Posted in Tentang Daffa

To the Movie

Sewaktu masih di Surabaya, bila ada film bagus yang sesuai seleraku  dan Uda, kita akan menyelinap  ke bioskop pas jam tidur Daffa dan menitipkannya kepada si mba yang sudah di percaya. Tidak sering sih, paling Harry Potter dan apalagi ya?Film Ayat-ayat Cinta juga termasuk yang kami sempatkan untuk nonton berdua. Dan itu film Indonesia pertama yang kami minati.

Sesampai di Jakarta, karena tak bisa lagi meninggalkan Daffa meski  1 -2 jam, go to movie berduaan bukan lagi pilihan. Kecuali ketika melihat perkembangan Daffa yang semakin membaik, dia sudah mulai tenang dan mengerti perintah,kamipun mempertimbangkan untuk membawa Daffa ke bioskop untuk menonton Madagaskar 2. Harapannya, semoga Daffa bisa meni’matinya….

Tapi ternyata Daffa belum mampu…Atau masih merasa lumayan terganggu dengan sound system yang menggema, gambar yang super gede, sehingga dia bergerak-gerak gelisah. Alih-alih memperhatikan fim yang sedang kami tonton, dia lebih sibuk memperhatikan anak-anak lain yang ada di ruangan itu,dengan berdiri di kursinya. Berkali-kali kami menyuruhnya duduk. Untunglah dia cukup menurut. Film itu cukup menghibur sebenarnya, banyak adegan yang membuat para penikmatnya terpingkal-pingkal,terutama anak-anak. Daffa pun tak mau ketinggalan, setiap ada yang tertawa dia akan tertawa dengan histeria pula, bukan memandang ke layar depan, tapi mencari perhatian anak lainnya…

Saat itu kami berkesimpulan, Daffa belum bisa diajak ke bioskop. Dia menjadi overload. Input sensory yang dia dapatkan secara bersamaan dalam jumlah yang banyak (orang ramai, suara menggelegar,gambar yang besar dan bergerak cepat ),membuat dia kewalahan. Tapi kami mempertimbangkan untuk mencoba lagi suatu waktu nanti.

Dan sebagai penggemar tulisannya Habiburrahman El-Shirazy , aku pun tergoda untuk menonton Ketika Cinta Bertasbih. Dengan membawa Daffa,tentu saja. Aku menyiapkan snack Daffa biar dia cukup nyaman di dalam sana. Kami memilih bangku paling belakang untuk antisipasi Daffa gelisah lagi.

Dan benar saja, baru musik pembuka saja, Daffa sudah tampak ketakutan. Dia buru-buru turun dari kursinya,memasang sandalnya, dan menarik tangan papanya minta keluar dari sana. Susah kami membujuknya untuk diam di dalam. Akhirnya papa dan Daffa keluar,meninggalkan aku sendirian yang bingung antara ingin tetap di dalam atau ikut keluar juga. Aku memutuskan untuk melupakan film ini dan keluar saja, ketika si Papa dan Daffa masuk dan duduk kembali. Hm, great job Pah…sepertinya Daffa mulai jinak hehehe….Mama masih bisa nonton nih….

Daffa tidak mau duduk di kursinya,dia duduk di pangkuan papa. Dia memeluk leher papanya, sesekali melihat ke layar bila ada yang menarik perhatiannya,tapi sudah tidak minta keluar lagi. Bila ada orang tertawa,dia akan ikut tertawa juga. Daffa mengantuk, tapi tak cukup nyaman untuk tidur, jadi dia diam saja.

Dua jam, film pun selesai, kami pun keluar,memeluk dan mencium Daffa,mengucapkan terimakasih karena telah menjadi anak yang baik dan anteng selama di dalam sana.

Tidak terlalu buruk kan Nak?

Kita hanya perlu mencoba saja.

.

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

3 thoughts on “To the Movie

  1. Hehehehehe,…… Klu Madagaskar sepertinya cocok untuk Daffa,.. Nah klu KCB buat bunda dan ayah keknya,….. Btw, Daffa dah banyak kemajuannya Uni,…… tetap semangat

    “Deu….tau aja deh….maknya Daffa yang ngebet pengen nonton…betul itu,betul….Alhamdulillah Om Daffa mah, doakan terus yah….”

  2. Alhamdulillah de…Daffa udah smakin banyak kemajuannya..banyak sabar ya madaf..hehehe tapi kayaknya masalah sabar..ta kudu blajar sama ade nih..

    “Ops,bahaya Ta,kalo belajar sabar sama akyu….Bisa kacau ampok hahahaha”

  3. Ya.. kita hanya perlu mencoba dan terus mencoba hal-hal baru. Kalau tidak kita tidak akan pernah tahu. Alhamdulillah Daffa sudah banyak kemajuan. Jangan pernah lelah untuk berjuang ya Daff… Dengan dukungan dan cinta kedua orangtuamu Insya Allah kamu pasti bisa dan berhasil. Cup sayang dari Bunda Fakhri

    “Amin,tante…makasih yah…salamuntuk fakhri juga🙂 “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s