Posted in curhat, kehamilan, Tentang aku dan pikirku, Tentang Daffa

Sebuah cerita lama: “harap2 cemas”

Iseng buka-buka blog yang di friendster, nemu tulisan ini…

Mengenang kembali masa-masa menunggumu,De’…

Sehat dan bahagia ya Nak, di dalam sana…

Insyaallah 13 minggu lagi kita bertemu..Amin

October 5, 2007

Sudah lebih dari setahun aku begini….
Setiap kali aku terlambat haidh meski baru beberapa hari,aku sudah rewel minta dibeliin test pack.Pokoknya penasaran!Tambah lagi entah karena sugesti,badanku selalu jadi tidak enak. Pusing-pusing ,kadang mual.Tapi hasilnya selalu negatif….

Kami bahkan sudah pernah konsul ke dokter ob-gyn.Kebetulan waktu itu sel telurku memang kurang berkembang sempurna.Aku diberi Vit E dosis tinggi. Dan memang sel telurku lama matangnya, siklus mensku memanjang sampai 6 minggu lebih. Bulan berikutnya aku datang lagi,dan aku diberi semacam obat untuk meningkatkan gizi sel telur agar tumbuh lebih baik dan matang sesuai usia. Tapi aku belum hamil juga….
Akhirnya aku dan uda memutuskan untuk santai saja dulu.Apalagi melihat Daffa masih butuh perhatian dan stimulus extra untuk perkembangan bahasanya. Dua bulan kemaren, siklus haidhku teratur. Berkisar 28-29 hari. Yang berbeda dari bulan sebelumnya hanyalah, dalam 2 bulan tersebut aku rutin berolahraga dan banyak makan buah.
Dan kali ini,sudah 35 hari aku belum mens juga…Aku menduga-duga mungkin ini karena aku puasa dan olahragaku kurang maksimal.Paling senam 1x seminggu, atau jalan kaki sebentar bersama uda usai sholat subuh.

Tapi di sudut hati yang lain, aku berharap lain….Semoga,…semoga….semoga aku positif.
Hari Kamis kemaren kami mengundang teman2 departemennya uda, ada sekitar 20 orang, untuk berbuka puasa di rumahku. Ini memang bukan yang pertama kalinya aku mengundang kerabat dan teman makan di rumah. Tapi tetap saja aku stress mikirin menunya dan bagaimana menghandle-nya. Dan meski puas karena sepertinya tamuku cukup menyukai hidanganku, aku ternyata kelelahan. Aku tepar dan migrenku kambuh.
Jumat paginya pun masih begitu. Alhamdulillah ada khadimat yang bisa dipercaya meng-handle Daffa. Aku yakin pusing dan mualku karena aku lelah, tapi tadi malam aku ngotot juga ke uda untuk carikan aku test-pack ke apotik.
Alhamdulillah, uda mengerti meski pada awalnya beliau menyarankan untuk menunggu 1 minggu lagi. Aku beralasan, aku butuh memastikan. Kalau positif, aku akan menjaga diri baik-baik.Kalau negatif, aku boleh angkat-angkat dan gendong Daffa dong…Berarti aku hanya kecape-an.
Dan ternyata,…..
NEGATIF.
Apapun, Alhamdulillah…. Mungkin aku belum layak mengurus satu orang anak lagi saat ini…. Mungkin Daffa belum siap berbagi kasih dengan seseorang meski itu adiknya…. Atau mungkinkah kami yang belum siap? Yang pasti, Itulah yang terbaik yang Allah tetapkan untuk kami…
Rabbana, semoga suatu hari nanti Engkau berkenan……

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

2 thoughts on “Sebuah cerita lama: “harap2 cemas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s