Posted in Tentang aku dan pikirku

*sigh*

Kaget aja baca berita kalo Adjie Massaid meninggal pagi ini karena serangan jantung.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Aku bukan penggemar artis dan politikus.

Berarti jelas bukan fans nya Adjie Massaid…

Tapi kepergiannya yang mendadak,-bagaimanapun dia sehat,muda dan karirnya sedang bersinar-,

serta merta membuat aku ternganga juga….

Sungguh umur itu hanya Allah yang tau kapan batasnya…

Aku ikut berduka untuk keluarga yang di tinggalkannya…

Pastilah berat dan painful inside untuk mereka,

terutama istri dan anak-anaknya…

Tak bisa di cegah,

pikiran yang selalu menakutkan jika dibayangkan

melintas di kepala….

bagaimana kalau….seandainya…

Ah, tak sanggup untuk mengatakannya, sungguh…

Apalagi jika mengalaminya…

Rasanya pastilah dunia ini warnanya tinggal semburat bayangan kelabu saja…

Serasa tak akan ada udara yang sanggup lewati paru-paru ini lagi…

pastilah seperti tenggelam dalam kedalaman tak berujung…

Hidup ini akan sangat berbeda jika dia tak lagi ada….

Sunyi, hening, kelabu.

Duh…Allah…

Aku sungguh hina karena merasakan ini…

Seorang muslim tak selayaknya mencintai sesuatu melebihi cintanya padaMu…

Ampuni hamba untuk kelancangan ini

Ajari hamba untuk mulai detik ini menyiapkan diri…

Walau betapapun hampa-pedihnya di tinggal orang-orang tercinta suatu saat nanti…

Ijinkan hambaMu ini hanya bersandar padamu semata,melebihi apapun jua

Meski air mata akan menetes seolah tiada kan henti…

Cukuplah kekuatan dariMu saja dan doa yang tak putus untuk mengantarkannya…

Ya Allah,

sungguh hanya kepadaMu tempat kembali kami

Semoga kami layak mendapat khusnul khatimahMu,

bertemu denganMu dengan muka yang penuh seri…

Jika itu yang terjadi,

maka tak ada yang patut kami tangisi lagi…

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

2 thoughts on “*sigh*

  1. Kita memang tidak pernah tahu dan tidak bisa menebak kapan kematian datang menghampiri. Kalau diperhatikan banyak kejadian kalau mendadak gitu, keluarga yang ditinggalkan shock, nggak percaya dan berbagai macam rasa berkecamuk. Tapi kalo sakit yang udah agak lama atau yang parah biasanya “relatif lebih siap”.
    Bunda juga nggak tahu sih bagaimana rasanya “ditinggal” orang terdekat dan terkasih, tapi untuk selalu menguatkan dan menyiapkan diri dan hati, kita hanya harus ingat bahwa apa yang kita miliki di dunia ini hanya pinjaman dan hanya sementara. Insya Allah dengan selalu mengingat itu, kita bisa lebih ikhlas. Dan tentunya selain itu kita juga harus mempersiapkan diri kita kalau justru kematian itu datang menghampiri kita, kita harus siap bekal untuk menghadapinya. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW :”Perbanyaklah mengingat penghancur berbagai kelezatan yakni kematian.” (HR Ibnu Majah, Nasai, At Tirmidzi dan Ibnu Majah).
    Wallahualam bishawab

    Betul sekali bunda fakhri….semua hanya titipan Allah…semoga kita ikhlas mengembalikan pada PemilikNya jika waktunya tiba…

  2. hiks..ternyata aku belum apa2…imanku masih sangat lemah…masih merasa takut kehilangan orang2 terkasih😦

    ” kayanya kita emang ga akan pernah merasa siap ya Ta… moga Allah kuatkan kita dan mengisi kekosongan yang nanti pasti akan di rasakan…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s