Posted in Milestone, Sekolah, Tentang Daffa

Melepas si Bujang: ada yg belum selesai :(

Sudah lewat pukul 9 malam…

Hari ini pertama kali Daffa mabit (nginap) di sekolah>

Mabit di bulan Ramadhan ini, untuk kelas 1 SD hanya di program 1x saja, untuk perkenalan.

Sampai tadi pagi melepasnya, Daffa antara mau dan tidak mau.

Dia masih mencoba menawar ingin tidur bersama ayah bunda saja.

tapi sepertinya ada rasa penasaran juga, apa rasanya berkumpul bersama teman-teman dan guru

untuk buka puasa bersama, sholat magrib, taraweh, tidur bareng, makan sahur, sholat subuh, jurnal dan sebelum pulang, sholat dhuhaa dulu….

Jadi, perlengkapan ‘perang’nya tetap disiapkan pagi tadi.

Kasur lipat, selimut, baju ganti dan peralatan mandi.

Aku ga sempat melow pas pamitan dengannya pagi tadi di pintu masuk kelasnya.

Dalam setting pikiranku, aku masih akan bertemu pas buka puasa bersama di sekolah nanti.

Dan itu yang kukatakan padanya, bahwa dia masih akan bertemu aku magrib nanti…

Namun setelah ngobrol dengan gurunya, sebaiknya jika aku memang berencana untuk hadir buka puasa,

aku menghindari untuk bersua dan kontak dulu supaya anaknya ga gamang jadi ingin pulang.

Dilihat dari jauh saja.

Hmm, masuk akal juga yaa

Hanya yang mengganjal perasaanku, aku tadi terlanjur bicara bahwa masih akan bertemu dengan Daffa saat  buka puasa.

Karena Daffa sudah di kelas, aku titip pesan kepada ibu guru, bahwa aku minta maaf nanti tak bisa bertemu.

Ya, aku berencana hadir buka puasa bersama hanya untuk “melepas” Daffa. Dengan konsekuensi, meninggalkan kayyisa sementara sama si mba di jam-jam pentingnya. Namun karena toh aku ga akan bisa bercakap-cakap dengan Daffa juga, aku putuskan untuk tidak hadir saja….

Entah keputusan yang bijak atau malah egois, aku sungguh tidak tau…

Hanya hatiku terasa ada ganjalan, aku tau (mungkin) aku telah mengecewakannya…

Aku berjanji akan datang, tapi aku tak datang, apapun itu alasanku, dia layak jika merasa kecewa😦

dan pikiran ini…

menggelayuti hatiku sepanjang hari…

Rasanya ingin aku terbang ke sekolah saat ini,menyelesaikan apa yang belum tuntas dengannya…

Memenuhi janjiku bahwa aku akan melepasnya bermalam bersama teman-temannya…

Daffa,

Maafkan bunda sayang…

Bunda salah

betul betul salah…

Seharusnya bunda tetap datang, meski harus meninggalkan adikmu sebentar

Meski nantinya Bunda hanya sekedar melambaikan tangan padamu, tapi setidaknya Bunda penuhi janji padamu…

Kenapa Bunda harus takut Daffa malah jadi goyah dan minta ikut pulang?

toh kita bisa bicarakan bukan?

Selama ini Daffa anak yang pengertian, lantas kenapa Bunda khawatir?

Maafkan Bunda

tanpa sadar meremehkanmu Nak….maafkaaannnn…

Bunda tak sabar menunggumu pulang

memelukmu, mengharap maaf darimu😦

boleh ya??

Jam segini, biasanya Daffa sudah tidur…

Meski Bunda lakukan kesalahan,

semoga tidak merusak suasana hati Daffa ya..

Kamu anak yang ceria, gampang bahagia dimana saja…

Pasti exciting ya bisa berkumpul teman dan guru sampai saatnya tidur menjelang…

Bunda harap pengalaman ini menyenangkan dan bermanfaat bagimu sayang,

tidur yang pulas ya

sampai saat sahur tiba…

 

insyaallah jam 7 bunda sudah di sekolah bersama ayah,

menjemput Abang Daffa dari journey terbarunya….

We love you, Abang…

 

Penulis:

Just an ordinary woman in extraordinary family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s