Posted in Milestone, Tentang Daffa

Maaf seribu kali

Lanjuuuut tulisan kedua di hari yang sama *lagirajindotkom*

Ini tentang Daffa.

Maret depan usianya insyaallah 6 tahun sudah.

Alhamdulillah untuk sosialisasi dan komunikasi,kemajuan Daffa udah banyak sekali.

Kosakatanya udah ga bisa ku hitung, meski artikulasi masih belum sempurna, tapi maksudnya bisa di kira-kira… Udah bisa di ajak ngobrol yang sederhana, seperti….

“Hari ini sentra apa Daf?”

“Senta seni”

“Sama siapa?”

“Ibu dijah”

“Daffa buat apa?”

“bikin daun” (lagi tema ‘bunga’ di sekolah)

“warna daunnya apa?”

“Coklat”

“Apalagi warnanya?”

“coklat aja ah!”

“Ok deh..Daffa senang?”

jawabannya kadang kalo udah kepanjangan, mulai melenceng

“Daffa tadi dorong-dorong N*no” (anak SN juga, TK B)

“Oh ya, yang dorong siapa?”

“Daffa. Jatuh”

“Yang sakit siapa?” mencoba menggali lebih jauh, karena Daffa belum bisa bedakan kalimat aktif dan pasif.

“Daffa. N*no lom eti” ( N*no belum mengerti, maksudnya)

“Maafkan N*no ya Nak…”

“Iya. N*no lom eti ,Ma. Sayang teman aja ”

*terharu, meski terbatas, dia belajar pahami temannya*

Kembali ke pertanyaan yang belum terjawab,

“Tadi Daffa di sentra Seni senang ga?”

“Senang. Daffa bikin daun” sambil tangannya menggambar daun di udara🙂

*dua tahun lalu, ga berani mimpi bisa ngobrol begini sama Daffa*

Cuma nih, ada juga kadang yang ngeselin dari dia (hehe, mak nya emang ga sabaran)

Dia belajar untuk memaafkan dan berani minta maaf jika bersalah.

Itu salah satu sikap yang coba di bangun di rumah dan di sekolah. Sama seperti attitude yang lain, minta ijin, ucapkan terimakasih, tolong, dan maaf adalah kata-kata yang dibiasakan untuk dia dengar dan lakukan. Caranya dengan modelling tentunya. Aku pernah di protes karena nyomot makanan dia, akhirnya minta maaf dan minta ijin deh *orangdewasaemangsukabegitu*:P

Naaahhh, si Daffa ini, lagi keranjingan ‘minta maaf’

Caranya ya dengan bikin kesel orang lain, siapa aja jadi sasarannya…Di colek-colek,ditarik-tarik,ditubrukin,sampe digigitin (untungnya sama kita orang rumah aja, di sekolah udah ga, kata gurunya), trus nanti dengan mata BERBINAR-BINAR (bukan menyesal ya), dia dengan manisnya akan bilang, “Maaf ya Ma…Maaf ya Pa…Maaf ya ii…”

Dan dia ga akan berenti minta maaf sampe kita bilang,” Iya Daff, DIMAAFKAN”

Berkali-kali kita kasih pengertian ke Daffa, bahwa maaf itu artinya kita menyesal, HANYA LAKUKAN YANG BENAR, BUAT ORANG LAIN NYAMAN… Dia sih manggut-manggut saja, tapi karena anaknya suka becanda, ya itu deh…..kebablasan lagi. Bagi yang sering ketemu Daffa, udah hapal tabiatnya yang overexcited (terutama kalo ada tamu atau bertamu),sampe kadang menjurus ke kekerasan😦

Eh, tapi bukan berarti dia ga pernah serius minta maaf loh… Kalau dia tidak sengaja menyakiti, waaa…itu ekspresinya bener-bener menggugah deh. Dia akan peluk-peluk, elus-elus, menatap dengan prihatin, sambil minta maaf serius, ” Maaf Ma, Daffa sayang aja ya Ma…” Biasanya kalo udah begini, ga sanggup melotot deh, orang dia ga sengaja hehe.

Cuma kalo isengnya lagi kambuh, kata maaf bisa ribuan kali terucap dari mulutnya *lebay sih emang*, sampe bingung mo bicara apa lagi biar dia mengerti untuk bisa hentikan prilakunya yang bikin orang lain ga nyaman.

Yah, anggap aja PR untuk mak babenya lah…

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

2 thoughts on “Maaf seribu kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s