelasaikan tugas dan juga perlu pengulangan instruksi untuk mengerjakan tugasnya kembali
  • Daffa terkadang msih asyik bicara atau bernyanyi saat beraktifitas
  • Daffa masih mengalihkan aktifitas yang dianggap sulit olehnya sehingga pemecahan masalah belum banyak berkembang
  • Prilaku memukul mama jika tidak menyukai sesuatu mulai berkurang (ekspresi emosi mulai berkembang)
  • Prilaku impulsive seperti mendorong teman saat bermain mulai berkurang

5. Persepsi dan Kognisi

  • Kemampuan mengenal warna primer berkembang sedang untuk warna sekunder masih di bantu
  • Generalisasi gambar belum maksimal,daffa masih dibantu untuk menyebutkan gambar karena daffa terkadang menyebutkan fungsi benda tersebut,misal gelas di sebutkan minum
  • Kemampuan berhitung urut secara verbal masih di bantu
  • Daffa terlihat kesulitan untuk mengingat urutan tugas dalam 1 kegiatan (misal mengambil puzzle lalu melompat) sehingga Daffa perlu diingatkan setiap akan melakukan aktifitas tersebut

KESIMPULAN

Daffa banyak mengalami perkembangan pada setiap aspek,tetapi belum konsisten.Jika Daffa tidak mengerjakan PR dan tidak mengikuti terapi beberapa pertemuan,perkembangan Daffa cenderung menurun kembali. Selain itu untuk aspek komunikasi,perbendaharaan kata Daffa mulai berkembang tetapi karena artikulasi yang belum jelas maka kata yang di ucapkan Daffa menjadi kurang bermakna

REKOMENDASI DAN SARAN

  1. Terapi sensori integrasi dan okupasi tetap dilanjutkan
  2. Merujuk Daffa ke terapis wicara untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap perkembangan wicara Daffa (Artikulasi)
  3. Meminimalkan bantuan dalam melakukan katifitas sehari-hari dan memvariasikan instruksi sehingga Daffa lebih mandiri dan pemahaman terhadap kosa kata berkembang pula.

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

16 thoughts on “Laporan Hasil Terapi Okupasi dengan Pendekatan Sensory Integration

  1. Salut tux Ade. Semoga perkembangan Daffa makin bagus dari hari ke hari, karena sedikit saja perubahannya ke arah yang lebih baik sangat membahagiakan. Terus berjuang Mama dan Daffa

  2. Terimakasih mbak untuk tulisannya. Saya jadi punya bahan perbandingan. Btw. Mbak pakai terapisnya di rumah atau di klinik? Saya sedang butuh terapis okupasi utk di sekolah anak saya, apa bisa bantu rekomendasi mbak? Trims sebelumnya

    ” Itu terapinya di Check My Child Klinik anakku bu Dewi, saya ga punya terapis yang di panggil di rumah, Maaf belum bisa membantu “

  3. saya mau minta saran…..okupasi apa yang pas pada anak yang perilakunya buruk,,suka menunjang,menjambak,melundah,bahasa kotor,dan tidak adanya koordinasinya mata dan tangan pada saat menulis tidak mau melihat,,,padahal dia bisa .tidak adanya kesabaran dalam melakukan tugasnya serta kons3ntrasinya

    Bu muti…saya juga jadi agak bingung ya, belum pengalaman kalau seperti ini…sudah coba konsul dengan psikolog dan terapisnya? Sekolahnya bagaimana? Baik anak SN atau pun yg normal, mereka pada dasarnya harus kita bantu untuk tau batasan dan aturan… Mungkin bisa di diskusikan dengan tim guru, dokter dan terapisnya…Maaf kalau belum bisa membantu…

  4. makasih untuk artikelnya, sangat bermanfaat buat saya. saya mau tanya : tau gak tempat terapi okupasi yg bagus di sby? makasih untuk bantuannya.

    1. Di surabaya? hm…kurang tau juga mba kalo tempat terapi yg ok, soalnya dulu, 3 tahun y.l saya panggil terapis ke rumah… lumayan bagus sih menurut saya, cuma mohon maaf, nomor telponnya udah ga punya…

  5. Pusat Terapi Anak berkebutuhan khusus Rumah Sahabat Yogyakarta melayani terapi autism, terlambat bicara, ADHD, Down syndrom, dan lain-lain dengan terapi terpadu, speech terapi, sensori integrasi, terapi perilaku, fisioterapi dll. untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Rumah sahabat di erum Gambiran C 2 UH V, Jl Perintis Kemerdekaan Yogyakarta phone 0274 8267882

  6. Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

  7. Mbak, terima kasih..
    saya baca blognya tentang OT
    sangat membantu saya utk memantau perkembangan anak.
    Semoga Mbak sekeluarga dan juga Daffa
    selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT
    Aminn..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s